Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Telur dadar lagi


__ADS_3

"Sayang, kita udah sampai" Kevin membelai pipi Putri. Tapi Putri tidak bangun juga.


"Pasti sangat lelah." Kevin mengangkat tubuh mungil itu dan meletakkannya pelan-pelan ke atas kasur dan menyelimutinya.


"Kamu belum makan, sayang" ucapnya lagi sambil mencium kening Putri.


Kevin menyegarkan badannya dengan berendam air hangat, sambil memeriksa ponselnya.


"Siapa ini?"


Kevin melihat foto yang dikirim oleh nomor tidak dikenalnya. Di foto itu, jelas sekali kalau Putri dan Vena sedang tertawa bersama dengan seorang laki-laki. Ia melihat lagi dengan seksama,


"Sepertinya aku pernah lihat laki-laki itu. Sudahlah, nanti aku akan menanyakan langsung kepada Putri."


Setelah keluar kamar mandi, ia melihat Putri yang sedang menyantap telur dadar.


"Telur dadar lagi?" tanya Kevin.


"Aku hanya bisa makan ini, sayang. Kalau makan di luar, mungkin aku mau yang lain, kalau di rumah, aku maunya makan ini. oh ya sayang, mangga yang kamu beli tadi, aku bawa ke ruko, udah aku makan. Kamu pinter ya, tau aja yang aku mau" ucapnya sambil melanjutkan makannya.


"Sayang, kamu laper gak?" tanya Putri.


"Kenapa?" tanyanya mendekati istrinya itu.


"Tidak, kalau kau mau keluar, aku ingin makan apa ya" kemudian ia membayangkan makanan apa yang hendak ia makan.


"Aahh.. udahlah.. udah malam juga, aku mau tidur ajalah" ucapnya berlalu sambil meletakkan piring ke dapur.


Putri berbaring di samping Kevin,


"Sayang, tadi kau berbicara dengan siapa?" tanya Kevin.


"Banyak.. setiap orang yang menjemput siswaku, pasti aku sapa" jawab Putri santai, sambil memeluk Kevin.

__ADS_1


"Hm, bener sih. ya sudahlah. lagian, itu orang gak penting banget" ucap Kevin dalam hati.


"Sudah malam. Tidur lagi yok. Oh ya Vin, kau tadi melupakan sesuatu." ucap Putri.


"Apa?" tanya Kevin


"Dompet. Tadi aku bilang sama Ajin. Tapi tidak ada yang mengambilnya."


"Terima kasih, sayang. Tapi, aku tidak apa-apa. Kau kan selalu mendoakan keselamatan untukku, ya kan?"


"Always, Vin. Kalau kamu tidak hadir dalam hidupku, entah bagaimana aku hidup. Terima kasih, Vin" ucap Putri membelai bibir Kevin, dan memberikan ciuman hangat sebagai tanda terima kasih. Kevin membalas ciuman itu dengan cinta.


"Sayang, pap jenguk ya" Kevin mencium perut Putri yang sudah terbuka, dan mereka bercinta di atas kasur yang empuk itu.


Entah kenapa, sejak hamil, Putri mendapatkan tenaga lebih untuk bercinta setiap malam.


**matahari sudah hampir keluar dari persembunyiannya. Putri membuka gorden jendela kamarnya dan segera menghampiri Kevin yang masih tertidur pulas.


"Sayang.." Putri memainkan tangannya di poni rambut Kevin yang panjang menutupi matanya.


"Hm"


"Hm"


"Aku ingin kita pulang kampung"


"Hm"


"Sayaaaang"


"Hm"


"Ya sudahlah, kau tidur saja." Putri bergegas bangun dan hendak keluar dari kamar itu.

__ADS_1


Tapi tangannya keburu di tarik oleh Kevin.


Sehingga ia kembali tidur di samping Kevin.


"Lepaskan aku" Putri mencubit lengan Kevin


"Jangan salahkan aku, kenapa kau mengganggu tidurku, sekarang, bukan hanya aku yang bangun, tapi si anu juga bangun"


"Viin.. udah kan semalem."


"Tapi kau menggangguku"


"Sekali lagi ya" pintanya dan tanpa aba-aba, Kevin melancarkan aksinya lagi.


Setelah mengatur nafas mereka, Putri mengulangi permintaannya lagi.


"aku mau makanan yang dibuat oleh ibu" ucap Putri.


"Baiklah, kita kesana Jumat ini ya" Kevin memeluk Putri dari belakang.


"Lama" ucap Putri singkat


"Ini kan hari Rabu. Besok Kamis, Jumat kita berangkat. Aku akan meminta Ajin menyiapkan tiketnya terlebih dahulu. Ok" ucapnya sambil mencium tekuk leher Putri.


Putri membalikkan tubuhnya, dan memeluk Kevin yang masih polos tidak memakai sehelai benangpun.


** "Kau mau bareng ke ruko atau nanti pergi sendiri diantar pak sopir?" tanya Kevin di meja makan.


"Aku ikut kau saja" Putri bergegas mengambil tasnya.


Di perjalanan, Kevin meminta Putri untuk tidak terlalu ramah dengan orang, apalagi laki-laki.


"Bagaimana kalau mereka naksir kamu?" Kevin bertanya seolah Putri masih gadis saja

__ADS_1


"Vin.. aku kan seorang guru, bagaimana nanti kalau aku cuek, siswaku pada kabur. Lagian kan aku selalu memakai cincin pernikahan kita. Mereka juga tau, kalau aku sedang mengandung"


Kevin tidak menjawab dan hanya diam. Ia tidak marah, tapi cuma sedikit penasaran saja dengan laki-laki yang dikirim oleh nomor tidak dikenal itu.


__ADS_2