Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
ke Ruko


__ADS_3

"Bos.. kemari" ajak Putri.


Ia mendekap tangan Kevin, dan ia mendokumtasikan Poto mereka.


"Senyum, jangan tegang. Kau tidak tau kan, senyummu itu membuat perempuan jatuh cinta" Putri memegang pinggir bibir Kevin.


"Ah.. jelek.. Rambutnya tidak rapi." Putri merapikan rambut Kevin, meski susah karena ia harus menjinjitkan kakinya, ia puas dengan bisa menyentuh rambut Kevin.


Tapi.. apa yang terjadi pada Kevin, ia merasakan sentuhan itu membuat ia ingin sekali memeluk perempuan itu.


"Ayo kita mulai.. Lihat kamera ya, senyum." berbagai pose mereka lakukan.


Ponsel di sering beberapa detik dan diletakkan jauh dari mereka. Mulailah Putri mengarahkan pose Kevin yang kaku.


Mereka sangat bahagia, dan akhirnya Kevin tidak kuat untuk melakukan sesuatu.


Ia mencium lembut bibir Putri.


Putri terkejut, tapi, ia terbawa emosi. Sampai akhirnya, ponsel Kevin berbunyi. Mereka melepaskan satu sama lain.


Putri terduduk lemas di kursinya.


"Ah.. apa ini.. hanya terbawa emosi saja. Tapi kenapa jantungku berdegup kencang" ia memukul dadanya pelan.


Makanan penutup sudah datang, dan mereka menghabiskan makanan itu, dan berlalu pulang.


Di tengah jalan, Putri diam, tidak ada suara, dan Kevin merasakan lengannya berat. Putri tertidur,

__ADS_1


"Bawa mobilnya dengan hati-hati, Putri tidur. Aku tidak mau mengganggu tidurnya," ucap Kevin ke Ajin.


Kevin meletakkan kepala Putri di dadanya dan memeluk Putri dengan kasih sayang.


"Seandainya aku bisa jujur, aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita bertemu. Tapi aku malu untuk mengungkapkannya" kalimat itu pelan terucap dari bibirnya.


"Kemana kita pulang, bos?"


tanya Ajin


"Ke ruko saja." jawab Kevin.


Ia tidak mau membawa Putri pulang, karena ia takut terjadi sesuatu nantinya.


Mobil berhenti, tepat di depan pintu ruko.


"Put, bangun. Kita sudah sampai" ucap Kevin pelan membangunkan Putri.


"Maaf, bos. Saya tidak sengaja" ucap Putri.


"Masuklah, kunci semua. Kalau ada apa-apa, kau boleh menghubungiku. Tidak usah menghubungi laki-laki lain. Ingat itu"


Putri paling kesal kalau Kevin sudah mengeluarkan kata itu.


Mobil yang membawa Kevin meninggalkan tempat itu.


"Apakah ia akan aman bila kutinggal sendiri? Bagaimana kalau tengah malam dia sakit lagi? Ajin, putar balik mobil." perintah sang bos langsung dilaksanakan Ajin.

__ADS_1


"Anda serius mau bermalam di sini, bos?" tanya Ajin.


"Aku serius. Besok pagi, antarkan aku pakaian yang akan aku pakai, ok" ucapnya.


Ponsel Putri berdering, ia baru saja selesai keluar dari kamar mandi.


"Aku angkat tidak ya. Bos gila ini luar biasa."


Tapi telepon itu tetap berdering, 5x panggilan tak terjawab sudah.


"Ya bos, maaf, aku baru selesai mencuci muka" ucap Putri kesal tapi tidak bisa berbicara keras. Bagaimanapun, ruko ini miliknya.


"Buka pintu. Cepat" ucap Kevin.


Putri langsung turun dari kamarnya membuka pintu ruko kembali.


"Ada apa bos? Mana Ajin?" tanya Putri.


"Dia kusuruh pulang. Aku mau tidur di ruko ku" Jawabnya sambil menaiki tangga ruko menuju lantai atas.


"Apa aku tidak salah dengar? Tapi bos, tidak ada kamar lain selain kamarku, tempat tidur ku juga kecil. Bos mau tidur dimana?" ucap Putri


"Ya di kasurmu lah, dimana lagi?"


Putri teringat, ia melepas b*a nya di atas tempat tidurnya.


"Aku mengantuk, Aku ingin tidur" ucap Kevin

__ADS_1


Putri berlari menuju kamarnya,


dan dengan cepat ia membereskan tempat tidur itu..


__ADS_2