Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Buka Hatimu untuk menantumu


__ADS_3

"Hai, ada apa ini?" tanya Hary.


"Sayang, ada apa denganmu? Kenapa basah semua. Masuklah ke kamar kalian, ganti pakaianmu. Kevin, antar istrimu"


Kalimat Hary makin mempertegas, kalau perempuan sederhana itu, adalah menantu keluarga itu.


"No, pap.. we want to go back to the hotel." ucap Kevin yang masih emosi.


"Hai, jangan seperti anak kecil, pergilah ke kamarmu, aku akan menunggu kalian lagi di sini, Putri sayang, papi akan menunggu kalian di sini. Pesta ini dibuat untuk kalian. Papi sudah menyiapkan baju untuk kalian di kamarmu. Pergilah." Bisik Hary kepada Kevin dan Putri.


Putri menahan suaminya dari emosinya.


"Aku tidak apa-apa, sudah ku katakan, aku akan baik-baik saja, asal kau selalu ada di sisiku." Putri memukul pelan dada suaminya, dan memeluk suaminya itu.


"Ups, sorry. Kau ikutan basah," ucap Putri sambil mengelap baju Kevin.


"Dasar ceroboh" ucap Rani.


"Honey.." Hary menggenggam tangan Rani.


"Cobalah buka hatimu untuk menantumu, Bagaimanapun, ia istri anak kita. Kau lihat, betapa Kevin mencintainya." Hary berjalan sambil memeluk istrinya itu dan kembali ke dalam jamuan pesta itu.


Putri merasa takjub dengan kediaman Hary O'Leary,


"Aku makin takut, Vin" Putri menundukkan kepalanya.


"Kenapa?" tanya Kevin

__ADS_1


"Kita berasal dari keluarga yang sangat berbeda. Benar ucapan mami, kau tidak sepadan denganku."


Kevin pura-pura tidak mendengar, dan masuk ke dalam kamarnya, yang dulu ia tempati, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengurus perusahaan yang ada di Jakarta.


"Wah.. selera papi memang hebat, ia tau pakaian yang pantas untukmu."


"Kenapa gaun ini seperti gaun pengantin?" tanya Putri polos.


"Mungkin papi ingin mengumumkan kau adalah istriku, menantunya. Papi memang hebat." ucap Kevin.


Tak perlu dandanan yang mencolok, Putri sangat cantik dengan dandanan tipis itu.


Baju yang di pakai Kevin sangat padu padan dengan busana yang dikenakan Putri.


Seorang penata hias, sangat kagum dengan kecantikan alami yang dimiliki Putri .


"Anda beruntung, tuan, istrimu sangat cantik"


"Selesai, mari kita lanjutkan pestanya,dan semua orang akan tau, siapa istriku yang sebenarnya"


Pembawa acara menyambut pasangan itu. Semua mata tertuju pada Kevin dan Putri.


Rani membelakkan matanya. Ia tidak percaya, kalau wanita yang ada di samping Kevin itu wanita yang selalu ia benci.


"Ah.. masih terlihat norak" ucapnya kepada Hary.


"Honey, is she so pretty?" Hary merasa bangga dengan menantunya itu.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada Kevin dan Putri.


"Wah Rani, menantumu ternyata sangat cantik, walau tadi terlihat sangat sederhana. Maafkan kekurang ajaran anakku tadi ya, aku harap masalah ini cukup sampai di sini, tidak usah sampai ke meja hijau"


Rani makin kesal dengan temannya itu.


Ia merasa cemburu dengan Putri. Di elu-elukan oleh para tamu undangan.


*Pesta sudah usai.


Semua tampak lelah.


"Putri, Kevin." panggil Hary di ruang keluarga itu.


"Kemarilah" ucapnya lagi.


Kevin dan Putri yang sudah mengganti pakaian mereka, duduk di sofa yang empuk itu.


"Putri, selamat datang di keluarga O'Leary. Mulai saat ini, kau tidak usah sungkan kepada kami. Anggap kami sebagai orang tuamu. Kau boleh minta apa saja kepada kami"


"Honey, aku sudah mengantuk, aku ingin masuk kamar duluan ya" ucap Rani, tapi Hary menariknya untuk duduk kembali.


"Honey, kau harus minta maaf pada menantu kita, kelakuanmu tidak baik, kau harus mengajarkan menantu kita perbuatan yang baik"


"Apaaa... Tidak. Aku tidak bersalah. Aku kan hanya memberinya sejumlah uang, karena mereka menikah atas dasar kontrak, perempuan ini hanya ingin uang Kevin."


Mendengar itu, Kevin dan Hary menatap sinis Rani.

__ADS_1


Plak...


sebuah tamparan mendarat di pipi Rani.


__ADS_2