
Pembukaan les privat vocal dimulai, dan Kevin memberi support yang sangat besar untuk Putri.
Putri dan Vena sangat bahagia.
Siswa yang dulu di tempat lama, kembali belajar bersama mereka, dan tentunya atas rekomendasi dari Kevin, tempat itu makin ramai.
Dan tidak pernah 1 malam pun terlewati mereka mengisi waktu bersama. Sampai akhirnya, Putri merasa sangat lelah.
"Ada apa dengan suaramu? tanya Kevin
"Sepertinya aku tidak sehat. Malam ini, aku izin tidak menemanimu ya" jawab Putri sambil batuk. Flu berat melandanya.
Kevin langsung menancap gas dan menemui Putri.
"Untung aku punya konci tambahan." gumam Kevin.
Ia melihat Putri yang sedang menarik selimutnya. Badan Putri panas.
"Bos.. maaf aku tidak bisa pergi malam ini" ucap Putri lirih.
"Diam, dan beristirahatlah." Kevin memegang tangan Putri. Ia mengambil air minum untuk Putri dan obat yang dibawanya.
"Bangun, minum obatmu dulu" ucap Kevin penuh cinta.
Putri menurutinya.
__ADS_1
"Pulang dan istirahatlah" ucap Putri.
"Tidak, aku akan menjagamu. Tidurlah."
Kevin merentangkan tangannya sebagai ganti bantal untuk Putri. Ia takut terjadi apa-apa dengan Putri kalau ia jauh darinya.
Sesekali, tangan kanan Kevin meraih kompres yang ia siapkan untuk Putri. Sampai akhirnya mereka tertidur bersama.
Pagi itu, Kevin belum bangun dari tidurnya, tapi, Putri sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk mereka.
Kevin yang gelagapan, karena Putri tidak ada di sisinya, mencoba mencari Putri yang ternyata sudah ada di meja makan, menunggu sang Bos bangun.
"Selamat pagi, bos. Sebelum ke kantor, sarapan dulu ya"
Kevin memeluk Putri.
Putri yang awalnya bahagia mendapat pelukan hangat itu, tiba-tiba mendorong tubuh Kevin.
"Ya, maaf. Aku memang bawahan kamu. Tapi kan aku mana tahu kalau akan sakit" ucapnya pundung.
Kevin tertawa.
Sebenarnya ia tidak bermaksud mengatakan itu.
Tetapi, ia takut ketahuan oleh Putri, kalau ia memang sudah jatuh cinta, saat ia sadar dari kecelakaan tempo hari.
__ADS_1
"Malam ini, kita harus menghadiri pesta Bu Maryam. Salah satu kolega mami. Kamu siap-siap saja. Nanti aku jemput" ucap Kevin.
"Pantas dia baik semalam, ternyata, ia ingin aku mendampinginya malam ini" pandangan Putri kembali sinis melihat Kevin yang asik menyeruput kopinya.
Sore hari, Putri sudah dijemput oleh Kevin.
"Aku titip tempat ini ya, aku harus melayani majikanku" ucap Putri sungut kepada Vena.
Vena yang melihat gerak gerik sahabatnya, sangat senang melihatnya kembali tersenyum dengan laki-laki, ia bisa melihat ada cinta di mata Putri.
"Pakai ini, aku sudah membelinya tadi" ucap Kevin.
"Tapi, baju kemarin saja masih bagus kok."
"Dasar perempuan aneh. Dikasih baju saja tidak mau. Pakai saja. Jangan lama-lama berdandannya. Vena, tolong bantu Putri menjadi perempuan cantik" ucap Kevin sambil membuka layar ponselnya.
Putri dan Vena masuk ke dalam.
"Begitulah dia, bos gila. Menyesal aku menolongnya malam itu" ucap Putri.
"Tapi aku melihat cinta dimatamu. Lagian, bukankah itu typemu, put?" tanya Vena.
"Sudah.sudah. Bantu aku mengenakan pakaian ini. Dan aku tidak bisa dandan. Tolong ya ven.." bujuk Putri.
Kevin membuka layar ponselnya.
__ADS_1
"Mami.. ah.. Kenapa mami masih menginginkan aku kembali dengan kencan buta. Aku bisa memilih pasanganku sendiri."
"Bos" sapa Putri.