Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Tawar menawar


__ADS_3

Putri hanya memandang laki-laki gila itu.


"ini belanjaanmu." Kevin menyerahkan 2 plastik belanjaan itu ke Putri.


"Banyak sekali. Mana struk belanjanya. Biar aku ganti"


"Kau pikir aku lelaki tidak bertanggung jawab" jawab Kevin sinis.


"Aku tidak perlu diantar pulang, Silahkan tinggalkan saya!" pinta Putri.


Kevin berlalu dengan begitu saja.


"Dasar orang gila" ucap Putri.


Tapi, Kevin tidak berlalu, sampai ia benar-benar melihat Putri masuk ke dalam rumahnya.


"Waktumu tinggal 46 jam lagi. Jangan salah mengambil keputusan."


Isi pesan WhatsApp dari seseorang bernama *Orang Gila*


Aaaaahhhhh.


Teriak Putri.


"Dia bisa membuat aku menjadi gila" Putri mengucek kepalanya. Dan menutup mukanya dengan selimut. Tapi ia tidak bisa tidur, ia memikirkan bagaimana caranya ia mendapatkan tempat baru dalam waktu 1 Minggu. Dia terus mengucek kepalanya kesal.


Paginya, sebelum ia membuka privat vocal, ia berjalan di sekeliling tempatnya, untuk mencari kontrakan tempat usaha. Tapi sampai waktu menunjukkan jam 12 siang, ia tetap tidak menemukan tempat itu.


"Bos.. Perempuan polos itu terus mencari tempat kontrakan, tetapi kita berhasil untuk mengecohnya." lapor Ajin kepada Kevin.

__ADS_1


Kevin tersenyum.


Ia senang, rapatnya siang itu berjalan baik, dan ia mendapat laporan yang baik dari Ajin.


Sore itu, Putri terpaksa memberi pengumuman untuk siswanya, bahwa mereka tidak dapat melanjutkan pelajaran, karena tempat itu akan alih pemilik.


Putri sangat sedih berpisah dengan siswanya.


"Kalau sudah dapat tempat, kami masih ingin terus belajar ya kak" ucap pelajar itu.


Rasa sedih bercampur aduk saat itu. Ia harus tegar dan tidak ingin menangis di depan siswanya.


Ia tertunduk di mejanya.


"Es krim" suara itu.


"Kami? Ngapain kesini? Kan belum waktunya"


"Aku perhatikan kamu stress. Maka aku belikan es krim saja. Ini.. ambillah" Kevin menyodorkan es krim itu kepada Putri.


"Aku tidak tau lagi, aku harus kemana.?" ucapnya tertunduk lesu sambil menyantap es krim itu.


"Apa kamu akan menerima tawaranku? Aah.. kamu terlalu buru-buru, kan belum waktunya" Kevin memainkan perasaan Putri.


"Hisssss" desah panjang Putri.


"Tapi, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Putri.


Kevin memberi kode ke Ajin untuk segera masuk dan menyerahkan secarik kertas.

__ADS_1


"Apa? Ini benar-benar gila."


Putri membaca secarik kertas itu.


**Perjanjian Kevin-Putri



Putri harus menjadi pacar Kevin selama 3 bulan


Putri harus bersedia diminta bantuan kapanpun oleh Kevin


Putri tidak boleh dekat dengan laki-laki lain selain Kevin


Putri hanya boleh menatap mata Kevin


Bos diatas segalanya


Bila dalam 3 bulan, Putri tidak melakukan kesalahan, maka tempat usaha ini diberikan cuma-cuma kepada Putri, tetapi bila Putri melanggar, maka Putri akan ganti rugi 3 x lipat.



"Jadi, maksudnya, aku tidak boleh menemui laki-laki lain. Aku kan harus bertemu dengan siapa saja" Putri mencoba menjelaskan profesinya.


"Sudah jelaskan. Bagaimana, Aku tidak memaksamu. Tapi Kalau kau tidak menerima kontrak ini, maka kau akan kembali ke desa"


Putri memegang dagunya.


"Ah.. jangan.jangan.jangan. Baiklah. Aku akan menerima tawaran kontrak ini, tapi... aku kan banyak bertemu orang, kamu juga, kamu boleh ketemu cewek-cewek, kenapa aku gak boleh?" tanyanya memelas, Putri sudah bingung bagaimana ia bertemu orang-orang.

__ADS_1


"Jadi mau dilanjutkan kontraknya atau gimana?" tanya Ajin


__ADS_2