
Putri dengan secepat kilat merapikan kasurnya, dengan barang-barang miliknya yang belum sempat ia rapikan.
"nah, silahkan bos" ucap Putri gugup
Kevin menganggukkan kepalanya.
Ia merebahkan tubuhnya, Kasur itu memang dibeli sesuai dengan tempatnya, jadi ia memilih ukuran 3. Sesekali Putri mengeluarkan giginya.
Putri melihat di meja, sebuah celana **l*m ada di sana, ia mengingat, ketika ia mandi, ia melempar seenaknya.
Putri berjalan pelan-pelan menuju meja itu,
"Ada apa?" tanya Kevin.
"Maaf bos, ada yang ketinggalan." ia mengambilnya dengan cepat.
Kevin melihatnya.
"Jorok" kata itu yang keluar dari mulutnya.
"Suruh siapa untuk tidur di kamarku." gerutu Putri pelan.
"Apa? Kau mengumpatku ya?" nada Kevin meninggi.
"Oh maaf bos. Tidak. Aku hanya senang, bos bermalam di ruko ini." ucap Putri
"Kalau saja bukan rukomu, aku akan mengusirmu" Putri makin kesal dalam hati.
"Tidurlah bos, aku akan ke bawah sebentar"
__ADS_1
tapi tidak ada jawaban.
Pelan-pelan ia menuju lantai bawah, memeriksa ponselnya sambil mendengarkan musik lewat earphone nya. Hujan rintik itu membuat malam itu makin sepi.
Ia tersender di sofa, dan memejamkan matanya sambil bernyanyi mengikuti lagu yang ada di ponselnya.
Ia tidak menyadari, Kevin duduk memperhatikannya dari tangga.
"Apakah ini yang suka dilakukannya sendiri malam-malam begini?"
Lama ia memperhatikan Putri. Saat tersadar, ia melihat sosok sedang duduk di tangga dengan lampu yang redup dan ada pancaran kilat.
"aaaaaaaaaa" teriak Putri sambil menutup mata. "Pergi. Pergi. Jangan ganggu aku" ia mendekap kakinya dan menunduk ketakutan.
"Put.. Putri. Ini aku..Kevin"
Putri melihat Kevin dan mendekap seolah ingin minta di gendong. Kevin terkejut.
"Aku.. aku takut.." kemudian dia menangis.
"Tenang, ada aku. Kamu akan aman."
Putri menurunkan kakinya dari pinggang Kevin, dan melepas pelukan itu. Melihat ke depan, belakang, kanan, dan kiri.
"Maaf" ucapnya menunduk.
"Aku takut"
"Lagian ngapain malam begini kamu di sini. Bukan tidur. Kamu masih sakit. Ayo naik, tidur!" perintahnya.
__ADS_1
"Aku di sini karena mikirin kamu sedang sakit. Kalau tidak,...
ah sudahlah. Kamu harus membayar perawat ini dengan mahal"
Putri tidak mau ribut dengan Kevin,
ia hanya mengikuti langkah Kevin dengan memeluk lengan Kevin. Sesekali ia terkejut dengan suara gemuruh petir.
"Jangan jauh-jauh ya. Aku takut." ucap Putri.
Pintu kamar di buka.
"Kau tidurlah di atas, aku akan tidur di bawah." Putri mengeluarkan bad cover dan membentangkannya di lantai. Kevin seolah tidak melihat.
Hujan malam itu semakin deras. Petir seakan tidak berhenti. Putri sesekali kaget. Dan karena petir yang sangat besar, terjadi pemadaman listrik.
"Keviiiiinnnnnn" teriak Putri langsung naik ke atas kasurnya.
Ia tidak menyadari, selama ini ia tidak pernah memanggil nama langsung bosnya itu.
Kevin bukan terbangun, malah memeluk Putri.
"Tidurlah, aku ada di sini." Ia membelai rambut Putri hingga Putri tertidur kembali.
Keesokan pagi, Putri terbangun dan merasakan tubuhnya seperti ditindih benda yang berat. Dan ia terkejut, ada laki-laki memeluknya.
"Hey.. apa-apaan ini. Lepaskan aku" teriak Putri.
"Ada apa denganmu? Ini masih sangat pagi, aku masih mengantuk" ucap Kevin yang tampak sangat tampan pagi itu.
__ADS_1
"Kamu yang datang memelukku duluan. Apa kamu lupa kejadian semalam?" lanjutnya.
Putri melepas pelukan itu pelan-pelan, karena ia ingat, ialah yang memeluk Kevin.