Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Kopi


__ADS_3

Suara dering ponsel Putri berbunyi. Ia menghentikan sejenak latihan vocal itu.


"Maaf sebentar, Ven.. lanjutkan." Putri keluar dari ruangan kedap suara itu.


"Hai, Sweetie.., papi, mami dan Andre akan kembali ke Jakarta, mungkin lusa baru berangkat, kalau urusan kantor bisa papi handle"


"Ya pap.. wow.. dengan senang hati"


"Kau ingin dibawakan apa?" tanya Hary O'Leary kepada menantu kesayangannya itu.


"No, pap.. thanks a lot.. Tidak usah repot-repot, papi datang saja sudah suatu oleh-oleh untuk kami"


"Oke sweetie, take care ya.. Semoga kita bisa berjumpa secepatnya"


Putri tersenyum. Selama pernikahannya dengan Kevin, papi mertuanya lah yang sering menanyakan kabar dirinya.


*Akhirnya jam pelajaran berakhir. Kevin sudah ada di lantai atas.


"Sudah selesai?" tanyanya sambil memberikan segelas air hangat untuk Putri.


"Thank you sayang"


Kevin tau kebiasaan Putri, setelah memberikan materi olah vocal, selalu minum air hangat untuk mengembalikan pita suaranya.


"Sayang, aku sekarang mudah lelah. Apa karena aku makan malam terus ya. Lihat perutku. Sudah ada lemaknya" Putri memperlihatkan bagian tubuhnya yang mulai berisi.


"Hahaha, bagus dong, berarti kau bahagia hidup denganku. Aku malah sedih, kalau kau makin langsing. Tapi kau makin seksi dengan ukuran tubuh seperti ini" Kevin berdiri mencium punggung Putri.


"Makan malam dimana kita sekarang?" tanya Kevin.

__ADS_1


"No.. aku tidak mau makan malam. Kalau aku gendut, nanti aku jelek, dan kau tidak akan mencintaiku lagi" Putri menundukkan kepalanya.


"Sayang, mau kau seperti apa, aku tetap Kevin yang mencintaimu, Aku mencintai seorang Putri Anindita, bukan karena fisik. Tapi sifat penyayang dan perhatian yang dimilikinya. Kalau fisik, hm.. jauh deh, bukan..." Kevin menghentikan pembicaraannya.


"Iya, aku tau, kalau fisik, aku bukan tipe idamanmu kan?" Putri berkacak pinggang mendekati Kevin.


Kevin serba salah,dan akhirnya ia mundur-mundur. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Aku tidak bermaksud seperti itu, sayang.."


Dan..


cup


Putri mencium bibir Kevin. Kevin dengan senang hati dan membalas penuh gairah.


"Ada apa dengan kopi ini, kenapa baunya harum sekali"


Padahal, Putri tidak menyukai kopi. Tapi pagi itu, ia sengaja membuat 2 gelas kopi, dan nasi goreng kesukaan Kevin.


"Sayang, kenapa ada 2 gelas kopi?" Kevin keluar dari kamar, dan seperti biasa, Putri menyempurnakan pakaian Kevin.


"Aku ingin minum kopi, tidak masalah kan sayang?" tanyanya sambil menikmati kopi.


"Aneh" ucap Kevin dalam hati.


"Sayang..Aku tidak bisa pulang cepat hari ini, nanti ada yang menjemputmu ya, gonna Miss you bad" Kevin menghentikan mobilnya dan membukakan pintu untuk Putri.


"Tidak apa-apa, sayang. Kau pasti sibuk. Jangan lupa makanmu ya." Putri kemudian melambaikan tangannya dan segera masuk.

__ADS_1


Sudah hampir 1 bulan mereka menjalani hari bersama. Tak ada kata sedih dalam hidup mereka.


"Aku senang sekali lihat kalian. Selalu mesra." ucap Vena.


"Ven.. masak apa sih kamu" tanya Putri.


"Gak ah.. aku abis beli bakso, kau mau?" tanya Vena.


"No.. Badanku sepertinya tidak enak. Aku mau makan obat saja"


"Obat? Put, apa bulan ini kau sudah mendapat bulanan?" tanya Vena


"Jatah bulanan? Itu sih gak pernah Kevin lupa, belum habis saja, sudah dikasih lagi" ucap Putri.


Vena menggelengkan kepalanya.


"Bukan itu maksudku, apa kau sudah palang merah bulan ini? Aku curiga"


"Maksudmu?"


"Biar aku yang ke apotek. Kau tunggu saja di sini"


Sepanjang jalan, Vena membayangkan, Putri yang bertubuh mungil itu dengan perut besar.


Ia berharap, sahabatnya segera memiliki momongan.


****wow.. kejutan apalagi yang akan datang ya?


yok, vote lagi, aku semangat deh kalau banyak yang kasih vote.😍😍**

__ADS_1


__ADS_2