
Matahari menunjukkan jati dirinya, Putri segera keluar dari kamar, ia membuatkan sarapan untuk seluruh keluarga.
Seseorang menutup matanya.
"Siapa?" tanya Putri. Ia yakin itu bukan Kevin,
"Good morning kakak ipar" sapa Andre.
"Dari mana kau semalam? Kakak tidak melihatmu semalam"
"Aku harus menyelesaikan pekerjaanku, kak. Bagaimana pesta semalam?" Kevin mengambil gelas dan menuangkan teh hangat buatan Putri.
"Berjalan lancar"
"Bagaimana mami?" sebenarnya ia hanya ingin memastikan kalau maminya sudah menerima kakak iparnya itu.
"Baik, mami sangat menyukaiku." jawab Putri berbohong, ia mengalihkan pembicaraan.
"Bagaimana kerjaanmu?" tanya Putri yang meletakkan nasi goreng di mangkuk besar.
"Semalam take yang terakhir. Dan setelah itu, ada pesta kecil karena film itu selesai dibuat"
ehem.
Dehaman itu berasal dari suara Kevin.
__ADS_1
"Kau sudah bangun, Vin?" tanya Putri
"Ya, aku terbangun karena guling kecilku menghilang dari sisiku" jawab Kevin sambil memeluk istrinya itu.
"Kalian, bisa tidak, jangan bermesraan di depanku. Selalu jadi nyamuk kalau kalian sudah bersama" Andre duduk di meja makan.
Bukannya Kevin melepaskan pelukan itu, ia malah menciumi semua sisi dari muka Putri.
"Viiin.. sudah..." Putri menggeliat geli.
Ehem..
Dehaman papi yang mendekati Kevin dan Putri.
"Hm.. menantuku membangunkanku dengan aroma nasi goreng ini rupanya" ucap Hary yang berjalan sambil bergandengan tangan dengan Rani.
"Good morning, mam, dad" Andre memeluk keduanya.
"ayo kita duduk, kak Putri sudah membuatkan kita sarapan." ucap Andre.
"Kalian saja, ya. Mami mau mandi saja dulu" ucap Rani.
"Honey... kau tau kan, aku tidak pernah mau sarapan sendiri. Duduklah bersamaku. Atau kau ingin aku pangku?" ucap Hary sambil menarik tangan Rani.
Dengan sigap, Putri melayani seluruh keluarga itu. Dengan senyum yang indah, Kevin membuktikan kepada maminya, kalau Putri adalah istri yang baik untuknya.
__ADS_1
"Terima kasih sweetie.." ucap Hary ketika sepiring nasi goreng itu diletakkan di depan mejanya.
"Hm.. enak sekali. Honey, bukankah kau selalu merindukan nasi goreng yang dibuat oleh tangan orang Indonesia, sekarang impianmu terwujud. Lihat, menantu kita yang membuat langsung. cicipilah" Usaha Hary untuk meluluhkan hati istrinya selalu ia lakukan.
Rani sebenarnya enggan. Tapi, suapan Hary membuat ia tidak ingin menolaknya. Ia takut kejadian semalam terulang kembali.
"enak" kata pertama yang ada di dada Rani saat itu. Tapi dia malu untuk meminta suap lagi.
Rani menuangkan teh hangat untuk semuanya.
"Sayang, makanlah dulu. Kau sibuk sekali menyiapkan semuanya. Ini" Kevin menyuapi nasi goreng itu ke Putri.
Putri tersenyum.
"Terima kasih, Vin" ucapnya.
"Pantas saja, Abang jatuh cinta kepada kak Putri, selain cantik, kak Putri pandai mengurus bang Kevin." ucap Andre yang mengambil nasi goreng lagi ke piringnya.
"Bilang saja kau lapar, Ndre.. " celoteh papi membuat semua tertawa, Rani hanya tersenyum melihat candaan Andre.
"Nah.. mami cantik kan kalau tersenyum lagi. Sayang sekali, mami sekarang jarang tersenyum"
Mendengar itu, Rani mengembalikan bibirnya kembali menjadi datar.
"Lepaskan tawamu, kalian tau, papi pertama kali jatuh cinta pada mamimu, karena senyumannya itu, membuat papi tidak bisa melupakannya. Kau ingat ketika pertama kali aku berjumpa denganmu di tugu Monas?" tanya Hary.
__ADS_1
Rani mengangguk dan tersenyum pada suaminya. Hary mengecup kening Rani, dan memeluknya.
"Honey, aku gerah dan ingin berendam sebentar. Kau juga sudah selesai. Aku duluan ya" Rani mengecup kening suaminya, dan berjalan menuju kamar utama.