Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Pertengkaran Harry dan Rani


__ADS_3

Usaha Bernika mendekati Kevin sangatlah gigih. Hampir setiap hari ia menghampiri Kevin. Tapi sayang, Kevin pergi mengantarkan Putri ke kampung halamannya.


"Tante, kemana si Kevin?" tanya Bernika ketika menelpon Rani.


"Memangnya tidak ada di Jakarta?" Rani balik bertanya.


"Tidak ada. 2 hari aku berusaha mencarinya, tapi ia tidak di tempat. Kesel" ucap Bernika tidak sopan.


"Tenang Bernika sayang, segitunya kau merindukan Kevin. Kau usaha yang keras, agar bisa mendapatkan cinta Kevin lagi. Tante yakin, kau bisa melakukan itu" ucap Rani dengan suara lembutnya.


"Nanti Tante cari info tentang Kevin, ok" Rani yang memandang ke luar jendela tampak ambisius menjodohkan Kevin dengan Bernika.


"Siapa yang menelponmu? Bernika? Anak yang tidak tau sopan santun itu?" tanya Harry mengagetkan Rani.


"Honey, kapan kau ada di sini?" ucap Rani gelagapan.


"Sejak kau berbicara dengan anak perempuan itu. Mau apa dia mencari Kevin?" tanya Harry dengan nada tinggi.


"Bernika kembali ke Indonesia dan melanjutkan bisnis keluarganya. Perusahaannya ingin marger dengan perusahaan kita. Apa itu bukan berita baik?" tanya Rani.


"Tanpa marger dengan perusahaan mereka, perusahaan kita tetap berkembang. Keluarga mereka bukan orang baik. Perbuatan liciknya selalu bisa aku cium. Kau jangan berpikir akan menyatukan Kevin dengan Bernika. Ingat, kau sudah mau punya cucu dari Putri"


"Halah.. mereka hanya menikah di atas kontrak. Cinta mereka tidak tulus seperti yang kita lihat. Aku punya bukti ini!"Rani menyodorkan kertas berisi perjanjian kontrak hubungan Putri dan Kevin.

__ADS_1


"Apa ini? Aku tidak percaya dengan ini, aku percaya dengan cinta mereka. Honey, apakah kau berpikir akan memisahkan Putri dengan Kevin?" tanya Harry.


"Yes, as soon as possible." mata Rani berbinar binar, seakan seekor harimau yang akan menerkam mangsanya.


"Aku, orang yang akan menghalangimu untuk memisahkan mereka. Pantas saja, firasatku. tidak baik. Aku merasa ada sesuatu diantara mereka. Ternyata, kau dibalik semua ini. Ingat, saat kita menikah, kau bukan siapa-siapa" amarah Harry memuncak.


"Honey" Rani terkejut dengan ucapan yang dilontarkan Harry.


"Kau ingat, mungkin kau sama saja dengan Putri."


"Tidak, aku tidak pernah membuat perjanjian apapun denganmu. Aku mencintaimu. Tapi, Putri, dia hanya memanfaatkan anakku. Anak kita. Aku tidak mau Kevin kecewa." Rani menangis. Ia merasa terhina dengan ucapan Harry


"Kau belum mengenal Putri." ucap Harry.


"Stop, aku tidak mau mendengarkanmu lagi, setelah sekian lama kita menikah, kita tidak pernah seperti ini, tapi, setelah perempuan itu masuk ke dalam keluarga kita, semua jadi begini." Rani menangis.


"Mom, Dad.. what's wrong? Ada apa ini? Apa masalah sampai kalian harus berteriak seperti ini." Andre mendekati keduanya.


"Kau tanyakan pada mamimu." Harry keluar dari kamar itu.


"Mom.." Andre memeluk Rani yang masih menangis.


"Semua karena perempuan itu"

__ADS_1


"Maksudnya"


"Istri Kevin"


"kak Putri?"


"Ya"


"Ada apa dengan kak Putri?"


"Mami merasa, dia bukan perempuan yang baik untuk abangmu. Tapi, papiku selalu membelanya."


"Mami belum mengenal kak Putri. Cobalah mami dekati kak Putri."


"Kau.. Kau juga membela perempuan itu. Apa hebatnya dia? Kenapa semua membelanya"


"Mom.. aku tidak bermaksud membelanya. Tapi ini kenyataan yang harus mami terima. Walau aku baru mengenalnya, tapi aku tau dia baik."


"Sudah, tinggalkan mami" Rani mengusir Andre.


Andre keluar dari kamar itu.


Ia melihat Harry termenung menatap keluar jendela.

__ADS_1


"Aku harus melindungi Putri. Mamimu akan menjauhkan abangmu dengan Putri." ucap Harry.


Andre yang baru saja sampai, dan mengahadapi pertengkaran orang tuanya, tidak bisa berkata apa-apa.


__ADS_2