Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Perempuan sederhana


__ADS_3

"Andre" Putri membuka matanya, kemudian ia melihat Andre duduk di depannya.


"Kakak sudah sadar?" tanya Andre mencoba membantu Putri duduk


"Apa yang terjadi?" tanya Putri balik.


"Entah kak. Tapi tadi ketika aku keluar kamar, ada yang membawakan makanan, tapi, kakak pingsan. Untung aku melihat kakak." ucapnya bohong. Ia sendiri tida tau apa yang akan maminya lakukan ke perempuan itu. Lama-lama, Andre merasa kasihan terhadap Putri. Tapi bagaimana ia memberitahu kalau ini semua ulah mami mereka. Mami benar-benar diluar batas.


"Kakak belum makan, kan? Kita makan bareng aja yok. Makanan itu sudah dingin. Kita jalan cari makanan saja. Bagaimana?" Andre membujuk Putri untuk jalan keluar hotel


"Tidak usah, abangmu pasti marah kalau aku keluar kamar. Aku harus menjaga emosi suamiku, di sini ia sedang bekerja. Aku tidak mau merubah suasana hatinya." tolak Putri.


Rasa penasaran Andre satu lagi terjawab, kenapa Kevin mencintai perempuan sederhana ini.


"Baiklah kalau begitu, aku akan memanggil orang catering, untuk memanaskan kembali makanan kakak" Andre menekan tombol teleponnya.


"Tolong segera ambil makanan ini, dan kirimkan kembali makanan yang baru ya" ucap Andre tegas.


"Kenapa yang baru, Ndre.. kan ini masih bagus" ucap Putri.


"Kak.. ini sudah tidak hangat lagi, tidak enak"


"Andre. Belajarlah hidup hemat. Kau kan laki-laki, kenapa kau tidak mengikuti jejak abangmu? Aku lihat kau santai, dan tidak pergi ke kantor."


"Tidak kak.. Aku suka seni. AKu tidak suka diperintah"

__ADS_1


"Wah.. sama.. Aku juga orang seni. Aku mengajar vocal. Sekarang sedang libur, makanya aku diajak Kevin."


"Wah.. keren. Nanti kita bisa sharing ya kak. Aku suka acting dan nyanyi kak. Nanti ajarin aku ya kak tentang olah vocal yang baik"


Putri mengangguk


Pintu kembali diketuk,


"Pasti dari restoran, aku buka dulu sebentar ya" Putri bangun dari tempat duduk nya.


Dia terkejut,


ternyata yang membawa baki makanan itu adalah seorang yang sangat tampan, siapa lagi kalau bukan lelaki yang telah menikahinya.


"Kenapa sayang, aku tidak suka di sana. Aku merindukanmu. Hei.. Kenapa dia ada di sini? Keluar kau dari kamarku. Kembali ke kamarmu sana" Kevin langsung marah melihat adiknya ada di kamarnya berdua dengan istrinya.


"Vin.." Putri memegang dada Kevin bermaksud menenangkannya.


"Tadi aku pingsan, dan untung Andre lihat. Jadi aku ditolong oleh Andre."


Kevin melirik ke Andre meminta penjelasan.


"Ya bang, aku hanya menolong kak Putri.


Ketika aku keluar kamar bermaksud mencari angin, aku lihat, kak Putri tergeletak di lantai. Dan pelayan takut menyentuh kak Putri. Karena mereka tau, kalau ka Putri adalah istri Abang. Begitu ceritanya. Ketika hendak dimakan kak Putri, aku meminta untuk menyajikan ulang makanan untuk kak Putri. Hiss.. kau ini, masih cemburu denganku. Jangan salahkan pesonaku." Andre tertawa, walau ia harus menahan kebohongan itu. Ia takut, abangnya akan mengamuk, kalau tau kejadian yang sebenarnya.

__ADS_1


"Sebaiknya, saat di sini, kau menitipkan kak Putri kepadaku. Ia pasti akan aman bersama adik iparnya yang tampan ini" ucap Andre menghibur dirinya sendiri.


Sebenarnya Kevin tak masalah, adiknya dekat dengan istrinya. "Ya sudahlah. Kemungkinan aku akan sibuk beberapa hari ke depan. Jagalah kakak iparmu ini"


Malam itu, di ranjang penuh cinta, mereka tidur bersama.


"Kau tidak apa-apa, sayang?" tanya Kevin sambil memeluk Putri.


Putri menggelengkan kepalanya,


"Maafkan, besok aku tidak bisa memenuhi janjiku untuk mengajakmu keliling UK."


"Tidak apa Vin. Kau harus kerja. Masih banyak waktu untuk itu."


Kevin merasa lega mendengar ucapan Putri.


Ia mencium kening Putri, dan ******* bibir mungil itu dengan cinta. Kali ini, Putri tidak menolaknya.


***Apakah akan terjadi sesuatu malam ini ya?


Panas dingin nih mau lanjutinnya.


Bagaimana ya aksi Kevin?


Ayo para pembaca setia, vote dan komen sebanyak-banyaknya, biar author makin semangat**.

__ADS_1


__ADS_2