Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
3 porsi


__ADS_3

"Kapan terakhir nyonya haid?"


tanya dokter kandungan itu.


"kira-kira, tanggal 5 bulan Juli kemarin dok."


"Kemungkinan besar anda hamil, baiklah, kita akan periksa dulu ya. Silahkan ikuti suster ini ya" dokter itu meminta perawat untuk mengambil tes urine.


Kevin mengikuti Putri dan perawat itu.


Setelah selesai, Putri kembali ke ruang pemeriksaan itu.


Perawat memberikan gel ke atas perut Putri, dan mulai memeriksa rahim Putri.


"Memang ada pengembangan di rahim nyonya. Semua bagus" Dokter itu melepaskan sarung tangannya dan kembali ke mejanya.


Dimeja itu sudah ada hasil pemeriksaan urine.


"Selamat ya pak. Anda akan menjadi seorang ayah. Untuk saat sekarang ini, hormon istri anda akan berubah-ubah, anda harus menyikapi dengan sabar. Intinya, bapak harus memiliki kesabaran tinggi ya pak, dan bapak harus menjaga perasaan istri anda, beberapa perempuan yang sedang mengandung, memiliki tingkat emosional tinggi. Jangan biarkan istri anda merasa sedih atau tertekan" dokter itu tersenyum.


" Beberapa perempuan merasakan morning sick, karena perubahan hormon itu. Ada beberapa yang terus menerus merasakan mual yang berlebihan. Seandainya istri anda seperti itu, cepat bawa kemari ya, apakah ada pertanyaan?" lanjutnya


"Baik dok, terima kasih. Tadi saya pulang kerja, melihat istri saya sedang muntah-muntah. Saya takut ada apa-apa dengan istri saya"


"Wah, berapa kali, nyonya merasakan mual hebat dalam hari ini?" tanya dokter.

__ADS_1


"Ketika suami saya pulang, itu ke tiga kalinya saya muntah, dok. Padahal tidak ada isinya, tapi mualnya luar biasa"


"Tapi, apakah masih bisa makan dan minum?" tanya dokter lagi.


"Tidak, dok. Bau nasi saja, saya mual. Dan saya belum makan nasi dari pagi" jelas Putri.


Kevin terkejut, dan melihat ke arah Putri.


"Nyonya bisa mencari selera ya, bilang aja sama suaminya, pasti diikuti, bukan begitu, pak?" ucap dokter itu sambil menulis resep.


"Saya buatkan resep penguat rahim dan vitamin ya. Kalau ada apa-apa, silahkan konsultasi ke saya. Bulan depan, kita lihat lagi ya, apakah janinnya berkembang atau tidak"


Kevin berjabat tangan dengan dokter itu, dan mereka berpamitan keluar ruangan.


"Vin, kenapa diam saja? Kau marah padaku?" tanya Putri di mobil.


Kevin menggeleng.


"Kau bohong, aku kenal kau bukan sehari deh. Kau marah?" Putri memegang perutnya.


"Pap marahin mam nak, Mam sedih" ucapnya dengan rasa sedih.


Kevin berbalik


"Justru pap yang sedih, mam tidak makan. Bagaimana mam dan kamu akan sehat, kalau kalian tidak makan?" ucapnya sambil memegang perut Putri.

__ADS_1


"aku mau makan, tapi disuap sama kamu aja" Putri tersenyum lebar, ia tau bagaimana mencairkan suasana, dan membuat kevin tidak cemberut lagi.


"Mau makan apa, sayang?"


"Aku mau makan kwetiau, boleh?"


Bukannya beli seporsi, malah Kevin membeli 3 porsi.


"Untuk siapa saja ini?" tanya Putri sambil menunjuk bungkusan yang ada ditangannya.


"Untuk kamu lah.. kau harus banyak makan, di rahimmu ada anak kita yang butuh makan juga"


"Tapi, aku tidak akan habis, bisa-bisa aku muntah kekenyangan" Belum apa-apa, Putri sudah membayangkan yang akan terjadi.


"Kan tidak harus langsung dihabiskan, bisa nanti lagi, setelah mandi. Aku kan belum mandi." Kevin menarik wajah Putri dekat-dekat.


"Iih... gak usah mandilah. Nanti baunya ilang"


ucap Putri.


"Maksudmu?" tanya Kevin


"Aku mau tidur dengan aroma tubuhmu yang sekarang" ucap Putri mencium dada Kevin dan menyender di dada Kevin.


Pak sopir yang hanya bisa melihat keuwuan majikannya, cuma bisa tersenyum dan mengintip dari balik kaca.

__ADS_1


__ADS_2