Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Kedatangan Hary O'Leary


__ADS_3

"Jin, tolong periksa dari CCTV, apa yang dilakukan Putri seharian ini!" perintah Kevin.


Ajin bingung,


"Baik, bos. Apa tidak sebaiknya menunggu besok pagi, sekarang sudah jam 1 malam. Kau juga belum istirahat. Jangan sampai kau ikut sakit juga, kasihan istrimu" kali ini Ajin berbicara sebagai sahabat Kevin.


Kevin pun setuju dengan saran Ajin.


"Baiklah, pergilah beristirahat." Ajin keluar dari kamar itu, dan segera masuk ke kamarnya yang berada di lantai bawah


"Bagaimana ini? Aku harus pergi menemui om Hary." ucapnya sambil menyelimuti dirinya.


Keesokan hari, Putri masih lemas di atas kasurnya, demamnya sedikit berkurang, tapi diamnya makin menjadi. Kevin sangat bingung dengan Putri.


"Vin, apakah aku boleh duluan pulang? Aku akan mengurus surat perceraian kita dulu"


"Putri! Apa maksudmu?" teriak Kevin.

__ADS_1


Putri menangis mendengar teriakan itu


"Maaf sayang, maaf, bukan maksudku berteriak." Kevin menggenggam tangan Putri, tapi lagi-lagi Putri menepisnya.


Kevin makin serba salah.


Bayangannya hari ini, akan indah bersama Putri, bubar dengan alasan yang ia sendiri tidak mengetahuinya.


** Ajin sudah berada di vila milik keluarga Hary O'Leary. Di sana ia menikmati pemandangan yang sangat indah. Bu Rani sedang pergi berbelanja, seperti biasanya. Ia seorang wanita sosialita. Walau umurnya tidak muda lagi, ia aktif dalam organisasi seperti itu.


"Hai... Ajin.. How are you?" sapa om Hary yang memang asli berasal dari London itu.


"Ya, om tau dari tantemu, kalau si brengsek itu sudah menikah dengan perempuan yang bukan pilihannya. Ia merasa kesal. Kalau om sendiri, tidak masalah. Selagi ia bahagia. Karena menikah itu sekali seumur hidup."


"Sekarang Putri, istri Kevin sedang sakit. Mungkin ia shock atas perlakuan Tante semalam" ucap Ajin


"Sebegitu ya istriku? Ini tidak benar. Ia tidak boleh melakukan itu. Baiklah, bawa aku ke menantuku. Aku akan berada di pihak mereka." pinta om Hary.

__ADS_1


Kemudian mereka melangkah ke hotel yang memang milik om Hary. Selama di perjalanan, Ajin menceritakan awal mula pertemuan mereka, sampai akhirnya menceritakan masalah kontrak hubungan mereka. Semua itu ide Kevin untuk mendekati Putri, tetapi, Putri yang terlalu polos sama sekali tidak mengetahui ide gila itu. Om Hary tertawa mendengar cerita Ajin.


"Anak itu, ada-ada saja. Aku makin penasaran dengan perempuan itu. Ia bisa mengendalikan emosi si brengsek itu" ucap om Hary tertawa.


Ponsel milik Ajin berdering,


"Maaf om, Kevin" Ajin menunjukkan ponselnya.


"Jangan bilang aku bersamamu" om Hary tidak mau Kevin mengetahui kalau papinya ada di samping Ajin.


"Dimana kau?" tanya Kevin


"Maaf bos, ya bos, aku sedang di luar. Sebentar aku akan tiba di kamarmu" Ajin menundukkan kepalanya. Walau tidak bertatap langsung, ia selalu menghormati Kevin sebagai atasannya.


"Pasti ada masalah baru. Apalagi ini?" Kepala Ajin dipenuhi dengan pertanyaan.


Sampai di Hotel, semua karyawan berdiri menyambut Hary O'Leary. Mereka terkejut atas kedatangan big Bos. Semua memberikan sapaan yang baik untuk Hary O'Leary.

__ADS_1


Om Hary dan Ajin, serta beberapa pengawal segera naik lift VIP, dan menuju lantai paling atas yang hanya boleh di tempati keluarga inti Hary O'Leary.


"Jangan biarkan si brengsek itu tau, kalau aku datang. Kau masuk duluan."


__ADS_2