Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Mengganggu acara


__ADS_3

"Sayang.. malam ini aku ada jamuan makan malam. Apa kau keberatan kalau aku tinggalkan kau malam ini?" tanya Kevin pelan, sambil mengelus kepala Putri yang sedang tiduran di atas kasur sambil menonton TV.


"Pergilah, ini kan penting. Aku bisa jaga diri.." senyum Putri keluar dari bibir mungilnya, sehingga Kevin ingin mencobanya.


"Apa, kenapa lihat-lihat begitu?" Putri menutup mukanya dengan bantal.


"Memangnya aku tidak boleh melihat wajah istriku sendiri. Lagian kan itu sah saja. Tidak dosa. Lepaskan bantalnya"


Putri menutup erat-erat dengan bantalnya.


Kevin menariknya, tapi Putri menutupnya kembali, Kevin menggelitik Putri bermaksud untuk membuka penutup mukanya itu.


"Keviiin... hentikan.. gelii" Putri tertawa karena Kevin terus menggelitiknya.


"Ampun.. ampun...udahaaannn" teriaknya sambil terus tertawa.


"Buka bantalnya" Kevin kembali bercanda dengan Putri.


Sampai akhirnya, Putri melepas bantal itu, dan muka Kevin sudah berada sejengkal dari muka Putri. Jantung Putri berdegup kencang.


Ia menatap lelaki yang menikahinya dengan jarak sedekat itu. Ia menikmati pemandangan lelaki tampan yang ada di depannya.


Pelan tapi pasti, Kevin mencoba bibir mungil milik Putri. Mata Putri membelalak. Kemudian ia berusaha melepaskan dan meronta-ronta di atas kasur itu.

__ADS_1


Tapi, semakin Putri meronta-ronta, semakin Kevin bersemangat, dan terus melahap bibir itu.


Pintu bel kamar mereka berbunyi.


Kevin melepaskan bibir itu.


"Huh.. siapa sih yang mengganggu" gerutunya kesal.


Sedangkan Putri menarik nafas panjang..


"Haaahh... akhirnya aku bisa bernafas. Untung saja tamu itu datang tepat pada waktunya, kalau tidak" Putri menepuk jidatnya, dan mengelus bibirnya. Ia mengingat betapa buasnya Kevin tadi. Ia tersenyum dan menyentuh bibirnya.


"Apa kau suka?" Kevin mengejutkan Putri yang sedang senyum-senyum sendiri.


"Biasa, siapa lagi yang mengganggu saat-saat penting bagi hidupku. Tapi tenang.. Masih banyak waktu. Nanti kita lanjutkan ya." ucapnya nakal.


"Kakak ipar" Andre masuk ke kamar itu.


"Astaga, apa yang sedang terjadi, seperti habis perang. Acak-acakan sekali." Andre melihat kasur yang tidak rapi.


"Hei.. siapa yang menyuruhmu masuk ke kamar kami? Lagian itu urusanku. Tidak ada urusan denganmu." ucapan Kevin terdengar sangat geram, karena Andre mengganggu acaranya saja.


"Kakak ipar, aku bawa mie instan. Kita masak bareng yok. Lagian kan bang Kevin ada acara malam ini. Jadi dari pada kakak sendiri, aku temani saja. Boleh kan bang, dari pada kak Putri diculik orang kan?" Andre mencoba beramah tamah dengan Kevin.

__ADS_1


"Kak Putri? Perasaan pagi tadi kau tidak seramah ini, tapi tak apalah, paling tidak, adiknya memberi kami dukungan" Putri berbicara dalam hatinya.


"Apa yang kau rencanakan dengan istriku, jangan bilang kau akan mencari perhatiannya lagi" ucap Kevin


"Lagi? Apa maksud Kevin?" tanya Putri kembali dalam hati.


"Tenang kak. Aku sudah takut dan kapok, tapi jangan salahkan kak Putri atau siapapun yang terpesona oleh ketampananku" Andre kemudian tertawa kecil.


"Istriku, menurutmu, siapa yang paling tampan? Aku atau lelaki jelek di depan kita"


tanya Kevin.


Putri melirik Kevin.


"Jawab sejujurnya" lanjut Kevin.


"Kalau tampan," Putri melihat ke arah Kevin dan Andre yang berlagak dengan berpangku tangan. Bolak balik, Putri memperhatikan keduanya. Hal itu membuat Kevin kesal. Belum lagi Putri menjawab, Kevin sudah meninggalkan Putri dan Andre.


Putri serba salah..


Ia mengejar Kevin.


"Yakin, tidak mau mendengar jawabanku" Putri mendahului langkah suaminya yang sedang ngambek.

__ADS_1


__ADS_2