Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Kehilangan


__ADS_3

Pintu ruang operasi sudah dibuka.


Semua yang menunggu Putri, berdiri menyambut Putri yang masih tertidur.


"Maafkan kami, tidak bisa menyelamatkan anak yang ada di perut istri anda" ucap dokter.


Kevin terduduk lemas.


Rani menangis melihat putra kesayangannya terpukul.


"Ini salahku, mam. Ini salahku" ucapnya menangis memeluk Rani.


"Tidak sayang, ini bukan salahmu. Mami yang salah" ucap Rani menangis mengingat kejahatan yang telah ia lakukan kepada Putri.


"Bangun, Vin. Kita harus menemani Putri." Harry yang sebenarnya sedih, harus menguatkan hatinya karena cucu yang ia tunggu sudah kembali ke sang pemiliknya.


Kevin jalan sangat lunglai.


Sesekali ia berhenti dan menangis.


"Tadi adalah saat aku mengelus mu, nak. Maafkan pap, nak."


Sampai di ruangan, Ayah dan ibu mengurus janin yang harus di kuburkan. Mereka pamit pulang.


"Apa yang harus aku sampaikan ke Putri, nanti, mi." Kevin seperti mendapat pukulan yang terus menerus menghantamnya.


Malam yang seharusnya menjadi malam bahagia pertemuan Kevin dan Putri menjadi malam kelabu mereka. Malam duka untuk keluarga O'Leary. Mereka harus kehilangan calon generasi penerus keluarga itu.


"Pulanglah mi, Pi, aku akan menjaga Putri."


ucap Kevin sambil memegang tangan Putri.

__ADS_1


"Baiklah, kabari kami kalau terjadi sesuatu" ucap Harry.


Mereka meninggalkan rumah sakit itu, dan sekarang yang tertinggal hanya Kevin.


Akhirnya Kevin tertidur sambil memegang tangan Putri.


Kabar Putri sudah terdengar di telinga Ajin dan Vena. Mereka sangat menyayangkan kejadian itu.


Harry memerintahkan Ajin untuk segera membuat laporan ke kantor polisi, untuk menangkap dan menjebloskan Bernika ke penjara.


"Bukti kita masih kau simpan kan?" tanya Harry.


"Masih om" jawab Ajin.


"Aku percaya padamu." Harry menyerahkan seluruhnya kepada Ajin.


Ajin mulai menghubungi pengacara kantor, untuk segera mengurus masalah ini.


Malam itu, Bernika segera di jemput oleh pihak polisi, dengan pasal percobaan pembunuhan terhadap Putri.


Putri bangun dari tidurnya,


"Vin" panggilnya.


Kevin bangun dari tidurnya.


"Sayang"


"Vin, mana bayiku, Vin. Mana bayiku, Vin" Putri menangis histeris.


Kevin langsung memeluk Putri. Putri terus menangis histeris.

__ADS_1


Ayah dan ibu yang sengaja datang pagi itu, mendengar suara Putri langsung berlari masuk ke kamar itu.


"Tenang sayang, dia sudah bahagia di sana." ucap Kevin ikut menangis.


Putri terus memukul Kevin. Tapi tak sedikitpun Kevin melepaskan pelukannya.


"Putri, istighfar nak. Istighfar. Ya Allah, ikhlaskan nak." ucap ayah Putri, mendekati anak sulungnya itu.


"Anakku yah, anakku" Putri memeluk ayahnya.


"Sudah sayang. ikhlaskan nak" Ayah terus memeluk anaknya itu. Ia tau bagaimana sayangnya Putri ke calon anaknya itu.


Putri terus menangis, sampai ia pingsan karena menahan sedih.


"Suster.. suster.. tolong istri saya. Kenapa dengan istri saya"


"Tenang pak, sebentar kami periksa. Bapak bisa mundur sebentar." seorang perawat senior langsung memeriksa Putri


"Ibu Putri, shock. Wajar, pak. Kehilangan seseorang yang dicinta, membuatnya seperti ini. Kalau ada apa-apa, panggil kami lagi ya pak" mereka membenahi selimut Putri dan bergeges keluar kamar.


"Bagaimana kejadiannya, nak Kevin. Sampai Putri seperti ini" tanya ibunya Putri.


"Semua salahku, Bu. Aku akan menyelesaikan masalah ini" Kevin mendekati Putri.


"Masalah apa, toh nak Kevin. Ceritakan pada kami" desak ayahnya Putri.


Akhirnya Kevin menceritakan semua masalah yang ada. Ayah dan ibunya Putri mendengarkan dengan seksama.


"Sepelik itu, nak. Kenapa Putri dibawa-bawa?" tanya ibu.


"Karena Putri adalah istri Kevin" jawab Rani yang masuk ke dalam ruang perawatan Putri.

__ADS_1


"Maafkan keluarga kami, karena kami, Putri harus menjadi seperti ini." lanjutnya mendekati ibunya Putri.


"Saya minta maaf atas sikap saya selama ini. Saya harap, ibu bisa menerima kami kembali" lanjut Rani menyesal.


__ADS_2