Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Kedatangan mami


__ADS_3

"Nanti aku jemput kakak, waktu makan siang, bagaimana?" tanya Andre.


Putri menoleh ke arah Kevin, meminta persetujuan darinya. Kevin mengangguk.


Hari itu, schedule Kevin sangat padat. Sampai ia tidak bisa menghubungi Putri. Tapi, Putri pun saat ini sangat senang menikmati keindahan tempat itu.


"Kak.. apakah kalian ada rencana mengunjungi mami?" tanya Andre sambil menggigit es krim yang sudah dipilihnya.


"Pasti. Aku hanya menunggu waktu sampai abangmu tidak sibuk. Dimana mami sekarang?"


"Sebenarnya, mami sedang ada di sini. Apa kakak mau menemuinya seorang diri sekarang?"


Muka Putri langsung berubah.


"Tidak, aku tidak bisa sendiri. Aku takut"


Bukan takut untuk menjumpai ibu mertuanya, tapi Putri takut untuk mendapati kenyataan bahwa ia tidak diterima oleh keluarga itu. Ia sedang menikmati masa pacaran setelah menikah. Dan ia sangat mencintai Kevin.


"Apa yang kakak takuti? Aku malah takut, kalau mami murka, maka ia akan bertindak yang aneh-aneh." Andre mengingat kejadian percobaan penculikan terhadap Putri kemarin. Dan sekarang, ia ingin melindungi kakak iparnya dari tangan maminya.


"Aku tidak berpikir, kalau mami akan bertindak yang salah."


"Kakak ini aneh. Belum pernah bertemu dengannya, tapi sudah menyimpulkan seperti itu"

__ADS_1


"Aku yakin, mami orang yang baik, karena, sifatmu dan abangmu juga baik, pasti sifat itu dimiliki oleh mami. Ya kan?" Ucap Putri sambil menghabiskan ea krim yang ada di tangannya.


"Andre, setelah ini, antarkan aku belanja, aku ingin masak untuk abangmu. Di kamar hotel itu kan ada dapur kecil. Walau tidak leluasa, tapi setidaknya, aku bisa membuatkan ia sarapan yang benar"


Andre semakin bangga dengan keputusan Kevin memilih Putri sebagai istrinya.


Andre mengajak Putri ke tempat yang ada pengamen jalanan. Suara mereka sangat indah.


Malam itu, Putri merasa lelah karena seharian ini, ia habiskan dengan berkeliling jalan di sekitar hotel.


Jam di dinding hotel itu, sudah menunjukkan pukul 8 malam. Tapi, Kevin belum juga menunjukkan bahwa ia akan segera pulang.


Ia membuka ponselnya.


"Hai pengantin baru, bagaimana keadaan di sana? Semoga pulang nanti membawa kabar kalau aku akan menjadi seorang aunty."


Kemudian, ia membuka pesan dari ibu.


"Semoga pernikahanmu langgeng ya nak. Dan ibu akan segera menimang seorang cucu"


Putra juga mengirimkan pesan.


"Kak.. aku rindu, aku tau pada saatnya, kakak akan bahagia bersama bang Kevin."

__ADS_1


3 pesan pertama yang ia buka membuatnya tersenyum lebar.


Ketika ia hendak membuka pesan dari nomor tak dikenal, keburu pintu kamar berbunyi. Putri langsung melompat dan berlari, karena ia harap yang datang adalah suaminya.


Ternyata Andre.


"Kak.." ucap Andre.


Andre tidak sendiri. Ia bersama seorang wanita separuh baya yang cantik dan 2 orang pengawal. Putri bingung.


Andre memeluk tangan Putri.


"Kak.. itu mami" bisik Andre


Putri menutup mulutnya karena kaget.


"Ma. ma.. mami?" bisiknya lagi ke Andre.


Andre mengangguk.


Putri menghampiri perempuan yang sudah duduk di sofa kamar itu, dan mencoba mencium tangannya. Tapi tangan itu keburu di tarik kembali.


"Mami..." suara Andre terdengar cukup keras.

__ADS_1


"Kenapa kau membela perempuan yang tidak tau asal usulnya ini? Apa kau sudah membela abangmu? Dan apa kau juga sudah terpikat oleh kepolosan palsu perempuan ini?" ucap ketus perempuan paruh baya itu. Kalimat itu menyakitkan untuk Putri.


__ADS_2