Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Wanita kejam


__ADS_3

Putri bangun dan keluar dari kamar itu dengan menutup mata. Ia tidak mau melihat apa yang ada di ponselnya.


Kevin bingung, ia tidak tau yang terjadi. Tapi ketika ia melihat ponsel Putri, ia tau penyebab Putri keluar dari kamar itu.


Rani dan Harry yang baru keluar kamarnya, tampak bingung melihat Putri keluar sambil menangis.


Mereka mengikuti Kevin yang mengejar Putri.


Tanpa Putri melihat arah, ia hanya berlari.


Kevin melihat darah di depan matanya.


Ia berteriak histeris, karena Putri tertabrak mobil yang melintas.


"Kevin, cepat, bawa ke rumah sakit. Cepat!" Rani sangat menghawatirkan keadaan kondisi Putri.


Dengan diantar oleh pihak hotel, mereka menuju rumah sakit terdekat.


"Tolong, tolong istri saya" Kevin berlari menggendong Putri yang sudah lemah.


Perawat dengan sigap mendorong tempat tidur, dan membaringkan Putri di atasnya.


Ketegangan itu sungguh di luar batas pemikiran Kevin. Ia hanya bisa melihat Putri yang terbaring lemah.

__ADS_1


Kami butuh darah, kalau ada keluarganya mempunyai darah A, silahkan menuju ruang donor darah.


Keluarga O'Leary semuanya mempunyai golongan darah O. Kevin bingung. Ia menelpon ayah Putri.


"Yah, Putri, yah.. Cepat ke Rumah Sakit Medika, yah. Cepat yah" hanya itu yang bisa keluar dari mulut Kevin. Rani mencoba menenangkan putranya. Ia dan Harry memberi support yang penuh untuk Kevin.


"Tenang sayang, Putri akan baik-baik saja" Rani memegang tangan Kevin.


"Kalau terjadi sesuatu pada Putri, aku tidak akan memaafkan dia" ucap Kevin geram sambil menggenggam tangannya yang menahan amarah.


"Ada apa, Vin? Ada apa?"tanya Harry.


Kevin menyerahkan ponsel Putri ke tangan Harry. Betapa terkejut mereka berdua, karena ternyata, Bernika mengirim Poto Kevin yang sedang seolah-olah melakukan adegan tidak pantas terhadap Bernika.


"Aku belum sempet, Pi. Ternyata si perempuan sial itu sudah duluan mengirim Poto itu."


"Sudah, kita selesaikan masalah ini. Setelah kondisi Putri membaik.


Ayah, ibu dan keluarga Putri sudah tiba di rumah sakit. Mereka terkejut melihat kondisi Putri.


"Putri butuh darah A, yah, Bu" ucap Kevin.


"Ayah darah O, dan ibu darah B. Bagaimana ini?"

__ADS_1


Kevin lantas bergegas menghubungi pihak rumah sakit,


"Bagaimanapun, saya minta istri saya diprioritaskan. Carikan golongan darah yang sama dengan istri saya"


"Baik, pak. Kami akan usahakan."


"Memangnya di rumah sakit ini tidak ada persediaan darah A? Selamatkan istri saya" tanya Kevin kesal.


Kondisi Putri Yang sedang hamil, membuat mereka mencari jalan terbaik. Kevin dipanggil ke ruang dokter.


"Kondisi istri anda sangat memperihatinkan. Saya tidak yakin, kalau bayinya akan selamat juga." Bak disambar petir di siang bolong, Kevin hanya duduk lemas, dan Harry dengan siap menegakkan anak sulungnya.


"Bagaimana dengan Putri, Pi?" Kevin menangis.


"Berdoa nak, dan minta kepada Tuhan, Putri akan baik-baik saja." ucap Harry.


Ayah dan ibu Putri hanya bisa melihat Putri kesayangan mereka, masih lemas, dan harus segera ke ruang operasi, untuk menghentikan darah yang ada di kepalanya Putri.


"Sayang, bertahanlah. Bertahanlah, sayang. Aku ada di sini." ucap Kevin melepas Putri yang tertidur dan di dorong masuk ke ruang operasi.


Ayah, dan ibu saling berpelukan.


Putri yang malang. Ia harus merasakan kejamnya wanita yang bernama Bernika tanpa ia tahu kejadian yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2