Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Kerja Keras


__ADS_3

"Mbak, kenapa mejaku berantakan seperti ini?" Tanya Kevin, karena melihat meja kerjanya sudah berubah posisi. Susunan buku itu, Kevin sangat hafal tiap detail susunannya.


"Vin, kemarin kan rumah kita si renovasi, sudahlah" ucap Putri menenangkan suaminya itu.


"Tapi, itu dokumen perjanjian kita waktu pertama kali.. Aku takut nanti di salah artikan" Kevin menutup matanya dan duduk di kursi kerjanya.


"Sudah sayang, istirahatlah. Selama di rumah sakit, kau kan kurang istirahat." Putri duduk di meja kerja Kevin, dan membelai rambut Kevin yang menutupi keningnya.


Kevin mencium perut Putri, dan membelainya.


"Udah ya nak, kasian mamanya kalau sakit mulu." Kevin berkali-kali mencium perut yang sedikit menonjol itu.


Usia kandungan Putri sudah 2 bulan, memasuki bulan ketiga, tapi badan Putri belum berubah. Ia masih tetap mungil.


"Kamu harus banyak makan. Biar anak kita tumbuh sehat. Selain makanan, aku harus sering menjenguknya, nanti kalau kau melahirkan, aku akan cuti bercinta denganmu" ucapan Kevin membuat Putri tegang.


Kevin menggendong Putri dan berbaring di atas kasur mereka.


"Vin, pintu" ucap Putri menunjuk pintu yang belum tertutup.


Kevin tertawa, dan berlari mengonci pintu kamar mereka, kemudian kembali ke atas kasur bersama Putri yang sudah siap-siap menerima sentuhan dari Kevin.


Ponsel Kevin berdering,


tapi Kevin membiarkannya.

__ADS_1


Ia merindukan istrinya.


Nafas itu masih tersengal-sengal, saat ponsel milik Kevin berbunyi.


Kevin meraih ponsel itu, dan melihat nama Ajin tertera di sana.


"Hallo." sapa Ajin


"Hm" nafas itu masih tersengal-sengal, dan menghempaskan diri di kasur.


"Bos, kau tidak apa-apa? Apakah kau sakit? Memangnya kau habis apa sih bos?" tanya Ajin yang merasa takut terjadi sesuatu pada bosnya itu.


"Kau.. kau ini.. aku sedang bekerja keras. Kenapa kau menelpon?" ucap Kevin yang sedang lemas, Sedangkan Putri memainkan jemari nakalnya


"Kau kerja? Dimana? Bukankah kau sedang di rumah?" tanya Ajin lagi.


"Ah.. kau tidak akan paham. Sudahlah, apakah yang ingin kau sampaikan?" tanya Kevin serius sambil berpangku tangan sebelah.


"Aku ingin menyampaikan hal serius padamu, bos. Tapi kalau kau sedang sibuk, nanti saja, aku akan main ke rumahmu sepulang kerja" ucapnya.


"Baiklah"


"Sayang, kalau Ajin kesini, sekalian ajak Vena ya." Putri merengek kepada Kevin.


"Kau dengar, istriku meminta kau mengajak Vena nanti malam." ucap Kevin.

__ADS_1


"Tapi, tapi bos" Ajin gelagapan menjawab permintaan Putri.


"Tidak ada tapi-tapi. Ingat, jemput Vena dulu." ucap Kevin.


Ajin yang menutup teleponnya mendadak keringat dingin.


Kevin sudah tau bagaimana reaksi Ajin.


Sahabatnya itu sangat cuek dan anti dengan yang namanya perempuan lajang ataupun perempuan yang sama sekali ia belum kenal.


"Sayang, kau tanyakan kepada Vena, apakah dia punya pacar atau tidak."


"Untuk apa?" tanya Putri. yang tiduran di paha Kevin.


"siapa tau, Ajin dan Vena berjodoh. Sahabatku itu, sangat cuek untuk urusan pribadinya. Dia hanya mengurusi kantor dan aku. Aku belum pernah melihat dia dengan perempuan. Sampai-sampai di kantor aku dan dia dibilang, homo" jelas Kevin sambil tertawa.


"Kalau kau homo, bagaimana dengan hasil karyamu ini?" Putri tertawa sambil menunjuk perutnya.


Tangan Kevin mulai nakal, dan menyerang Putri kembali.


"Sayang, aku lapar, aku mau baso goreng" ucap Putri keluar kamar mandi dan mengeringkan rambutnya.


Kevin mengiyakan dan menghubungi Ajin untuk membawakan pesanan Putri.


"Sekalian makanan ya, untuk kita. Tanya Vena, dia lebih tau kesukaan Putri." Kevin menahan tawanya, ia tau kalau itu akan menyusahkan sahabatnya itu.

__ADS_1


**Mau lanjut, kuy, vote yang banyak🤩


__ADS_2