Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Gudeg


__ADS_3

Setelah membersihkan diri, Putri keluar hendak membantu Rani dan para asisten yang ada di dapur.


Tiba-tiba, bau menyengat membuat Putri merasakan mual, sehingga ia berlari menuju kamar mandi. Kevin yang melihat Putri, langsung mengejarnya.


"Sayang," Kevin membantu Putri yang sedang muntah-muntah.


Rani memberikan air hangat dan menyerahkan ke tangan Kevin.


Setelah puas, Putri mencuci mukanya.


"Maafkan aku, Vin." ucap Putri.


"Tidak, sayang, aku yang harusnya meminta maaf, kemarin aku lupa membawamu ke rumah sakit" Kevin memapah tubuh mungil itu ke ruang keluarga.


"Ada apa denganmu, nak?" tanya Rani khawatir.


"Mungkin hanya masuk angin saja, mam. Putri baik-baik saja. Tidak usah dipikirkan. Tapi Putri mau istirahat sebentar ya mam" Putri menggenggam tangan Rani.


"Kau antarkan dulu Putri ke kamarnya" pinta Rani kepada Kevin.


Kevin membawa Putri ke kamar mereka.


Putri merebahkan dirinya di atas tempat tidur yang dipakai Kevin saat masih di tempat ini.


Kevin duduk di sebelah Putri. Putri meletakkan kepalanya di atas paha Kevin.


"Aku istirahat sebentar ya Vin" ucap Putri lemah.


"Ya sayang, apa kau ingin dibuatkan bubur?" tanya Kevin.

__ADS_1


Putri menutup mulutnya seperti ingin mengeluarkan isi perutnya lagi, Kevin langsung mengantar Putri ke kamar mandi lagi.


"Sayang, kenapa sampai begini?"


"Aku tidak tau, paling setelah istirahat, aku akan baik-baik saja" ucap Putri yang makin lemah.


"jangan tinggalkan aku sendiri, ya" ucap Putri.


Putri akhirnya tertidur di dalam pelukan Kevin.


Sikap manja Putri itulah yang membuat Kevin selalu rindu padanya. Ia membelai rambut Putri, sampai Putri tertidur pulas di pelukannya.


Putri terbangun, dan meregangkan ototnya. Ia melihat Kevin sudah tidak ada di sampingnya.


Ia bangun dan ketika hendak ingin memakai sendal, Kevin datang dengan seorang yang tidak dikenal.


Dokter itu memeriksa putri. Beberapa pertanyaan diberikan dokter dijawab oleh Putri. Dokter itu tersenyum dan keluar dari kamar Kevin.


"Sayang, kau istirahat saja." pinta Kevin.


"Kau jahat, janjinya tidak meninggalkanku" Putri merajuk duduk dipinggir tempat tidur.


"Maaf, sayang. Mami memintaku untuk keluar sebentar" Kevin memeluk tubuh mungil itu.


"Kau lapar? Mau makan apa?" tanya Kevin.


"Aku mau makan buah saja, lidahku sedikit pahit" jawab Putri.


"Baiklah, aku akan meminta asisten membawakan buah-buahan segar" ucap Kevin sambil keluar kamar, dan tak berapa lama, ia masuk kembali.

__ADS_1


"Vin, enak makan gudeg ya. Tapi tidak pakai nasi. Kreceknya itu, hm.. enak sekali." Putri merasakan air liurnya sudah sampai di tenggorokannya.


"Baru saja sampai di sini, kau udah mau makan gudeg, dimana mencarinya, sayang" ucap Kevin.


"nanti sajalah, ketika pulang ke Indonesia" Putri menyenderkan kepalanya di pundak Kevin.


"Ayo, bangun. Aku harus menyiapkan makanan untuk papi" Putri bangun dan keluar dari kamar.


"Mam, makanan untuk papi, mana? Aku akan memberi makan papi" ucapnya yang tiba-tiba semangat.


Rani tampak bingung. Tadi mukanya sangat lemah, sekarang, dengan semangatnya ingin menyuapi Harry O'Leary.


"Papimu sudah mami suap, tapi tidak mau makan obat."


"Dimana obatnya, mi?" tanya Putri.


"Di meja hias kamar mami, coba kau lihat saja. Papimu sangat susah untuk makan obat" keluh Rani.


Putri masuk ke dalam kamar Harry diikuti oleh Kevin.


"Pi, saatnya makan obat" ucap Putri pelan


Harry membuka matanya.


"Sweetie, kau sudah sehat? Aku dapat kabar dari mamimu, kau tidak sehat"


Putri menggelengkan kepalanya.


"Putri sehat, Pi. Hanya butuh istirahat sebentar saja. Saatnya makan obat ya, Pi. Ini minumnya, dan ini obatnya" Putri menyodorkan obat ke tangan Harry dan memberikan air minum untuk Harry.

__ADS_1


__ADS_2