
Matahari sudah terang dari jendela kamar hotel itu.
"Kenapa badanku terasa berat?" Putri membuka matanya dan meraba sesuatu yang melingkar di tubuhnya.
"Aaaaaaaaaa" teriak Putri.
"Sayang.. kenapa?" Kevin spontan duduk karena terkejut mendengar teriakan Putri.
"Kamu... kamu.... kamuuuu... Ngapain kamu?"
Bukannya di lepas, malah Kevin kembali tidur sambil memeluk tubuh Putri lagi.
"Lepasin akuuuu" teriak Putri, tapi apalah daya, tubuh mungilnya tidak bisa melepas pelukan Kevin.
"Stt.. diam.. aku lelah. Aku mau istirahat dulu"
Mata Putri membelalak. Otak dikepalanya berpikir keras.
"Apa yang sudah aku lakukan?" tanyanya dalam hati.
"Sayang.. bangun.. ini kan hari pertama kamu dinas di sini.. Cepat" Putri menggerakkan badannya hendak melepaskan diri dari pelukan itu.
"Aaahhh.. percuma saja. Bagaimana lagi ini" ucapnya. Putri hanya diam. Terus memutar otaknya.
Dia membalikkan badannya, kemudian dia mengecup pipi Kevin untuk yang pertama kalinya. Spontan Kevin terkejut dan tangannya melepas pelukan itu, saat itulah Putri yang sedang ketakutan seperti terlepas dari perangkap hewan buas, ia berlari menuju kamar mandi. Kevin yang melihat kelakuan istrinya, hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Tenang ,Vin. Masih banyak waktu" ucapnya dalam hati sambil tersenyum penuh makna.
__ADS_1
Di dalam kamar mandi, Putri hanya memandang kaca yang ada di sana.
"apa yang ia lakukan semalam? Oh tidaaakkk.. apa aku sudah tidak perawan?" tanyanya sambil mengucek-ucek kepalanya kesal. Ia akan memberikan tubuhnya jika restu dari orang tua Kevin sudah ia kantongi.
"Sayang, buka pintunya, aku mau mandiiii" terdengar suara Kevin dari balik pintu kamar mandi.
"Sayang.. buruan... aku kebelet pipis. Kamu mah lamaaa... Ngapain sih? Sayang... sayang..." teriaknya lagi
"Aah.. alasan saja." ucap Putri yang sedang memakai handuk mandi sambil mengeringkan rambut.
"Sayang.. kalau aku ngompol, kamu tanggung jawab ya" teriaknya lagi
Putri keluar dari tempat itu, dan hanya tersenyum lebar.
"Ngapain sih lama bener?" ucap Kevin sambil memeluk Putri.
Putri sekali lagi kabur dari pelukan Putri.
Kevin menarik nafas panjang. Nafas kecewa merasa ditolak oleh istrinya.
Kevin memutuskan untuk masuk kamar mandi, dan Putri menyiapkan pakaian yang akan dikenakan Kevin. Bel pintu kamar berbunyi, Putri mengintip, dan membuka pintu itu.
"Apakah si bos sudah siap?" tanya sekretaris pribadi Kevin.
"Dia masih di kamar mandi" ucap Putri sambil mempersilahkan Ajin duduk.
__ADS_1
Ajin hanya tersenyum puas.
"Pasti karena bos dan nona muda ini sudah menghabiskan waktu bersama"
Melihat Putri dan Ajin duduk bersama di ruang tamu, kamar hotel itu, Kevin langsung masuk memecah kebisuan itu.
"Selamat pagi, bos." sapa Ajin.
Kevin mengangguk pelan, dan mendekati Ajin.
"Bagaimana semalam?" Sapa Ajin sambil berbisik pelan.
Kevin hanya tersenyum kecil, seolah ia menutupi kalau tidak terjadi apa-apa tadi malam.
Putri langsung berdiri dan mempersiapkan semua keperluan Kevin.
"Sayang," panggil Kevin.
Putri sudah tau apa yang akan ia kerjakan. Merapikan dasi, mengambil ponsel yang Kevin letakan di atas meja kerja, dan menyerahkan semua ke Kevin.
Kevin mengecup kening Putri.
"Terim akasih, sayang. Sampai nanti sayang, tunggu aku ya, kita akan melakukan hal yang tertunda." ucap Kevin sambil memeluk pemilik tubuh mungil itu.
"Tidaaakk..." teriak Putri.
__ADS_1
"Jangan buka pintu kalau bukan aku yang datang, oke." Kevin mencium pelan bibir wanita yang ada di depannya itu.
Mata Putri membelalak.