Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Tragedi Cumi


__ADS_3

Adegan menjijikkan Bernika dan Roni itu ternyata harus di tonton 2 kamar.


Sebenarnya mereka hanya mencari bukti, bagaimana sebenarnya kelakuan Bernika sebenarnya. Setelah mendapat bukti kuat, mereka mematikan siaran langsung itu, dan langsung keluar untuk mencari udara segar.


"Aku merasa jijik dengan Bernika itu bang." ucap Andre sambil menutupi mukanya dengan topinya. Andre adalah anak laki-laki yang tampan, ia sangat tidak nyaman untuk keluar dengan tanpa pengawalan.


Mereka duduk di sebuah cafe.


"Jadi gimana? Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" tanya Andre.


"Apa mami melihat adegan tadi, aku sungguh iba dengannya."lanjut Andre.


"Tapi, papi sudah tentu akan menenangkannya."


Malam seru itu berakhir dengan kebahagiaan.


Seperti biasa, siang itu hiruk pikuk di kantor sudah mulai terasa.


Kevin di sela pekerjaan, mengabari Putri tentang keadaannya.


Bernika datang di saat setelah Kevin menutup teleponnya.


"Hai sayang" ucapnya.


Kevin hanya diam


"Terima kasih untuk semalam ya, kau membuat aku kelelahan, sampai aku harus kabur dari kamar itu. Permainanmu..." Kevin pura-pura tidak tau.


"Apa yang terjadi padaku?"


"Semalam, saat aku akan minta kau menemaniku mengerjakan tugasku, tiba-tiba"


Bernika menyentuh dada Kevin.

__ADS_1


"Cih" Kevin sangat muak dengan perlakuan Bernika.


"Aku harus keluar. Maaf." Kevin keluar dengan biasanya.


"Kau akan menyesal, Vin" ucap Bernika.


"Keluargamu akan mengetahui kejadian semalam"


Harry dan Rani sudah kembali ke rumah Kevin.


"Kau senang?" tanya Harry.


"Yes, honey. Thank you." Rani memeluk suaminya itu.


"Honey,. Maafkan aku atas semua kejadian yang terjadi.Aku malu kepadamu dan anak-anak."


Harry hanya diam dan memandang ke Rani.


"Tante.." suara Bernika mengagetkan keduanya.


"Kau bisa mengetuk pintu dulu, kan?" Harry bangun dari duduknya dan masuk ke ruang kerja.


Bernika terdiam.


"Sudah, diamkan saja om Harry"


Bernika kembali tersenyum.


"Apa yang membuatmu datang kemari. Biasanya kau selalu mengabariku kalau mau ketemu" tanya Rani.


"Oh Tante, apa aku tidak boleh sering-sering kesini?" tanya Bernika cemberut


"Maksudku, biasanya kan kita janjian dulu kalau mau ketemu" jelas Rani.

__ADS_1


"Aku akan setiap hari berkunjung kesini mulai hari ini."


Rani menaikkan alis matanya


"Kantormu?" tanya Rani.


"Tenang saja, Tante, ada Roni yang mengurus, kalau ada hal penting, pasti aku dikabari" Bernika meletakkan tasnya di atas meja.


"oh, baiklah. Mau minum apa?" tanya Rani sambil menuju dapur.


Si mbak yang sedang sibuk menyiapkan masakan, sangat sigap dengan bahan-bahan yang ada di depannya.


"ada yang bisa aku bantu?" tanya Bernika.


"Oh iya, kau tolong cuci cumi itu ya. Aku akan membuat gulai cumi. Dan sekalian, kau belah-belah ikan itu. Bisa kan?" tanya Rani sambil tersenyum.


"Oh, eh.. iya Tante." ucap Bernika mengambil cumi dan ikan yang baru dibeli si mbak di pasar.


"Kurang ajar, dasar perempuan *****. Yang begini nyuruh aku"gerutu Bernika dalam hati.


"Nanti, kalau kau menikah dengan Kevin, kau akan masak kesukaannya. Nah semua itu kesukaan Kevin. Ia tidak terlalu suka daging. Suka sih, tapi gak begitu suka sekali. Habis di cuci bersih, nanti dilumuri perasan jeruk nipis ya sayang" Rani sibuk memilih bahan yang akan digunakan.


"Iihh.. " teriak Bernika menggeliat.


"Ada apa?" tanya Rani.


"Kenapa cumi itu licin begitu Tante.. Jijik sekali. lihat kukuku, jadi hitam begini"


***๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚Kasian ya Bernika. Kena loh.


Bagaimana kelanjutan kisah Bernika? Apakah Rani berpura-pura di depan Harry atau memang tulus?


Jangan lupa mampir di novel lainku yang berjudul "Status Palsu**".

__ADS_1


__ADS_2