Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Mami Rani


__ADS_3

Makan malam yang mereka rencanakan berjalan dengan lancar. Ikan bakar, sambel dan lalapan. Tak lupa jagung bakar. Malam itu Putri yang memilih menu.


Ponsel milik Ajin berdering. Ia menjauh dari tempat itu.


Sebuah informasi penting di dapat.


"Jadi, memang benar, si Abizar yang melakukan kiriman surat kaleng itu. Baiklah, besok saya sudah sampai di Jakarta, kita bicarakan lagi."


Kevin mendekati Ajin, "Ada apa?" tanyanya.


"Sudahlah, kita nikmati saja malam ini, oh ya, besok sore aku ada janji dengan seseorang, bagaimana kalau aku duluan pulang." Ajin membolak-balikkan ikan yang sedang di bakar.


"Ah, kita pergi bareng, pulang juga bareng, ya kan kak. Lagian aku ada tugas, Senin harus dikumpul, kita pulang besok jangan sore ya kak" pinta Putra.


Putri mengangguk tanda setuju. Sambil makan, Kevin melihat Putri yang makan dengan lahap, ia belum pernah melihat Putri makan selahap itu.


"Nah.. gini, aku kan senang melihatmu makan"


Putri hanya melempar senyumnya.


Ia asik dengan piring berisi nasi dan lauk pauk yang menggugah seleranya.


Malam itu mereka menghabiskan waktu dengan tawa canda. Sesekali, Ajin mencuri pandang, melirik Vena yang bernyanyi diiringi dentingan gitar yang dibawa Putra.


Setelah acara makan malam itu, mereka masuk ke dalam kamar masing-masing.

__ADS_1


"Vin, mami telepon." teriak Putri memanggil Kevin yang sedang berada di kamar mandi.


"Angkat saja, sayang" balas Kevin.


"Hallo, Vin. Mami punya kabar bahagia buat kamu, Bernika akan pulang ke Indonesia. Kau harus buat pesta untuknya." Rani langsung berbicara tanpa tau Putri yang sedang menerima panggilan itu.


"Maaf, mam. Kevin sedang di kamar mandi" ucap Putri yang shock.


"Oh, ya sudah, sampaikan ke Kevin, ia harus menelponku" tanpa basa basi, Rani menutup panggilan telepon itu.


Raut muka Putri, berubah.


"Mami bilang apa?" tanya Kevin dari belakang.


Putri terkejut dengan kehadiran itu.


"Tidak, kau diminta mami untuk menghubunginya" Putri menarik selimut. Entah kenapa, ia merasa sesuatu yang akan terjadi.


"Vin, siapa itu Bernika?" tanya Putri.


Kevin terkejut mendengar nama itu.


"Ah, sudahlah. Kita istirahat saja." ucap Kevin sambil memikirkan, kalimat apa yang sudah di dengar Putri dari mulut maminya.


Ponsel Kevin kembali berdering.

__ADS_1


"Hallo" ucap Kevin.


"Hai sayang, sudah tidur aja. Mami ada kabar bahagia."


Kevin bangun dari tempat tidurnya dan menjauh dari Putri.


"Bernika, kau masih ingat kan. Perempuan yang membuat kau patah hati. Dia menemui mami, dan menyesali perbuatannya padamu. Dan dia bilang, mau pulang ke Indonesia. Kau harus membantunya. Papinya sudah sakit-sakitan, dan dia harus mengurus semuanya sendiri". Rani mencoba membuka kenangan Kevin dan Bernika.


"Apa hubungannya denganku, mi?" tanya Kevin


"Kau kan anak baik, terima dia kembali." jawab Rani


"Mami, aku sudah menikah, dan sebentar lagi, aku akan mempunyai anak darinya" jelas kevin


"Apa kau yakin?"


"Mami, apa maksud mami? Sudahlah mam, aku ngantuk, aku lelah. Dan mami harus ingat, aku bahagia dengan Putri."


Kevin mematikan ponselnya.


Rani kesal dan marah.


"Kita tunggu saja, apa yang akan kau katakan begitu melihat penampilan Bernika sekarang." ucap Rani.


Kevin kembali ke tempat tidurnya, ia melihat Putri yang tertidur pulas, dengan perut yang sudah terlihat. Ia mengecup kening Putri. Ia takut, maminya akan berbuat sesuatu yang membuat luka di hati Putri. Kevin menyelimuti Putri kembali, dan ia pun tidur memeluk tubuh mungil itu.

__ADS_1


*sampai kapan si mami melukai hati Putri?


Ayolah vote sebanyak-banyaknya, biar Putri tidak sedih.🥰


__ADS_2