Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Foto


__ADS_3

"Sus.. lepaskan infusnya." ucap Ajin yang membawa perawat untuk melepaskan infusan yang ada di tangan Putri.


"Terima kasih, sus" ucap Putri.


"Sama-sama nyonya Kevin" perawat itu keluar dari kamar Kevin.


"Nyonya Kevin?" Putri melirik Kevin.


"Apalagi, orang-orang tau kalau aku tidak mempunyai pasangan, dan mereka menyangka, yang tidur di atas kasurku, pasti istriku. Atau kamu benar-benar berharap menjadi istriku. Baiklah, kita menikah hari ini. Ajin, siapkan pernikahan kami di kantor KUA" perintah Kevin.


"Hei.. apa-apaan kamu." teriak Putri


Ajin yang mendengar pembicaraan itu, tertawa kecil dari luar kamar.


"Cepat mandi dan pakai bajumu. Aku tidak tau ukuran dalamanmu. Semoga pas" Kevin berlalu dari kamar itu, dan ia meninggalkan Putri yang masih bingung dengan keadaan itu.


"Bagaimana dia tau ukuran dalamanku. Apa dia mengukurnya saat aku tertidur semalam?" Putri menutupi dadanya yang tidak memakai dalaman. Dan ia menutup mukanya memakai selimut yang dipakainya semalam.


"Kamu masih belum pergi ke kamar mandi? Atau kamu mau aku mandikan?"


Putri turun dari kasur empuk itu, dan ia melihat dimana kamar mandi berada.


Kevin menarik tangan Putri, Putri bingung, dan ia melihat kamar mandi yang super mewah yang belum pernah ia lihat.

__ADS_1


Putri melirik Kevin. Dan mendorongnya keluar dari tempat itu.


"Jangan lama-lama, aku mau ambil bajuku di dalam" teriaknya.


Putri terduduk lemas.


Ada apa dengan jantungnya.


Padahal, Kevin cuma berniat, tidak melakukannya. Apalagi Kevin..


ah.. sudahlah.. ia memutuskan untuk buru-buru menyelesaikan mandinya. Ia tidak menemukan handuk lain. Hanya 1. Dan ia mengambilnya untuk mengeringkan rambutnya yang panjang.


"Kamu.. beraninya memakai handukku." ucap Kevin, ia melihat bidadari keluar dari kamar mandi pribadinya.


"Maaf bos, aku hanya menemukan ini. Apa kau keberatan. Aku akan melepaskannya." Putri melepas dan mengibaskan rambutnya.


"Ah.. sudahlah, aku akan mencari handuk lain. Keringkan rambutmu, jangan menggodaku. Aku laki-laki normal" ucap Kevin keluar kamar.


Di depan kamar, dia tersender di dinding, memegang dadanya.


Ajin melihat bosnya dan tersenyum.


"Bos" suara Ajin

__ADS_1


"oh.. kau mengejutkan aku saja" ucapnya sambil terus memegang dadanya.


"Aku rasa, aku harus segera mengurus suatu perkara ke KUA, sebelum bosku melakukan tindakan yang kelewat batas" ucap Ajin tertawa kecil.


Kevin yang tersadar bahwa ia sedang di permainkan, memukul tangan Ajin.


"Bos, silahkan anda mandi, saya sudah selesai." suara Putri dengan pelan keluar kamar, dan menyapa Kevin dan Ajin yang sedang menerima laporan.


"Oh ya. Kosongkan jadwal saya hari ini, undur semua rapat sampai besok" perintah Kevin.


Dan ia berlalu dari tempat duduknya menuju kamarnya.


"Silahkan duduk, nona." Ajin bangun dan keluar dari ruang itu.


Putri melihat-lihat setiap sudut dari rumah itu.


Matanya tertuju oleh suatu gambar, seorang laki-laki tampan berwibawa. Siapa lagi kalau bukan Kevin. Tanpa disadarinya, ia tersenyum melihat ketampanan laki-laki yang ada di gambar itu.


"Sudah puas melihat fotoku?"


suara itu mengagetkan Putri.


"Kenapa tidak ada gambar perempuan di rumah ini? Apa bos tidak punya pacar?"

__ADS_1


muka Kevin langsung berubah.


"Kamu berharap, fotomu yang terpampang di dinding itu? Hahaha. Baiklah. Aku akan memajangnya di sampingku."


__ADS_2