Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Hilangnya Putri (2)


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan pukul 12 malam. Tapi keberadaan Putri belum diketahui. Kevin makin uring-uringan.


"Oh.. baiklah, terima kasih. Kami segera meluncur ke daerah itu" Ajin menutup ponselnya, dan menghampiri Kevin yang sudah acak-acakan.


"Bos" sapa Ajin.


"Bagaimana? Sudah dapat info?" tanya Kevin.


Ajin akhirnya mendapatkan informasi, kalau mobil yang sama itu, dltelah ditemukan.


Ajin, Kevin beserta rombongan jalan bersamaan menuju tempat itu. Tol di Jakarta, walau sudah malam, tetap ramai. Mereka menyusuri tempat itu.


"Seperti tidak asing, arah jalan ini" gumam Kevin.


Rombongan Kevin memasuki area puncak yang dingin dan sepi. Hanya ada 1 rumah di atas sana.


Jantung Kevin makin berdebar.


"Apa ini? Kenapa arahnya makin dekat di sini."


"Jin, kemana kita?" Kevin sudah mulai curiga


Ajin diam dan fokus ke arah jalan itu.


Para pengawal Kevin, turun dan membuka garasi.


Semua tampak gelap, rumah itu seperti tidak berpenghuni.


"Bagaimana keadaan Putri? Dia takut kegelapan!" Kevin keluar dan berlari.


*Flashback


"Nona, kita sudah sampai"

__ADS_1


"Kita dimana?"


"Silahkan turun, nona. Tuan Hary O'Leary sudah menunggu di dalam."


Putri turun dengan pengawalan ketat.


"Hai sweetie.. Apa kabar sayang?" tanya Hary.


"Papi... kapan datang? Dimana mami?" tanya Putri.


"Mamimu sedang istirahat di dalam. Papi mau buat keisengan untuk Kevin." ucapnya


"Maksud papi?" tanya Putri bingung.


"Ponselmu mana?"


"Aku rasa tertinggal di ruko, Pi"


"Dan saat aku menelponmu, si brengsek itu yang mengangkatnya. Ide ini terlintas begitu saja. Hahaha" Hary merangkul pundak menantunya yang mungil itu.


Setelah masuk ke dalam, Putri melihat ada banyak kue dan makanan. Ia melihat sosok yang sangat dikenalnya.


"Ibu... Ayah..." Putri segera memeluk kedua orang tuanya itu.


"Kapan ibu dan ayah datang? Kenapa tidak langsung ke ruko?" tanya Putri dengan mata berbinar-binar. Sejujurnya, ia sangat merindukan kedua orang tuanya itu.


"Kok bisa di sini?" tanyanya lagi.


"Papi yang meminta mereka datang ke Jakarta, sekalian merayakan pernikahan kalian. Apakah kau bahagia, sayang?" tanya Hary O'Leary.


"Papi.. tentu saja, tentu aku bahagia"


Ia melihat 2 orang yang tersenyum di sudut yang gelap.

__ADS_1


"Vena... Putra... Bagaimana kalian sampai di sini?"


Mereka tersenyum.


Putri melirik mertuanya itu.


Kemudian ia menghampiri mertuanya itu.


"Terima kasih, pap"


"Ya sudah, kita harus menyiapkan pesta ini. Semua sudah papi rancang sejak sebelum sampai di Jakarta. Vena dan Putra adalah aktor yang membantu drama ini. Juga Ajin" Hary sambil menyapa asisten rumah tangga yang ia sewa.


"Apa maksud papi? Putra adalah aktor? Aku tidak paham." Putri masih memikirkan omongan Hary.


"Kau ingat, saat putra dipukuli, itu semua sudah diatur untuk hari ini." ucap Vena


"Kau tidak tau, betapa paniknya Kevin. Dia tampak uring-uringan." ujar Vena.


"Ingat ya put, hadiahmu jangan diumbar dulu. Nanti saat pesta dimulai, kau umumkan."


Putri mengangguk menyetujui rencana Vena.


"Put... Putri... Putriii... Dimana kamu, put.. Jangan takut put, aku sudah datang" Kevin berteriak di dalam kegelapan.


Ia melihat sosok Putri yang terikat oleh tali. Ia berlari menghampiri istrinya itu, dan memeluknya.


Lakban penutup mulut dan ikatan tali sudah terbuka. "Vin.." Putri memeluk suaminya itu. Sejujurnya, ia merindukan aroma tubuh Kevin.


"Kau tidak apa-apa, sayang... Siapa yang mengikatmu begini, aku akan memberi pelajaran. Beraninya ia menyekap istriku!" ucapnya geram.


"Surprise.."


Semua berteriak dan menghidupkan lampu ruangan itu, sambil menyanyikan lagu Selamat ulang tahun. Kevin tertegun dan hanya membelalakkan matanya.

__ADS_1


***Happy birthday Kevin.


Terima kasih vote para pembaca, sebagai kado untuk Kevin...Yang belum, Kevin masih menunggu ya.. 😍😍


__ADS_2