Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Pecel lele


__ADS_3

Kevin masih bingung.


"A. ayolah. Kau bangun sayang. Katanya mau pergi makan pecel lele." ajak Kevin.


Putri beranjak dari tempat tidurnya.


"Hei.. Hati-hati, sayang." Kevin menangkap tubuh Putri yang hampir saja jatuh.


Putri mencium pipi Kevin. Ia mengambil jaket dan duduk di meja riasnya.


Kevin sebenarnya tidak tau bagaimana kondisi kesehatan Putri. Muka Putri tampak lemah tapi semangatnya sangat tinggi demi pecel lele.


"Aku mau naik motor saja ya, Vin" pinta Putri.


Kevin bingung, tapi Kevin mengikuti kemauan Putri.


"Vin, kita makan di pinggiran saja, aku mau yang ada pengamen jalanan ya"


Ada apalah dengan putri?


Kevin tidak bisa mengatakan tidak kepada Putri.


Mereka makan bersama, Putri terlihat bersemangat menyantap makanan itu. Ia melihat beberapa anak kecil pengemis dan seorang ibu, duduk di seberang jalan, dan terlihat sangat kelaparan.


"Vin, lihat mereka" tunjuk Putri.


"Boleh aku mengajak mereka untuk makan di sini?" tanya Putri.


Kevin tersenyum. Ia menganggukkan kepalanya. Kemudian ia bangun, membisikkan ke pelayan itu untuk memanggil yang dimaksud Putri.


Tak berapa lama, mereka duduk di tempat yang kosong, dan pelayan menyajikan makanan itu.


Mereka makan dengan lahapnya.


"Bu, enak sekali ya Bu. Alhamdulillah, doa kita di dengar Allah ya Bu," seorang anak berusia 8 tahun berkata seperti itu.

__ADS_1


Putri mendekati mereka.


"Kurang tidak makannya?" tanya Putri


"Tidak, ibu. Terima kasih banyak, ibu." jawab sang ibu pengemis itu.


Sedangkan anak-anaknya, makan dengan sangat lahap. Entah bagaimana, mereka bisa lahap seperti itu.


Putri dan Kevin meninggalkan sedikit uang ke meja mereka. Mereka sangat senang sekali.


"Semoga Allah menjaga keluarga ibu dan bapak, dan semoga keturunan ibu menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah" ucap ibu pengemis itu mendoakan Putri dan Kevin.


"Aamiin. Terima kasih doanya, Bu. Kami duluan ya" Putri tersenyum kepada mereka, dan Kevin membayar makanan itu.


Sampai di parkiran, Putri memeluk Kevin. Kevin yang memakaikan helm ke kepala Putri, tersenyum melihat kebahagiaan istrinya itu.


Putri memeluk Kevin, dari belakang.


"Terima kasih, Vin. Kau memang baik sekali" Putri memeluk dengan kencang. Kevin menepuk tangan Putri.


Ia melihat, lelaki tampan itu masih tertidur pulas. Putri memandangi rupa yang menawan itu. Tangan jahilnya meraba pipi Kevin, yang sedikit ditumbuhi rambut halus.


Kevin menarik tubuh mungil itu ke atas badannya.


"Vin" teriak Putri.


Tapi Kevin tidak bergerak.


Putri memainkan tangannya lagi ke bibir Kevin, ke alis Kevin. Kevin tidak merespon.


Putri kesal, dan ia hendak melepaskan pelukan kevin. Tapi pelukan tangan itu sangat kencang.


"Vin, lepaskan." ucap Putri.


"Salah siapa kau mengganggu tidurku, sekarang terima akibatnya" Kevin sekarang yang usil kepada Putri, hingga Putri tertawa karena geli.

__ADS_1


"Sudah.. ampun.. sudah... ampun" teriak Putri sambil tertawa.


Kevin melepaskan pelukan itu.


"Makanya, jangan usil" ucap Kevin.


Ponsel Kevin berbunyi, ia meraihnya.


"Mami. Ada apa mami menelpon sepagi ini?" tanya Kevin kepada Putri.


K : Hai, mam.. Apa kabar?


R : Baik, mami hanya mengabarkan, papimu sedang tidak sehat, kalau kau ada waktu, ajak istrimu menjenguk papi.


Kevin dan Putri terkejut.


K: Sakit apa mam?


R : Keletihan, tapi ia ingin sekali kalian mengunjunginya. Apakah kalian ada waktu?


K : Baik, mam, aku akan segera berangkat kalau urusan kantor ada yang menghendle. Ajin juga akan kembali dari honeymoon. Aku akan segera mengurus semua.


R : Mana Putri?


P : Ya, mam. Putri akan datang menjenguk papi. Mami yang tenang ya. Kami janji akan kembali ke UK.


Suara Rani tidak seperti biasanya.


Ada apa dengan Harry O'Leary.


Semoga semua baik-baik saja.


*Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah semua baik-baik saja?


Hi, guys.. maaf ya, upnya kemarin dikit bener.

__ADS_1


Tapi, semoga semua selalu setia pada cerita ini, dan jangan bosan kasih like dan vote ya.. 😍😍😍


__ADS_2