Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Nikah KUA


__ADS_3

Aktivitas kantor KUA pagi itu sangat sibuk. Kedatangan Kevin O'Leary, membuat semua mata perempuan yang memandang tidak berkedip. Pengantin laki-laki mana yang tidak cemburu, bila melihat pengantinnya melirik Kevin yang sangat menawan itu. Sampai-sampai, pengantin laki-laki menutup mata pengantin perempuan. Dengan jas warna putih, menambah pesona Kevin saat itu. Putri tertunduk berjalan menuju ruangan, diikuti Putra Anindito sebagai saksi dari pihak pengantin perempuan, dan Ajin sebagai saksi dari pihak laki-laki.


Semua di minta untuk tidak menyebarkan berita itu dulu, Putri tidak mau menjadi bulan-bulanan para pemburu berita.


Ayah dan ibu Putri, hanya bisa melihat dari video call yang putra buat.


Suasana makin mencekam, ketika Kevin mengucapkan


"Saya terima nikah dan kawinnya Putri Anindita binti Hasan Basri dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar, tunai"


"Bagaimana saksi?" tanya penghulu.


Terdengar kata "sah" dari saksi yang ada.


Putri memeluk Vena erat. Sahabat di kala senang dan susah untuknya.


Setelah dibacakan sighat taklik, saatnya Putri mencium punggung tangan Kevin. Kevin mencium kening Putri dengan rasa haru dan cinta.


"Put.. maafin ayah dan ibu ya, tidak bisa melihat langsung. Nak Kevin, tolong jaga anak putri sulung kami ya."

__ADS_1


Pesan-pesan juga doa dari ayah dan ibu untuk pasangan baru itu didengar dan di aamiin kan.


Selesai urusan nikah di KUA.


Sekarang, mereka bersiap untuk melakukan perjalanan bisnis Kevin sekaligus honeymoon untuk mereka. Kevin sangat lega dengan keadaan sekarang. Ia bisa pergi kemanapun bersama Putri tanpa khawatir akan dosa.


Selesai akad itu, mereka bersiap ke Bandara untuk berangkat menuju UK.


Putri duduk diam selama perjalanan menuju bandara. Ia takut, perjanjian pra nikah yang sudah disepakati akan terbawa suasana.


*Flashback


"Perjanjian apalagi?" tanya Kevin kaget, mendengar permintaan Putri.


"Apa ini, sayang. Tidak usah dipikirkan. Semua akan baik-baik saja. Asalkan kau selalu bersamaku" Kevin mengucek kepalanya kesal. Ia membayangkan honeymoon yang indah. Kenapa harus seperti ini.


"Baiklah, tapi, jika kamu melirik laki-laki lain, kau akan menanggung hukuman dariku, jangan tanya apa itu, kau hanya perlu bersiap"


Sungguh perjanjian yang gila, yang di dengar oleh Ajin. Setelah pernikahan, bukan menyelesaikan masalah, tapi, mereka membuat masalah baru.

__ADS_1


"Semua sudah siap?" tanya Kevin kepada Ajin.


Ajin mengangguk.


"Aku akan menyusul secepatnya." ucap Ajin.


Penerbangan pertama untuk Putri yang pertama, membuat ia merasa kikuk. Ia melintir cincin yang sudah ada di jarinya. Ia menyadari, bahwa ia bukan lagi perempuan single.


"Haaahh... semua seperti mimpi" ucapnya pelan.


"Kenapa, sayang?" Kevin melirik perempuannya.


"oh, eh. hm.. tidak.. aku hanya tidak menyangka akan naik pesawat. Bersamamu" ucapnya bohong.


Kevin tersenyum dan menyenderkan kepalanya di pundak Putri, sambil memegang tangan Putri erat.


Jantung Putri berdegup kencang.


"Huft, huft, huft.. kau harus mengendalikan emosimu, Put" ucapnya dalam hati. Belum juga mereka sampai di UK, jantung Putri terus berdegup kencang.

__ADS_1


"Bagaimana kalau, nanti.. Aahh.. pikiran apa ini.. Tapi kalau seandainya... aaahhhh... Tuhan... semoga semua akan baik-baik saja. sudah-sudah.. " Putri menggelengkan kepalanya.


#Hai hai... terima kasih udah mau baca novel ini. Jangan lupa jempolnya, vote, dan promoin cerita ini yaaa... terima kasih. Kalian emang keren 😍😍😍


__ADS_2