
Putri memeluk Kevin,.
"Vin.. jangan tinggalin aku.. jangan tinggalin aku" Putri menangis tersedu-sedu.
"Sayang, cuma mimpi. Aku tidak pergi. Aku tidak akan meninggalkanmu." Kevin mencium kening Putri.
"Kenapa belum ganti baju? Kau lelah sekali sampai tertidur seperti itu." Kevin mengelus rambut halus Putri.
"Kapan kau pulang, Vin?"
"Baru saja aku sampai"
"Gantilah pakaianmu, aku akan menyiapkan semuanya." Putri memeluk Kevin sebentar kemudian ia bangun untuk mengambil pakaian tidur Kevin.
Kevin melangkahkan kakinya, ketika Putri ingin mengambil pakaiannya yang menurut Ajin sudah dibawa semua ke rumah Kevin, ia bingung.
"mana baju tidurku? Kenapa ini semua isinya?" ucap Putri bingung melihat lingerie berjejer di sana, berwarna warni pula.
"Sayyyaaang... kenapa kamu bingung?" tanya Kevin memeluk Putri dari belakang.
"Vin.. ini bukan bajuku, aku tidak pernah beli baju begini" Putri menunjukkan lingerie itu kepada Kevin.
Kevin tertawa terbahak-bahak,
"Ini pasti ulah Ajin. Dia memang the best kalau urusan begini" ucapnya dalam hati.
"Pakai saja, kau pasti cocok." ucap Kevin nakal.
__ADS_1
"Cepat, aku ingin sekali melihatmu mengenakan pakaian tidur baru. Ini semua kado dari Ajin. Sepertinya aku akan menaikkan gajinya besok" Kevin makin senang. Hilanglah rasa kantuknya.
"Bagaimana cara pakainya?" tanya Putri yang polos itu.
"Kau coba saja sana.. " Kevin mendorong tubuh mungil itu ke dalam kamar mandi mereka.
Di dalam kamar mandi, Putri hanya bengong, dan malu.
"ini.. ini kan model baju yang pernah aku lihat di mall waktu itu bersama Vena" ucapnya sambil mengenang saat itu.
"Put, kalau suatu saat nanti kau atau aku yang menikah duluan, salah satu dari kita, harus memberi lingerie ini ya"
Vena tertawa melihat wajah polos Putri.
"Kau ini put, umurmu sudah dewasa, apa kau belum memikirkan untuk menikah." Vena hanya menggelengkan kepalanya melihat Putri yang membolak balikkan baju itu.
"Aku kok gak tega pakai baju ini" ucap Putri menggelengkan kepalanya.
"Putriii.. sayaang... Kenapa lama sekali" teriak Kevin.
"Gimana ini? Aku malu untuk keluar" ucapnya menggerutu.
"Put.. kau baik-baik saja kan, tidak sedang tidur di dalam sana kan?" tanya Kevin.
Putri terus berpikir. Ia pernah menolak Kevin kemarin, dan Kevin sangat kecewa.
"Sekarang, restu orang tua sudah aku kantongi, apalagi alasanku untuk menghindarinya. Apakah aku berdosa bila selalu menolaknya? Apa aku bilang saja masih palang merah? Tapi ia tidak bodoh. Aih.. bagaimana ini?"
__ADS_1
tok tok tok
Pintu kamar mandi diketuk Kevin.
"Putri.. Jangan buat aku takut. Kau baik-baik saja kan?" tanya Kevin dari luar kamar.
"I... iya... Iya Vin.. Aku baik-baik saja"
Kepala Putri keluar dari pintu itu, sedangkan ia menutupi bagian tubuhnya dengan tangannya.
"Hei.. ada apa?" tanya Kevin
"Aku malu memakai baju ini, tapi aku tidak punya baju bersih lainnya. Baju kita kan belum sempat dicuci tadi, keburu aku tertidur"
Kevin menarik tangan itu.
"Vin. Vin. Vin" Putri menutupi tubuhnya dengan sebelah tangannya.
"Lepaskan tanganmu, aku ingin melihat, apakah bagus baju itu? Lepaskan put.." pinta Kevin.
"Aku malu," Putri malah menutup tubuhnya dengan selimut.
"Ya sudah kalau aku yang seorang suamimu saja tidak boleh melihat baju itu." Kevin keluar kamar karena tiba-tiba ia merasa sangat haus, ia tidak kuat membayangkan apa yang ada dibalik selimut itu.
"Vin" Putri tiba-tiba mengejar Kevin dan memeluknya dari belakang.
*****Waduh, Putri udah mulai berani ya guys.
__ADS_1
Ayo, kirim terus votenya, biar cerita kita makin naik rankingnya.. terima kasih. 😍😍**