Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Kedatangan Hary O'Leary (2)


__ADS_3

Bel pintu kamar itu, berbunyi, dan Kevin membukanya tanpa curiga sedikitpun.


Ia segera masuk melihat kondisi istrinya lagi. Dan duduk di sofa kamar itu, memandang istrinya tanpa tau apa yang terjadi.


"Bos.. ada apa?" tanya Ajin.


Hary O'Leary sudah ada di belakang Ajin.


Kevin terkejut melihat kedatangan papinya.


"hai pap.." ucapnya sambil tersenyum lebar.


Alih-alih mendapat pelukan dari papinya, malah ia di pukul oleh papinya.


Putri terbangun, melihat Kevin dipukul oleh tongkat yang dipakai Hary O'Leary.


Putri bangun dan mengejar Kevin, ia menutupi tubuh Kevin,


"Maaf pak, apa salah suami saya, jangan pukuli ia pak. Kita bisa bicara baik-baik." Putri menangis memeluk Kevin.


Tangannya dibentangkan dan memohon untuk tidak memukuli suaminya lagi. Walau mukanya sangat pucat, ia tidak tega melihat Kevin menderita.


"Minggir kau, aku akan memberi pelajaran kepada si brengsek ini !" teriak Hary O'Leary

__ADS_1


"Jangan pak. Kasihanilah kami. Aku mohon, biar aku saja yang dipukul, jangan suamiku" Putri memegang kaki Hary O'Leary.


"Cukup, Pi. Apa yang akan papi lakukan kepadaku?" Kevin menarik tangan Putri, dan memeluknya.


"Masih bisa kau berbicara seperti itu padaku? Kau anggap apa aku?" ucap Hary O'Leary sambil memukul kaki Kevin.


Putri melirik ke arah Kevin


"Papi? Apa lagi ini. Semalam maminya, sekarang papinya yang datang. Aku tidak kuat kalau begini"


"Maaf pak, cukup pak. Kalau memang keluarga ini tidak menerimaku, aku akan pulang dan mengurus surat perceraian kami"


"Putri!" teriak Kevin sambil menggelengkan kepalanya.


"Menantuku?" ulang Putri.


"Ya, kau kan menantuku. Kau kan istri anakku, Kevin. Memangnya ada yang lain selain kamu?" tanya Hary O'Leary.


"Apa kau tidak mau memelukku?" tanyanya kepada Putri lagi.


Putri melirik Kevin, dan Kevin mengiyakan.


Putri mendekati lelaki itu, dan memeluknya.

__ADS_1


"Maafkan Kevin, pak" ucap Putri yang hanya sedada Hary O'Leary itu.


"Pak.. no.. kau harus memanggilku, papi. Seperti si brengsek itu memanggilku. Welcome on O'Leary family." ia mengecup kening menantunya itu. Walau terasa aneh, Putri merasa senang, dengan kedatangan papi mertuanya.


"Kita duduk di depan saja, Pi" ajak Kevin.


"Jauhi kami, kau tidak becus mengurus istrimu, sampai ia sakit begini. Kau harus memberinya kesenangan bukan memberinya sakit seperti ini. Lihat mamimu, ia selalu pergi bersenang-senang. Dan aku bahagia melihat ia bahagia. Kau harus mencontoh aku. Jangan biarkan istrimu menangis. Laki-laki macam apa kau ini. Putri, sebaiknya kau ikut papi saja, tinggalkan si brengsek yang tidak becus ini" Putri menatap Kevin dengan mata yang sedih.


"Tidak, Pi.. Aku harus berada di sisinya. Bagaimana ia bisa menyiapkan semua sendiri. Biarkan aku tinggal dengannya, Pi " pinta Putri.


Hary O'Leary tertawa terbahak-bahak


"Kau memang polos dan lugu menantuku. Mamimu saja yang bodoh,"


"Maksud papi?" tanya Kevin


Putri membelalakkan matanya, ia tidak mau kalau Kevin tau kejadian semalam.


"Tanya saja pada istrimu ini, siapa yang membuat ia menjadi sakit seperti ini. Ajin, ambilkan aku minum, aku haus habis menghajar orang itu"


Ajin segera mengambilkan minum untuk pak Harry O'Leary.


"Sayang, maksud papi, semalam mami ke sini? Pantas saja aku melihat cek atas nama mami. Keterlaluan sekali mami" muka Kevin langsung merah menahan marah.

__ADS_1


"Kau tidak boleh membenci mamimu. Berjanjilah padaku. Semua salahku. Mami tidak akan seperti itu kalau aku tidak menjadi istri anaknya.


__ADS_2