Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Utusan mami


__ADS_3

"Kalau malam kau tidak boleh tidur di sini, cari kamar lain" ucap Kevin ketus.


Putri melirik ke arah Kevin.


Kevin mencium kening Putri.


"His.. apalah.. malu kenapa?" tanya Putri.


"Sayang, kita kan udah nikah, kenapa mesti malu"


"tapi itu.." Putri menunjuk Andre.


"Tidak usah perdulikan dia. Hanya pengganggu saja"


Andre mendelik tidak setuju.


"Bang... Apa mami tau?"


"Belum" jawab Kevin dengan santai.


"His.. bagaimana Abang ini?"


"Kau kan sudah tau, kau saja yang ceritakan ke mami. Kau lihat kan istriku, cantik, penyayang," Kevin meletakkan kepalanya di paha Putri.


"Sayang, ayo makan." ajak Kevin.


"Ayooo"


"Hei, siapa yang mengajak. Aku hanya mengajak istriku."


"Kakak ipar, aku ikut ya" ucapnya memegang tangan Putri.


Putri menepuk tangan Andre, dan mengangguk.

__ADS_1


"Tidak.. lepaskan tangan istriku" Kevin menarik tangan Putri dan mencium tangan perempuan mungil itu.


"Tapi aku ikut, aku kan harus melaporkan betapa baiknya istrimu kepada mami" ancam Andre.


"Hisss... buat kesal saja" gerutu Kevin.


"Vin... sudah.., dia adikmu" Putri memegang dada Kevin.


"Jangan pegang dadaku, nanti aku bisa.."


Putri langsung melepaskan tangannya. Kevin tertawa terbahak-bahak.


"Baaang.. aku ikut ya." bujuk Andre.


"Baiklah. Itu juga karena Putri yang meminta" ujar Kevin seraya masuk ke dalam kamar, dan diikuti Putri.


"Aku tunggu, gantilah bajumu."


Kevin keluar menunggu Putri, sambil berbincang dengan Andre. Hampir 1 tahun, mereka tidak saling bicara.


"Aku tidak pernah marah. Hanya kecewa saja. Bagaimana kabar mami?" tanya Kevin.


"Kenapa Abang tidak bertanya langsung kepadanya? Mami menunggu telepon dari Abang."


"Aku bosan, dijodohkan dengan perempuan-perempuan pilihan mami. Mereka memang punya banyak harta, tapi tidak tau cara menghargai."


"Bagaimana dengan Putri?"


"Panggil dia kakak. Umurnya sama denganku. Kau harus menghormatinya" Kevin menjelaskan.


Andre hanya diam.


"Dia bukan type bang Kevin. Apa hebatnya perempuan ini sih"

__ADS_1


Putri keluar dari kamar dan jalan menuju Andre dan Kevin.


Putri hanya memakai jeans putih dan kemeja pink, rambutnya di gerai, dan make up tipis.


"Kaakk... kenapa pakaianmu seperti itu. Kau mau malu-maluin bang Kevin?"


Kevin melotot ke arah Andre.


"Aku lebih suka melihat dia seperti ini, apa adanya, ayo sayang, kita tinggalkan dia" tangan Putri ditarik Kevin keluar dari kamar itu.


Mereka bertiga makan bersama. Andre melihat ketulusan Putri terhadap Kevin. Ia bisa melihat bagaimana perempuan itu melayani abangnya, dengan penuh kesabaran.


"Pantas saja, ini yang membuat bang Kevin jatuh cinta." pandangannya tidak berhenti melihat canda tawa Kevin dan Putri yang dipenuhi cinta.


"Ehem" dehaman Kevin membuat lamunan Andre bubar.


"Apa yang kau lihat?" tanyanya


"Ti.. tidak bang. Aku mau ambil barangku, dan pindah ke kamar sebelahnya" Andre meninggalkan mereka berdua.


"Baguslah, ia tidak akan mengganggu malam kita, ya kan sayang" mata genit Kevin mengarahkan sesuatu yang nakal.


Deg.


Jantung Putri berdegup kencang.


"Vin, bagaimana orang tuamu?" tanya Putri.


"Itu tadi utusan mami. Pasti mami sudah mendengar kabar tentang kita. Kalau kita memberi ia seorang cucu, dia tidak akan marah. Bagaimana kalau malam ini, kita berusaha sekuat tenaga untuk memberi mami dan papi seorang cucu. Pasti mereka sangat bahagia. Oke sayang.. "


Kevin memeluk erat istri mungilnya itu.


Putri menggelengkan kepala.

__ADS_1


***Apa Putri akan menyerah malam ini ya? Aku yang buat aja deg-degan.


Ayo tambahin votenya biar aku makin semangat lanjutin ceritanya. 😍😍**


__ADS_2