Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Kedatangan Roni


__ADS_3

"Sayang, apakah kau setuju, kalau aku menemui Bernika?" tanya Kevin dari dalam kamar mandi.


Putri hanya menggelengkan kepalanya.


"Sayang, ambilkan aku handuk ya" teriaknya lagi.


Putri mengambil handuk yang baru di cuci, ketika menyerahkan handuk itu, tiba-tiba tangan Kevin menariknya masuk ke dalamnya.


"Kena kau" Kevin memeluk tubuh mungil itu.


"Viin.. basah.." Putri meronta-ronta.


Tapi Kevin mencium tekuk leher Putri, ia memeluk Putri, membalikkan tubuh mungil itu, dan ******* bibir mungil Putri.


Putri tidak bisa menolak kemauan Kevin. Ia juga merindukan tubuh Kevin yang sudah lama tidak memeluknya.


"Apakah tidak apa-apa?" tanya Kevin.


"Jangan, nanti aku akan memberitahu kau kalau aku sudah bersih" jawab Putri.


Kevin tidak merasa kecewa. Ia sadar kalau saat ini belum bisa meluapkan hasratnya.


Akhirnya mereka mandi bersama saja.


*Keesokan hari, sebelum sampai di kantor, Kevin menyempatkan diri ke kantor polisi.


Ia mengingat ucapan Putri, "Vin, pergilah sebentar, pastikan Bernika baik-baik saja" ucap Putri.


Saat sampai di parkiran, Kevin tidak langsung turun. Ia enggan untuk menemui perempuan jahat itu. Ia mengurungkan niatnya untuk menemui Bernika.

__ADS_1


Sampai di kantor, Ajin sudah menunggunya di parkiran mobil orang nomor 1 di kantor itu.


"Kenapa lama sekali kau sampai?" tanya Ajin sambil membawakan tas kerja milik Kevin.


"Tadinya, aku sudah sampai di kantor polisi, tapi aku enggan untuk masuk."


"Kenapa?" ucap Ajin sambil tersenyum kepada karyawan yang menyapa mereka


"Entah, aku malas saja." jawab Kevin singkat ketika mereka memasuki lift VIP yang menuju lantai paling atas.


"Apa aku ada janji hari ini?" tanya Kevin ketika sampai di mejanya.


"Tidak. Tapi kau ada rapat siang setelah jam istirahat dengan beberapa direksi untuk persetujuan pembukaan lahan di daerah selatan." jawab Ajin.


Hari ini, semua pekerjaan selesai dengan baik. Ajin pamit untuk pulang duluan. Saat Kevin mendekati mobilnya, Laki-laki yang menemuinya kemarin datang untuk kedua kalinya.


"Bisa kita bicara?" tanyanya sopan.


"Perkenalkan, nama saya Roni" jawab laki-laki yang membuat Kevin sangat penasaran.


"Roni, sepertinya aku pernah mendengar nama itu" Kevin mengingat


"Saya, manager di kantor Bernika" jawabnya.


Akhirnya terjawab sudah teka teki yang ada di kepala Kevin.


"Baiklah, kita ke cafe XX saja, tidak jauh dari sini." ajak Kevin.


Mobil Kevin dan mobil Roni beriringan menuju cafe XX.

__ADS_1


"Sayang, aku agak terlambat pulang ya, aku masih ada pekerjaan. I love you" suara Kevin terdengar jelas di telinga Roni.


"Bernika, kau salah menganggap semua laki-laki itu bisa kau tipu. Aku melihat Kevin sangat mencintai istrinya." ucap Roni dalam hati.


"Anda mau pesan apa?" tanya Kevin.


"air putih saja." jawab Roni.


"2 air mineral, dan 2 porsi dimsum ini, untuk aku bawa pulang" ucap Kevin kepada pelayan


"Ada apa hingga anda mencariku?" tanya Kevin.


"Masalah Bernika"


"Itu bukan urusanku. Bukankah Bernika adalah pacarmu?" tanya Kevin.


"Ya, sebelumnya aku minta maaf, sudah membuat masalah seperti ini. Aku sudah mengingatkannya. Tapi, sifat keras kepalanya, kadang membuatku tidak bisa berkata-kata." Roni berhenti sejenak sambil menarik nafas panjang.


"Perusahaan Bernika sedang ada masalah. Dan ia menyalahkanmu atas semua ini, aku sudah jelaskan padanya untuk mempelajari masalah itu, tapi, ia selalu berkata, kalau ini semua salah Kevin O'Leary."


"Kenapa aku?"


"Karena dia mempunyai dendam keluarga denganmu"


"Maksudmu?"


Akhirnya Roni menjelaskan semuanya.


"Jadi, aku minta tolong, untuk meringankan kasusnya. Dia sedang mengandung anakku" roni tertunduk menutup matanya.

__ADS_1


"Kau tau apa yang ia lakukan? Karenanya, anak yang ada di kandungan istriku, aah.. sudahlah." Kevin mengenang Putri yang sangat terpukul kehilangan anak dalam rahimnya.


"Aku minta maaf, aku tidak tau kalau perbuatan Bernika sampai seperti ini."


__ADS_2