Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Menolakku


__ADS_3

Kevin membawa Putri ke lantai 2 ruko itu.


Putri tetap menangis.


"Hentikan air mata bodoh itu. Aku memang jahat, aku memang kejam, aku memang bodoh. Aku menyimpulkan sendiri semua omonganmu. Put, aku juga tersiksa oleh perasaan yang aku miliki. Bukan hanya kamu. Tapi aku bodoh, aku egois. Aku lari dari kenyataan" Kevin duduk di bawah kaki Putri yang duduk di atas sofa.


"Hentikan air matamu. Maafkan aku. Aku laki-laki pengecut" tangan mereka saling menggenggam.


"Aku mencintaimu, Kevin. Maafkan perasaan ini. Tapi aku takut dengan status kita yang sangat berbeda jauh. Aku takut dengan semua omongan orang" Putri masih menangis.


Kevin terdiam menatap perempuan yang 5 hari lalu menolak dirinya.


Ia bangun, dan duduk tepat di samping Putri.


"Aku lebih mencintaimu." ia mendekap tubuh mungil itu.


"Mulai hari ini, tidak akan ada yang dapat memisahkan kita. Aku janji. Kau akan selalu bersamaku." Kevin memeluk dengan erat perempuan itu dan mencium keningnya.


"Kau tidak panas. Kau tidak sakit kan?" tanya Kevin mencium aroma kebohongan yang entah datang dari siapa.


"Sakit, aku tidak sakit. Siapa yang bilang aku sakit?" tanya Putri sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


"Itu.. si..." Kevin mendengar dengan pasti, Ajin mengatakan kalau Putri sakit.


"Aaahhh.. sialan itu. Pembohong. Akan aku kasih hukuman dia" lanjut Kevin


"Kau juga. Kenapa pakai baju seorang pasien, apa kau pergi ke kantor dengan pakaian seperti ini?" Putri memegang baju yang dikenakan Kevin.


"Oh. Aku, sedang istirahat saja. Selama ini, aku tidur di rumah sakit."


"Apa? Kau sakit?" teriak Putri.


"Ternyata, suaramu besar juga" Kevin terkejut dengan suara Putri yang biasanya pelan.


"Tidak. aku hanya berwisata saja di rumah sakit. Di sana enak, semua disiapkan oleh perawat-perawat yang cantik"


"Oh.. ini maksudnya. Kau mau memainkan perasaanku padamu? Setelah aku memendam kerinduan, kau malah asik-asik dengan perawat itu."


Kevin salah tingkah. Ia tidak bermaksud demikian. Tapi ia bingung sekarang, apa yang harus dia katakan. Kevin sangat senang, dengan kecemburuan Putri. Itu menandakan Putri menyayangi dirinya.


"Kau kan menolakku, saat itu. Jadi aku butuh perhatian." Kevin tertawa melihat Putri yang cemburu. Ia memeluk pemilik tubuh mungil itu.


"Sudah berapa hari, kau tidak mencuci rambutmu?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Oh.. sejak terakhir bertemu, sudah 5 hari" ucap Putri melebarkan senyumannya.


"Jorok sekali. Ayo cepat ganti pakaianmu, kita pergi ke salon." ajak Kevin.


"Tidak" sahut Putri.


"Kenapa? Kau jorok sekali. Mana ada laki-laki tertarik denganmu kalau kau jorok seperti ini" Kevin menebaskan rambut panjang Putri.


Huh.. desah Putri.


"Siapa yang mau pergi denganmu yang memakai baju rumah sakit begini? Nanti aku dibilang membawa pasien kabur. Aku tidak mau" Putri mendekap tangannya sendiri.


Kevin tertawa dan memeluk Putri.


"Apakah baju-baju ku masih di sini? Atau sudah kau buang?" tanyanya menatap mata Putri.


Putri menjadi salah tingkah dengan sikap Kevin. Ia mencoba melepaskan dirinya dari dekapan tangan Kevin.


"Ada.. Itu di sana. Akan aku ambilkan"


Muka Putri memerah, kemudian ia berlari menuju lemari pakaian yang ada di dalam kamarnya.

__ADS_1


Beberapa pakaian Kevin memang ada di ruko itu, Ajin memang sengaja melakukan itu.


"Pakailah" ucap Putri menuju kamar mandi. Ia mencuci mukanya karena sisa air mata yang ada di pipinya.


__ADS_2