Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Mandi


__ADS_3

"Vin.. jangan tinggalkan aku. Aku masih takut dengan mimpi itu" Putri masih memeluk tubuh Kevin dari belakang.


Kevin menarik tangan Putri,


"Tidak.. aku tidak akan meninggalkanmu, kalau bukan kau yang meminta aku untuk meninggalkanmu"


"Kau mau kemana?" tanya Putri, ia lupa dengan lingerie itu.


"Aku ingin mengambil air minum dingin, dan cemilan. Aku lapar" Kevin menggandeng tangan Putri menuju dapur.


"Kau lapar?" tanya Putri


"Ya, aku tadi tidak makan, aku ingin cepat pulang, memeluk dan menciummu lebih membuatku kenyang daripada aku di sana"


"Dan sekarang, kau kelaparan. Kita kan belum belanja. Mau aku masakin apa sekarang?" Ia melihat isi kulkas. Hanya ada kentang dan sosis.


"Hanya ini.. " Putri menunjukkan ke Kevin.


"Bagaimana?" tanyanya.


"Tidak apa. Besok kita belanja keperluan dapur ya. Oh ya, apakah mie instan kita masih ada, sayang?" tanya Kevin.


Putri memeriksa lemari gantung yang lumayan tinggi, sehingga ia harus menjinjit.


Kevian bangun dari duduknya dan mendekatkan badannya ke badan Putri yang mungil itu.


Deg.. jantung Putri berdegup kencang.


"Masih ada 1, Tapi kau juga belum makan kan? Kita keluar saja, ayo ikut aku"


Putri masih menenangkan dirinya.


"Huft.huft.huft. Tenang put.." ucapnya dalam hati.


"Sayang... ayo" ajak Kevin.

__ADS_1


Tarikan tangan Kevin membuyarkan lamunannya.


"Tapi, pakaianku?"


Kevin mengambil jaket panjangnya.


"Kita gak turun kok. Ayo sayang" ajaknya.


Kevin memang mempunyai sifat terburu-buru, dan Putri tau akan itu.


Kevin membeli makanan siap saji, yang memang buka 24 jam.


"Saya pesan paket 2 nya, 4 ya" ucap Kevin memesan makanan.


"Baik, pak. Silahkan bayar ke loket selanjutnya"


"Kenapa banyak sekali?" tanya Putri.


"Untuk sekarang dan untuk nanti setelah mandi" jawab kevin


"Ya, siapa tau kan lapar lagi, sayang, karena sudah mengeluarkan tenaga yang banyak" ucap Kevin nakla.


"Maksudmu?"tanya Putri lagi. Ia benar-benar sangat bingung.


"Bukannya habis makan, bisa langsung tidur?" tanyanya lagi.


Kevin terbahak-bahak dalam mobil itu.


"Istriku ini sangat polos." ucapnya dalam hati sambil tersenyum nakal.


"Sudah suapi aku kentangnya saja sayang" pinta Kevin.


Putri menyuapi Kevin dengan pelan-pelan.


Sampai di rumah, satpam sudah membukakan pintu garasi.

__ADS_1


"kau keluar dulu, setelah aku masuk, kau kunci semua ya" ucap kevin. Kemudian ia membawa Putri dalam pelukannya. Ia menutupi pakaian Putri yang memang sangat tipis itu.


Mereka tertawa bersama.


"Kita seperti tawanan kabur dari kejaran polisi saja" tawa Putri sambil memegang tangan Kevin.


Mungkin ini yang dinamakan pacaran setelah menikah. Dan Putri sangat menikmatinya. Pacaran halal. Ia bebas menyentuh Kevin, tanpa takut yang namanya dosa.


1 porsi nasi ayam sudah masuk ke dalam perut Kevin. Sedangkan Putri hanya makan ayam gorengnya saja.


Televisi kamar yang memecah sepinya malam itu menemani mereka saat menyantap makan.


"Aaah.. kenyang.." ucap Kevin.


Putri puas melihat Kevin yang kenyang menyantap makanan itu dengan lahap.


"Apa kau mengantuk?" tanya Kevin.


Putri menggeleng dan tetap fokus dengan tontonan musik yang sedang berlangsung, sambil mengikuti iringan musik itu.


Kevin menatap istrinya itu.


"Aku akan menjagamu, menyayangimu, dan aku yakin, kau adalah jawaban yang aku minta setiap saat."


Putri tersadar, Kevin terus memperhatikannya.


"Vin.. kenapa? Ada yang salah?" tanya Putri.


Kevin menggeleng kan kepalanya.


"Terima kasih put.. Kau sudah hadir dalam hidupku. Aku harap kita menua bersama." tiba-tiba Kevin menarik tangan Putri, dan mencium lembut bibir Putri.


***... aaahh author jadi baper sendiri nih.


Yok, vote lagi ceritanya..😍😍

__ADS_1


__ADS_2