Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Tangisan kekecewaan


__ADS_3

"Hai sayang, ada apa menelpon Tante" ucap Rani.


"Hai, Tante, aku habis dari kantor Kevin. Tante jahat, tidak bilang padaku, kalau Kevin sudah menikah" Bernika tampak kesal.


"Hei, sabar, dengarkan Tante, mereka tidak bersungguh-sungguh menikah. Hubungan mereka hanya sebatas kontrak saja. Kevin menikahi perempuan itu karena marah. Ia selalu aku desak untuk segera menikah. Makanya ia bawa perempuan itu kehadapan om dan Tante, dan memperkenalkannya sebagai istri sahnya. Tapi Tante punya bukti kok. Sudah, kalian bisa kembali, Tante yakin kalian sangat cocok satu sama lain." Rani meyakinkan dan meredakan emosi Bernika.


"Tante, yakin?" tanya Bernika.


"Yakin. kau tenang saja, sudah jangan emosi. Bukankah kalian harus bekerja sama. Temui lagi Kevin. Tante akan menelponnya dan memintanya berbicara kembali denganmu"


Sementara Putri masih menangis di atap kantor Kevin, ditemani Ajin, ia merasa hancur dengan perlakuan Kevin.


"Aku tidak menyangka, sahabatmu akan memperlakukan aku seperti ini" tangis Putri tidak terbendung. Kekecewaannya sangatlah dalam.


"Kau salah, aku tau siapa Kevin." ucap Ajin dari kejauhan.


"Kau, selalu menutupi kesalahan dia. Sampai kapan kau berbohong seperti ini" ucap Putri.


"Mau kemana kau?" tanya Ajin melihat Putri jalan sempoyongan.


"Tidak tau, yang pasti, aku tidak akan pulang ke rumah itu" ucap Putri menghapus air matanya.


"Aku akan membawamu ke tempat Vena" ucap Ajin mendahului Putri.


Sebenernya, Putri juga tidak tau harus kemana. Tapi, ucapan Ajin ada benarnya. ia akan kembali ke kos-kosan mereka dulu.

__ADS_1


Sampai di depan kamar Vena, Putri memeluk Vena dan menangis. Vena yang bingung, dan ia akhirnya mengajak Putri masuk ke kamarnya. Ajin menunggu di depan kamar kos-kosan vena.


Putri merebahkan badannya di atas kasur milii Vena. Ia merasa lelah dan shock hebat hari ini. Vena lega, akhirny Putri tenang.


"Bagaimana keadaan nyonya Putri?" tanya Ajin.


"Sudah lebih baik, ia istirahat di dalam. Ada apa sebenarnya?" tanya Vena.


"Ini yang aku takutkan, yang kemarin aku bicarakan. Sekarang bom itu sudah diledakkan satu persatu" Ajin menutup matanya.


"Kau harus menjaganya." ucap Ajin lagi.


"Aku akan pergi, sebentar, membeli makanan untuk nyonya Putri." ucapnya dan kemudian ia berlalu.


Vena membersihkan tempat itu, ia tidak mau ada debu sehingga Putri menjadi sakit.


Tak lama, Ajin datang membawa banyak makanan. "untuk apa semua ini?" tanya Vena.


"Sudahlah, kau bawa masuk saja. Kalau nyonya Putri menginginkan sesuatu, kabari aku." ucap Ajin menyerahkan barang-barang ke tangan Vena.


Ajin mengeluarkan sejumlah uang. "kau simpan ini, saat dia perlu sesuatu, kau gunakan ini" pinta Ajin.


"Aku masih ada uang kok, kau tidak perlu repot-repot seperti ini. Aku akan menjaga sahabatku." ucap Vena mengembalikan uang itu ke tangan Ajin, sehingga tanpa mereka sadari, mereka sudah saling berpegang tangan. Sampai akhirnya mereka sadar, dan melepaskan tangan satu sama lain.


"Maaf" ucap Ajin.

__ADS_1


"Aku tinggal. Nanti Kevin mencariku" Ajin langsung pergi dari sana.


Vena masuk dan mulai mencari bahan yang akan ia masak, saat ia masak. Putri mendekatinya.


"Aku pikir kau tidur, put" ucap Vena memeluk sahabatnya itu


"Mana bisa aku tidur dalam keadaan seperti ini, ven. Aku tidak bisa berpikir, apa yang akan terjadi padaku dan anakku" ucapnya.


"Ceritakan apa yang terjadi, mungkin akan mengurangi bebanmu" ucap Vena sambil memotong ayam. Ia akan masak SOP ayam.


Putri menceritakan semua sambil kembali menangis. Putri kembali memeluk sahabatnya.


Ponsel Putri berdering.


Vena melihat nama yang tertera di sana.


Papi Harry O'Leary.


"Angkatlah, bicara padanya. Ceritakan semua"


"Tidak ven, itu akan mempersulit keadaan."


"Tidak put, kau tidak bisa seperti ini, mertua laki-lakimu sangat sayang kepadamu, bicarakan padanya"


*Apakah Putri akan menceritakan kejadian kepada papi mertuanya? Makin deg-degan ya. Terimakasih untuk semua pembaca yang masih setia menunggu lanjutan ceritanya, karena cerita ini masih on going, diharapkan tetap menunggu, ya.. salam sayang semuanya😍😍

__ADS_1


__ADS_2