
Ponsel Putri berdering.
"Ya hallo. Apa.. 4 hari lagi. Pak.. Jangan begitu..Halo.. Halo" Putri menarik nafas lega.
Kebingungannya makin menjadi. Wanita tegar itu, meneteskan air matanya.
Kevin paling tidak bisa melihat ada orang yang menangis.
"Hei.. kamu kenapa?"
"Pemilik kontrakan." ia tertunduk.
"Nah.. ini solusi buat kamu. Bagaimana? Apakah kita meneruskan kontrak ini?" tanya Kevin.
Putri mengambil pena di depannya, dan ia menandatangani 2 surat yang ada di depannya.
"Selamat. Kalian sudah resmi menjadi sepasang kekasih" ucap Ajin tertawa puas.
"Selamat ya bos. Dan selamat menikmati kencan di hari pertama" Ajin segera keluar dari ruangan itu.
"Ayo ikut aku ke kantor." ajak Kevin.
"Tapi..."
"Mulai hari ini, kamu adalah pacarku. Aku akan mengenalkan kamu kepada seluruh orang. Agar aku tidak dijodohkan lagi oleh ibuku. Aku bosan dengan kencan buta. Ayo cepat jalan."
"Tapi, pakaianku.."
"Ikut aku !"
Kevin membawa Putri ke sebuah butik, dan memilih baju yang pantas untuknya. Bukan celana jeans seperti saat ini dikenakan Putri.
"Pak.." Putri berbicara formal.
__ADS_1
Kevin melirik, rambut Putri yang tadinya di kuncir, sekarang diurai dengan cantik. Warna bajunya sama dengan yang dikenakan Kevin saat itu.
"Pak.." sapa Putri lagi.
"Oh ya.. Baiklah kita pergi. Jangan panggil aku seperti itu, itu akan membuat orang curiga. Panggil aku Kevin saja"
"Baiklah, Kevin."
Kevin memarkirkan mobilnya di tempat biasa. Ia menggandeng tangan Putri.
Semua karyawan bingung dibuat pimpinan mereka. Semua mata tertuju pada Putri.
Putri hanya bisa menutupi mukanya dengan tas yang ada di tangannya.
Sesekali Kevin menepis tas yang menutupi muka Putri, tapi Putri selalu menutupinya.
"Tidak usah ditutupi, perempuan mana yang tidak mau memperlihatkan mukanya yang sedang berjalan denganku. Kamu aneh. Letakkan tasnya di bawah. Atau.." Kevin merebut tas yang ditangan Putri.
Tapi Putri tetap menunduk.
"Oh, ya om.. Sore om.. Perkenalkan om, ini pacar Kevin. Sayang, ini Om Bimo, adik mami"
"Putri, om" Putri mengenalkan dirinya
"Jangan lupa Minggu depan, ada undangan pesta Bu Maryam. Om tinggal ya"
"Om Bimo bagian HRD, sudahlah, kita ke kantor saja"
Di depan ruangan Kevin, sudah berdiri 2 orang kepercayaan Kevin, salah satunya Ajin.
"Serasi sekali mereka" ucap Ajin kemudian membukakan pintu ruangan Kevin.
"Bawakan aku cemilan untuk pacarku" ucap Kevin.
__ADS_1
Putri makin malu.
"Huft... " Putri duduk di sofa sambil menghela nafas panjang
"Kenapa?" tanya Kevin dari tempat duduknya. Ia membuka laptop dan memeriksa email yang masuk.
"Aku tidak mau lagi diajak ke kantor. Aku malu, semua melihat ke arahku. Aku takut."
Kevin tidak memperdulikannya.
Putri melihat Kevin yang sibuk, dan ia menyenderkan kepalanya di tangan sofa. Tanpa ia sadari, ia tertidur.
Ajin masuk membawa cemilan, dan ia melihat bosnya sedang menatap perempuan itu.
"stt.. letakkan saja di meja. kamu keluar, dia tampak lelah" Kevin mendorong Ajin keluar ruangan.
Rambut panjang Putri, menutupi wajahnya.
Kevin merapikannya, dan akhirnya ia meneruskan pekerjaannya.
"Huaaaaa" Putri meregangkan tangannya.
Ia baru tersadar, bahwa ia sedang tidak di rumahnya.
"Maafkan, aku tertidur. Maaf membuat kamu pulang terlambat" ucap Putri lagi.
"Tidak apa. Yok kita jalan. Ini kencan pertama kita" ucap Kevin.
Putri mengangguk pelan.
Kevin jalan duluan.
Putri berjalan di belakang Kevin sambil memakai sepatunya.
__ADS_1
"Kebiasaan"