Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Kau yang akan mengurusku


__ADS_3

Vena dan Putri sangat menikmati hari bersama. Putri membantu merapikan rumah Ajin. Tak terasa hari sudah menunjukkan pukul 5 sore.


"Sebentar lagi, mereka pulang," ucap Putri.


Baru saja berkata demikian, 2 orang laki-laki, yang mereka tunggu sudah ada di pintu.


"Sayang, sudah siap? Ayo kita pulang, kita harus siap-siap berangkat" ajak Kevin kepada Putri.


Putri segera berpamitan kepada Ajin dan Vena.


"Selamat menjadi ibu rumah tangga baru. Dan selamat melayani suami" bisik Putri terkekeh-kekeh kepada Vena.


"Kami pulang ya" Kevin dan Putri melambaikan tangan.


"Sampaikan salam kami kepada om dan tante, ya. Semoga om lekas sembuh" Ajin berteriak.


Mobil yang dilajukan Kevin sudah tidak nampak lagi.


"Ayo, yang." ajak Ajin sambil menggandeng tangan Vena, dan mengunci pagar.


"Ngapain aja tadi, yang? Sampai nyonya muda itu terkekeh geli?" tanya Ajin setelah mengunci pintu lalu duduk di depan ruang televisi.


"Oh, gak kok. Capek hari ini?" tanya Vena.


"Capek, tapi kalau untuk bermain denganmu tidak capek" Ajin menggendong Vena masuk ke dalam kamar.


Hanya teriakan yang terdengar, dan lama kelamaan suasana menjadi hening.

__ADS_1


Sementara Ajin dan Vena masih melakukan yang pengantin baru kerjakan, Putri dan Kevin, sibuk dengan barang-barang yang akan dibawa, dibantu oleh si mbak.


"Ahh, selesai." Putri melihat jam sudah menunjukkan pukul 06.45.


"Saya pamit dulu ya non" si mbak keluar dari kamar itu.


"Vin, kau sudah mandi?" tanya Putri.


"Belum, aku menunggu perintahmu" jawab Kevin seenaknya.


"Cepatlah pergi, kita harus segera berangkat. Abis kau mandi, aku yang akan mandi"


"Mempersingkat waktu, cepat kita mandi bersama" alis mata Kevin dinaikkan, menandakan sesuatu.


"Tidak, cepat sana" tunjuk Putri


"ah, galak sekali istriku ini, baiklah kalau begitu" Kevin bangun, tapi bukan ke arah kamar mandi, dia menopang tubuh mungil itu ke dalam kamar mandi.


Barang-barang sudah dimasukkan di dalam mobil.


"Mbak, kami belum tau kapan pulang, semoga saja papi tidak apa-apa, jaga rumah ya." ucap Putri, sambil menggenggam tangan si mbak.


Perjalanan panjang menuju UK, membuat mereka lelah. Tapi, lelah itu berubah menjadi bahagia, ketika mereka tiba di kediaman keluarga O'Leary.


Mami Rani dan Andre menerima kedatangan mereka.


"welcome home," sapa Rani memeluk keduanya.

__ADS_1


"Where is papi, mam?" tanya Kevin.


"He is still sleeping, at bedroom" Rani menunjuk ke arah kamar mereka.


"Papi menunggu kalian, cepat ke sana" perintah Rani.


Kevin dan Putri segera menuju kamar yang di tunjuk, diikuti oleh Rani dan Andre.


"Pap.." Kevin melihat laki-laki yang tegap itu terbaring lemas.


"Kalian sudah datang?" tanya Harry O'Leary yang sangat senang melihat anak dan menantunya sudah datang.


"Pi, tidur saja." ucap Putri.


Rani duduk di samping Harry.


"Iya Pi, istirahat dulu."


"Aku sudah sehat, bawel. Lihatlah, anak dan menantuku sudah datang, aku sehat. Kau lihat?" Harry menepuk dadanya.


"Honey.." Rani menghawatirkan kondisi Harry.


"Aku senang sekali, akhirnya anak-anak yang sibuk ini datang mengunjungiku. Kalian istriahat dulu, nanti kita pesta barbeque" Harry ingin berdiri, tapi ternyata ia belum kuat. Semua sangat menghawatirkan kondisi Harry.


"Ya, Pi. kita akan pesta barbeque, tapi papi harus sehat dulu." ucap Putri.


"Baiklah, aku akan istirahat dulu, tapi berjanjilah, kau akan menjagaku kan, sweetie? Kau yang akan mengurusku?" tanya Harry.

__ADS_1


"Ya, Pi. Selagi Putri di sini, Putri yang akan mengurus papi." Putri menggenggam tangan Harry, dan mencium punggung mertuanya itu.


Rani, Andre dan Kevin, sangat terharu melihat pemandangan itu. Mereka saling berpelukan.


__ADS_2