Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Kado terbaik


__ADS_3

"Dear, Kevin.


Terima kasih sudah hadir dalam hidupku.


Kau mengubah duniaku,


Aku tidak tau, apa yang akan terjadi padaku, bila aku tidak dipertemukan oleh tuhan kepadamu.


Selamat hari ulang tahun,


semoga kau tetap menjadi imam yang terbaik untukku, dan anak-anak kita nantinya.


Doakan rahimku kuat mengandung benih yang kau tanam.


Karena mulai saat ini, tugasmu menjadi double, menjagaku dan menjaga calon anak kita.


Dari kami yang mencintaimu"


Kevin memandang Putri, semua memandang Putri.


Putri menyerahkan hasil tes kehamilan kepada Kevin.


Saat Kevin membukanya, Ia tidak percaya akan garis 2 samar itu.


"Put.. apa ini.." Kevin merasa bingung.


"sayang, kamu... serius?" Kevin menatap mata Putri.


Putri mengangguk pelan dan tersenyum.


Kevin menggendong Putri dan berputar.


"Viiiin" Teriak semua..

__ADS_1


"Ada calon bayimu" teriak mereka.


Kevin tidak bisa membendung rasa bahagianya, berkali-kali ia mencium Putri, dan mengelus perut Putri.


"Aku akan punya anak darimu? kamu tidak sedang bercanda kan?" ia seakan tidak percaya dan terus memeluk Putri.


"Pakai jasku, kau tidak boleh kedinginan" Kevin membuka jasnya dan memakaikan jas itu kepada Putri.


Ibu dan ayah menghampiri.


"Selamat ya nak." Ibu memeluk Putri.


Ayah mencium kening Putri sulungnya.


Tak terasa air mata keduanya menetes, mereka akan segera menimang cucu.


Hary O'Leary tak kalah bahagia, ia ikut bergabung dengan ayah dan ibu Putri. Mereka saling berjabat tangan.


Kado istimewa itu, adalah kabar berita bukan hanya untuk Kevin, tapi untuk semua keluarga, tapi, tidak untuk Rani. Ia tetap belum bisa menerima Putri seutuhnya.


"Ayah, ibu.. ikut kami pulang ya.." pinta Kevin.


Kevin membaca situasi kalau mereka tinggal di sana, tidak akan enak. Karena sikap maminya yang belum berubah.


"Tidak nak, biar kami tinggal di kos-kosan putra saja" ayah menarik tangan ibu.


"Ayah, ibu, kalau begitu, Putri ikut ke kosan putra ya."


"Jangan, nak. Tidak baik untukmu."


"Kalau begitu, ayah dan ibu ikut Putri, Putri rindu masakan ibu. Ya, Bu" pinta Putri.


"Siapkan kamar, untuk ayah, ibu, dan putra. Mereka akan tinggal sementara di rumahku"

__ADS_1


Kevin menelpon penjaga rumah.


"His.. mereka bersenang-senang di rumah Kevin" Rani menatap dalam mata keluarga Putri.


"Kevin, mami mau ikut kau malam ini, mami rindu kamar mami" ucapnya.


Hary menangkap sesuatu yang tidak baik.


"Tidak, apakah kau akan meninggalkanku? Nanti kita ke rumah Kevin. Lagian kan kita baru sampai. Aku ingin istirahat dulu." Hary memeluk istrinya itu.


Mereka berpamitan kepada Hary dan Rani.


"Jaga calon cucuku baik-baik ya. Aku akan terus mengawasimu, Vin.. Tambahkan pengawalan untuk Putri. Aku tidak mau terjadi apa-apa nantinya. Ingat itu" Hary berkata dengan sedikit mengancam Kevin.


"Baik, pap.. Aku kan suaminya dan aku calon dari anak yang ada di perut Putri ini" ucap Kevin mengelus perut Putri.


Sepanjang jalan, Kevin terus memeluk Putri dan mengelus perut Putri.


"Apa kau bahagia?" tanya Putri.


"More than you know" berkali-kali Kevin mencium tangan Putri.


Perjalanan Bogor-Jakarta membuat mereka lelah dan tertidur.


Putri tersadar ketika sudah ada di atas kasur dan berselimut tebal.


"Selamat pagi, sayang."Kevin sudah berpakaian lengkap dan siap berangkat kerja.


Putri menggeliat dan duduk, di depan Kevin.


"Sudah mau berangkat? Kenapa tidak membangunkan aku?" tanya Putri.


Kevin tersenyum, dan duduk mencium perut Putri.

__ADS_1


"Pap pergi kerja ya sayang, nanti pap jemput, kita ke dokter ya" Kevin mencium perut Putri dan kemudian mencium lembut bibir mungil Putri.


"Ibu, ayah, saya titip Putri ya." Kevin naik ke mobil dan melambaikan tangannya.


__ADS_2