Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Ajin dan Vena


__ADS_3

Mobil yang sudah lama parkir di depan ruko itu, hanya memperhatikan gerak-gerik orang yang lalu lalang. Setiap pintu ruko terbuka, jantung Ajin berdegup kencang.


"Jangan lupa hampiri Vena. Putri sudah mengabari Vena kalau kau akan menjemputnya" pesan Kevin.


Ajin makin gugup.


Ia memutuskan untuk turun, dan duduk di depan ruko. Sebenarnya ia enggan, tapi karena Kevin adalah bosnya, mau tidak mau, dia melakukan perintah itu.


"Hai, Jin.." sapa Vena, membangunkan Ajin yang tertidur sejenak, karena menunggu Vena.


"Waaahh... cantik sekali" hati kecil Ajin berkata, ia melihat Vena dengan dress berwarna pink muda, ada di hadapannya.


"Seandainya, setiap hari ada seorang bidadari membangunkan aku seperti ini" Ajin menggelengkan kepalanya, dan menghapus angan-angan yang membuatnya berhalusinasi.


"Hei.." tangan Vena digerakkan ke kanan dan ke kiri, di hadapan Ajin.


Ajin sadar kelakuan bodohnya.


"Hei" balasnya


"Kau sudah lama di sini? Kenapa tidak menunggu di dalam saja, di luar kan dingin" ucap Vena


"Oh. eh.. tidak apa. Apa kau sudah siap?" tanya Ajin.

__ADS_1


Vena mengangguk.


"Ruko sudah di kunci?" tanya Ajin lagi.


Vena memperlihatkan kunci yang ada di tangannya.


"Ini"


"Baiklah, kita bisa pergi sekarang?" tanyanya datar.


Ajin jalan duluan, ia tidak sadar kalau sedang berjalan bersama seorang perempuan yang harus dilindungi. Kemudian ia masuk ke dalam mobilnya.


"Astaga, Vena" ia baru teringat, kemudian ia keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Vena.


"Maafkan aku" ucapnya kikuk.


Ketika lagu lawas terdengar dan tak asing bagi Vena, ia bermaksud membesarkan volume suara, tapi ternyata Ajin juga tanpa sadar melakukan hal yang sama, hingga tangan mereka bersentuhan.


Mereka sama-sama melepaskan tangan masing-masing.


"Maaf" ucap Vena


"Aku yang seharusnya minta maaf, aku tak seharusnya melakukan itu" ucap Ajin sambil menggaruk kepalanya yang tidak sedang gatal.

__ADS_1


Vena tersipu malu. Sejak 2 tahun lalu, kejadian yang menyakitkan baginya, karena penghiatan pacarnya yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, ia menjadi cuek dengan yang namanya laki-laki. Padahal, mereka sudah berniat untuk ke jenjang serius, saat itu usia Vena berumur 25 tahun. Dan akhirnya ia bertemu dengan Putri yang menemukannya sedang kacau, sejak saat itu, mereka bersahabat layaknya saudara sampai saat ini. Usia Putri dan Vena pun hanya selisih 1 tahun, membuat mereka akrab.


"Perempatan depan, belok kiri ya. Ada soes kesukaan Putri di sana" ucap Vena menunjuk ke arah perempatan jalan.


Ajin menuruti ucapan Vena.


Setelah sampai, Ajin memarkirkan mobilnya,


"Kau tunggu di sini saja. Aku akan sebentar saja" ucap Vena, sambil melepas save belt.


"Apakah jauh dari sini?" tanya Ajin


"Tidak, itu, masuk gang itu saja. Kau tidak usah turun, terlalu merepotkan" Vena turun dari sana.


Ajin hanya mencuri pandang ke arah Vena yang turun dari sana.


"Kenapa dia memakai dress seperti itu, bisa-bisa ia memancing pandangan laki-laki yang usil" Ajin berbicara sendiri di dalam mobil.


"Sebaiknya aku turun saja, dari pada nanti dia diganggu laki-laki." rasa penasaran dan ingin melihat Vena, membuat ia melepaskan save belt, dan mencari tempat yang ditunjuk oleh Vena. Matanya keliling mencari sosok perempuan itu, tapi ia tidak menemukannya.


"hei.. jangan dekati aku, atau aku akan berteriak" suara itu terdengar sangat samar.


Ajin sepertinya mengenal suara itu.

__ADS_1


Ia berlari menuju suara itu. Dan mencari di setiap sudut gang itu. Tapi, kenapa suara itu tidak terdengar lagi.


*Apa yang terjadi? Wah wah wah.. makin penasaran kan? Kuy, jempol dan vote kalian sangat aku tunggu, semakin banyak vote yang dikasih, aku semakin semangat. Thank you, yang sudah kasih semangat aku😍😍


__ADS_2