Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Nyonya Kevin O'Leary


__ADS_3

Kevin dan Putri yang sudah berada di Jogjakarta, menikmati hari. Menjauh dari kesibukan.


Ayah mengajak Kevin berkeliling kampung,


"Jadi, ibu kandung Putri meninggal, saat Putri berusia 2 tahun. Kemudian ayah menikah kembali dengan adik ibunya Putri, karena Putri membutuhkan sosok seorang ibu, dan akhirnya mendapatkan Putra sebagai adik Putri." Ayah menceritakan masa kecil Putri yang menyedihkan. Kevin yang mendengarkan itu, makin salut dengan pribadi Putri.


"Ayah, Kevin titip Putri sementara waktu ya, Kevin takut, dia merasa sendiri di rumah. Kevin terlalu sibuk untuk seminggu ke depan. Nanti Kevin jemput kembali, Putri. Apakah boleh?" tanya Kevin.


Ayah mengangguk. "Tapi, bukan karena kalian sedang ada masalah kan?"


Kevin terkejut,"Tidak, yah. Hanya beberapa kali saja, Putri ingin sekali pulang ke sini. Dan seminggu ke depan, ada urusan Kevin yang mengharuskan meninggalkan Putri."


"Ya, Ndak apa.. Ayah percaya padamu" Sepanjang jalan, mereka menemui banyak orang yang menyapa mereka.


Ibu dan Putri sudah mulai masak di dapur. Aroma masakan ibu, membuat Putri merasa kelaparan.


"Sampai kapan kau di Jogja, nak?" tanya ibu lembut,


"Tidak tau, Bu. Putri mau menenangkan diri dulu di rumah, apakah boleh Putri lama-lama di sini?" ucap Putri, sambil menyantap tempe goreng buatan ibu.


Malam itu, akan di adakan pengajian di rumah keluarga Putri, sekalian memperkenalkan suami Putri ke saudara dan tetangga di sana.


Putri dan Kevin merasa bahagia bisa berkumpul di tengah keluarga yang sangar harmonis. Dan Kevin makin yakin, untuk meninggalkan putri sementara di sana, sambil menjalankan misinya dan Ajin.


"Hallo, brengsek. Dimana kau?" tanya Harry O'Leary kepada Kevin.


"Hai, Pi. Aku sedang mengunjungi keluarga Putri di Jogjakarta. Pi.. kapan kalian kembali ke Indonesia?" tanya Kevin.


"Mungkin 2 sampai 3 hari ke depan. Ada apa? Kau memiliki masalah yang genting, sehingga bertanya padaku kapan aku kembali ke Indonesia?"Harry O'Leary mulai curiga dengan pertanyaan Kevin. Anaknya itu sangat tidak perduli, dan terlalu cuek untuk bertanya seperti itu.


"Tidak, Pi"


"Sudahlah, aku tau apa yang terjadi. Mana menantuku?" tanyanya.


Kevin memberikan ponselnya kepada Putri.

__ADS_1


"Hi, Pi.. Sedang apa?"


"Sweetie.. aku sedang merindukan menantuku, bagaimana kabarmu? Sudah lebih tenang di sana?" pertanyaan Harry membuatnya terkejut.


Pikirannya melayang. Seakan dia tau, apa yang sedang terjadi.


"Aku baik-baik saja, Pi." ucapnya pelan.


"Baguslah, kau bersenang-senang saja, jangan dibawa emosi. Aku sedih melihat calon cucuku selalu tertekan. Aku ingin sekali segera menimangnya" ucapan Harry membuat lega hati Putri.


"Aku akan mengunjungi kalian," lanjut Harry


"Ya, Pi. Kami akan sangat senang sekali." ucap Putri.


"Kau jaga diri dan cucu papi. Sampai ketemu di Jakarta"


Putri menyerahkan ponsel milik Kevin ke tanga Kevin kembali. Kevin memeluknya.


"Aku iri padamu, setiap papi telepon, hanya untuk mencari kau saja" ucap Kevin sambil mencium kening Putri.


"Viin.." Putri melepaskan pelukan Kevin.


"Ya sudah, nanti di kamar saja, ya" ucapan nakal itu membuat Putri menggelengkan kepalanya.


Acara malam itu sudah selesai. Tatanan rumah sudah kembali ke asalnya. Saatnya meluruskan pinggang.


Kevin melihat Putri yang sudah memejamkan mata, menghampirinya dan mencium kening Putri. Baginya, Putri adalah wanita cantik yang terlambat ia temui. Seandainya saja mereka dipertemukan awal waktu, kejadian ini tidak akan membuat Putri sakit hati. Kedatangan Bernika yang tidak di duga-duga, membuat ia harus menjauh dari Putri sementara waktu.


"Aku akan tidur sendirian, selama kau di sini." ucap Kevin sambil memeluk Putri dan mencium bibir Putri yang menggiurkan.


Putri tersentak bangun.


"Viin" suara berat dan sexi itu, terdengar di telinga Kevin, saat Kevin menciumi perut Putri yang sudah menonjol.


"Sayang, maafkan aku. Aku membuat kau terbangun" Kevin kembali ke posisi awalnya di samping Putri.

__ADS_1


Putri menggelengkan kepalanya."Bukan salahmu, ini salahku, tidur duluan. Maafkan aku ya" ucapnya sambil mencium dada Kevin yang terlihat bidang saat Putri membuka kancing baju Kevin.


Kevin terpancing dengan aksi Putri, dan mereka menikmati malam panjang itu dengan penuh cinta.


Setelah mereka kembali menata nafas mereka, dan masih didalam selimut itu,


"Vin. Apa kau akan baik-baik saja saat aku di sini?"


"Aku akan baik-baik saja, hanya si Otong saja yang mungkin akan berontak, karena kau tidak ada di sampingnya" ucap Kevin tertawa


Putri menyentil Otong, Kevin merasa kesakitan.


"Tidak sayang, aku tidak apa-apa, kan ada Ajin, yang akan mengurus semuanya. Yang penting, aku mau kau selalu sehat dan bahagia. Tidak ada alasan kau sedih lagi. Besok aku pulang, karena pekerjaanku sudah menunggu. Nanti aku jemput kembali saat kau ingin pulang. Tapi ingat, kau tidak boleh nakal. Jangan melirik laki-laki lain, selama aku tidak di sampingmu" Kalimat itu sudah diucapkan saat mereka menjadi pasangan yang menandatangi kontrak bersama.


Putri mengingat itu, dan ia tersenyum.


"Kau tidak pernah berubah. Rasa cemburumu itu, buat aku kesal"


Kevin menatap Putri yang sedang berbaring


"Hei, nyonya Kevin O'Leary, kau tau, aku mencintaimu saat aku pertama kali bertemu denganmu. Jadi wajar, kalau aku cemburu"


"Jadi, kontrak itu?"


Kevin tertawa.


"Itu hanya alasanku, untuk terus bersamamu. Aku tidak bisa jauh-jauh darimu. Aku benar-benar mencintaimu, orang sombong"


Putri mencubit tangan Kevin.


"Dasar laki-laki gila"


"Ya, aku gila, karena kau aku gila" ucap Kevin.


Sebenarnya Putri tidak marah, ia malah senang mendengar pengakuan Kevin.

__ADS_1


"Dan aku akan semakin gila, saat kau dekat dengan laki-laki lain" ucap Kevin sambil mencium bibir mungil Putri.


**Tidak terasa sekarang sudah masuk ke episode 100. Terima kasih yang tetap setia pada novel ini. Semoga kebahagiaan kita selalu menghampiri kita. Jangan lupa tetap dukung novel ini ya.. Terima kasih semua😍😍😍


__ADS_2