
Kesehatan Putri membaik, mertua laki-lakinya, mengirimkan dokter pribadinya, sehingga obat yang diberikan sangat ampuh. Selain obat itu, dukungan mertua laki-lakinya itu menjadi penguat dirinya. Hary O'Leary selalu menanyakan kabar menantunya itu. Putri merasa sangat bahagia, walau hanya mengantongi 1 restu.
Pekerjaan Kevin sudah selesai, kini saatnya mereka menikmati hari bersama.
"Sayang, waktu kita tinggal 3 hari lagi di sini. Apa kau mau mengunjungi papi dan mami?" tanya Kevin kepada Putri.
Sebenarnya Putri ragu.
Pertama berjumpa mami Kevin saja sudah membuat ia jatuh sakit. Apalagi ini.
"Tapi kalau kau keberatan, lain waktu kita kunjungi mereka"
Kevin tau, Putri masih shock atas kejadian tempo hari. Tapi Putri harus menghadapinya. Bila usahanya menemukan jalan buntu, ia akan pergi dari hidup Kevin.
"Aku ingin kita berusaha mendapatkan restu orang tuaku. Tapi, aku butuh dukunganmu untuk mewujudkan semuanya. Apakah kau akan setia mendampingiku? Apakah kau akan meneruskan cita-cita kita mewujudkan rumah tangga bersamaku?" tanya Kevin.
"Tapi, bagaimana bila mami tidak merestui?" tanya Putri.
"Aku punya cara lain. Yang aku butuhkan saat ini, dukunganmu, sebagai pendampingku. Yakinlah, kita akan mendapatkan restu itu."
__ADS_1
Putri menggenggam tangan Kevin, dan ia menyetujui kesepakatan itu. Ia mencoba untuk bertahan, demi Kevin.
Keesokan hari, Kevin menelpon Hary O'Leary, gan mengabarkan kalau mereka akan kembali ke rumah kediaman Hary O'Leary.
Tentu kedatangan mereka sangat ditunggu 2 orang pria di sana. Hary dan Andre sangat antusias sekali. Tapi sangat berbeda dengan Rani. Ia masih ogah-ogahan membuat pesta itu.
"Andre, kami akan tiba di sana sore ya. Kemana mami dan papi?" tanya Kevin lewat ponselnya.
"Mami dan papi sedang membeli sesuatu untuk kak Putri."
"Apakah sikap mami sudah menerima Putri?"
"Tapi, kau tidak boleh terlalu dekat dengannya, jangan sekali-kali menggoda istriku" ucap Kevin ketus.
Andre tertawa mendengar kalimat itu.
"Kau gila, aku sudah cukup kapok dengan kejadian lalu. Tapi kau harus tetap mengawasi istrimu, bang."
"Baiklah, kami akan bersiap."
__ADS_1
Setelah Kevin mematikan ponselnya, ia kembali terdiam. Bagaimana kalau maminya mengucapkan kata-kata yang menyakitkan lagi. Ia harus berjaga dengan keras.
*Sore hari, mereka bersiap keluar dari kamar itu. Putri sudah menyiapkan beberapa perlengkapan mereka.
"Vin, kita beli kue kesukaan mami dulu ya, di depan. Aku tau kalau mau suka kue di depan itu." ajak Putri.
Kevin hanya tersenyum melihat istrinya yang mungil sudah kembali ceria. Ia tak pernah melepaskan genggaman tangannya dan Putri.
Selama di perjalanan, Putri memandangi jalanan yang baru ia lihat dengan rasa senang, tapi tidak dengan Kevin. Kekhawatiran yang berlebihan sekarang lebih besar, seiring jarak rumahnya yang semakin dekat.
"Are you ready, Put?" tanya Kevin
"Yes i am, as long as you always beside me" tangan itu tidak bisa membohongi bahwa Putri sebenarnya sangat-sangat takut dan grogi.
Pintu mobil dibuka, Kevin dan Putri berjalan beriringan, dan di sana sudah ramai teman dan kerabat keluarga Hary O'Leary. Mereka sangat terkejut dengan pesta kejutan itu.
Putri memeluk lengan Kevin sangat erat.
"Aku salah kostum, Vin" ucap Putri sedikit shock. Baru saja sampai di rumah keluarga O'Leary, ia sudah dibuat menjadi orang aneh.
__ADS_1