Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Dimsum


__ADS_3

"Sudahlah. Kau jaga saja wanitamu itu. Buat ia mengerti kan cintamu" ucap Kevin menepuk pundak Roni.


"Aku tidak bisa berjanji, kalaupun aku mengunjunginya, aku akan mengajak istriku" lanjut Kevin.


Ponsel milik roni berdering.


"Hallo, ya saya sendiri. Apa? Baiklah, terima kasih, saya akan segera kesana" tampak kekhawatiran Roni yang terpancar dari mukanya.


"Aku permisi dulu, terima kasih telah menyempatkan waktu untuk masalah ini, aku harus segera menemui bernika" Roni langsung bangun dan jalan cepat.


Kevin tersenyum.


"Seharusnya Bernika bersyukur memiliki laki-laki itu." ucap Kevin sambil menenteng sebuah plastik kecil berisi dimsum untuk istrinya.


Sampai di rumah, ia melihat Putri yang sedang menonton drama Korea. Ia tidak sadar kalau Kevin memandanginya yang sedang fokus menatap benda segi empat itu, sambil memegang toples berisi keripik.


Tiba-tiba, sebuah kecupan datang di pipi Putri.


"Aku iri, pada pemeran laki-laki itu, kau sangat fokus padanya"


"Viin.. kapan kau datang?"

__ADS_1


"Sampai aku datang saja, kau tidak tau. Aku cemburu" ucap Kevin sambil bersedekap tangan.


Putri memeluk suaminya dari belakang.


"Kau lebih tampan dari artis itu. Dia tidak bisa aku peluk, dia tidak bisa aku cium, dia tidak bisa memberikan aku rasa yang... hmm" Putri mencium pundak Kevin.


"Vin.. lepaskan, lepaskan" Putri meronta-ronta, karena Kevin mengangkat tubuh mungil, seperti sedang mengangkat beras di pundaknya itu ke atas kasur.


"Hei.. ganti bajumu. Kau kan kotor dari luar." Putri memukul dada Kevin.


"Sekalian kotor. Lagian kau membuat birahiku jadi seperti ini. Salah siapa?" Kevin membuka bajunya dan memaksa Putri dengan membuka baju Putri juga.


"Vin.. Vin.." Putri berteriak.


Putri terbawa emosi, sehingga mereka tidak tau apa yang terjadi.


"Vin.. aku masih ada sedikit sisa darah"


Tapi Kevin tau dimana ia harus menghentikan semua.


Ia pergi ke kamar mandi, dan segera melepaskan sisanya. Ia langsung meminta Putri untuk menyiapkan handuknya.

__ADS_1


Putri, yang mandi belakangan, keluar dengan menggelung rambutnya dengan handuk.


"Kau ini, tidak bisa menahan sedikit saja" ucap Putri.


Kevin tersenyum. "Sayang.. aku bawa dimsum kesukaanmu, dan si mbak sudah memanaskannya. Ini.. " Kevin menyuapi Putri yang masih berada di depan meja riasnya sambil mengeringkan rambutnya.


"Terima kasih, sayang" ucap Putri menatap pria tampan itu.


"Sayang, kita menyusul Ajin ke Bandung?" tanya Kevin.


"Oh, iya dong. Harus. Kan Vena sahabatku. Aku ingin melihat masa bahagianya. Aku kan tidak merasakan hal seperti ini. Kau langsung membawaku ke KUA. Tanpa proses seperti ini" Putri mengenang saat ia menikah dengan Kevin.


Kevin tertawa.


"Kalau tidak langsung ke KUA, aku tidak akan mendapatkanmu" Kevin memeluk Putri dan membalikkan tubuh Putri


"Aku bahagia, walau tanpa proses panjang, aku bisa menikah dengan wanita pilihanku. Kau tau, aku mencintaimu, sejak pertama kali aku bertemu denganmu. Aku memilihmu, karena aku tau, kau yang terbaik untukku." Kevin mencium kedua tangan Putri.


Putri terharu dengan ucapan Kevin. ia memeluk Kevin.


"Aku juga bahagia, dan aku selalu berterima kasih kepada Tuhan, karena aku sudah dipertemukan dengan laki-laki seperti mu." Putri memegang pipi Kevin, dan mengecup bibir Kevin dengan penuh cinta.

__ADS_1


**Waaah.... banyak sekali upnya ya buat hari ini.. Ini semua, karena kalian sudah setia untuk menunggu updatenya.. Jangan lupa like, Komen, dan votenya ya..😘😘😘


__ADS_2