
"Kak, dimana?" tanya Putra.
"Udah di perjalanan menuju ruko, tunggu ya"
ucap Putri.
Kevin memarkirkan mobilnya tepat di depan ruko berlebel BV.
"Ada apa itu, kenapa ramai di depan ruko?" tanya Putri yang kemudian tergesa-gesa turun dari mobil.
"Putraaaa..." Putri menghampiri adiknya yang terlihat babak belur.
"Ada apa ini, pak? Ven.. ada apa ini?" tanya Putri kepada keamanan yang sedang bertugas, dan juga Vena.
"Saya juga kurang paham, mbak. Tadi pas saya patroli, beberapa orang memakai baju hitam-hitam, sekitar 4 orang menghajar mas nya ini" jelasnya
Kevin segera menyusul Putri yang sudah memeluk Putra.
"Ada apa ini?" tanya Kevin.
"Sebaiknya, bawa mas nya ke dalam dulu mbak. Masnya shock itu" ucap seseorang yang tidak dikenal.
"Ayo, put.. Bangun.. " Kevin memapah adik iparnya itu dan membawanya masuk ke dalam ruko.
Putri yang merasa shock melihat keadaan adiknya, hanya bisa diam.
__ADS_1
"Ada apa Ven?" tanya Putri.
"Aku dan Putra baru saja sampai depan ruko, ketika aku membuka kunci pintu, tiba-tiba ada 4 orang datang, yang tidak dikenal, mereka langsung memukuli Putra" jelas Vena.
"Apa kau punya masalah, dek?" tanya Putri yang mengompres muka Putra yang lebam-lebam.
"Tidak kak.. Aku juga tidak paham. Aw.. pelan-pelan, kak" ucap Putra sambil merintih kesakitan
"Aku sudah menghubungi kantor polisi. Mungkin sebentar lagi mereka akan datang." Kevin menghampiri Putri dan Putra.
"Apa kita ke rumah sakit saja, kau sampai seperti ini" ucap Kevin lagi sambil memegang bahu putra.
" Tidak usah bang. Aku kuat kok" putra tersenyum
"Dek.. jangan ditahan kalau kau sakit. Kita ke dokter saja" ucap Putri menghawatirkan adiknya itu.
"Tidak usah mengalihkan pembicaraan, dek. Pokoknya, kalau ada yang sakit, bilang sama kakak."
Tak lama, 2 orang berseragam datang ke ruko itu. Mereka menginterogasi Putra dan Vena.
"Baiklah, pak Kevin. Kami akan segera mengusut. Cuma sayang, disini tidak ada CCTV, jadi tidak ada keterangan yang jelas. Kami permisi dulu." pamit mereka.
Sementara, Putri masih mendampingi Putra, ia berkata
"Bagaimana untuk sementara, adek ikut kakak aja, tinggal sama kakak"
__ADS_1
"No, Putra bisa jaga diri kok kak."
"Ya, kau ikut kami saja, lagian hanya kakakmu dan aku yang ada di rumah kami. Ya kan, sayang"
"Terima kasih, bang. Nanti kapan-kapan, aku main ke rumah kalian."
"Ya sudah, aku akan memasang CCTV, dan menambah pengawalan di sekitar sini. Kita tidak tau bagaimana nantinya. Besok juga, tempat ini sudah ramai lagi." saran Kevin memeriksa setiap sudut ruko itu.
"Sayang, aku sudah membereskan kamar atas, kau istirahat saja dulu, aku dan Vena akan membereskan lantai bawah ini." ucap Putri.
"Baiklah kalau kau suruh aku duluan ke kamar, aku akan menunggumu ya sayang, kita akan..." Kevin membisikkan kalimat itu, dan tertawa kecil.
Seketika muka Putri memerah.
"apa-apaan, malu." Putri mencubit tangan Kevin.
Ruko itu, sudah kembali rapi dan bersih.
Tinggal menunggu besok. Sudah tidak sabar mendengar suara-suara indah dari siswa yang melatih vocal itu.
"Bagaimana kalau kita makan siang bersama?" tanya Putri.
"Hm.. tidak usah, kasian bang Kevin menunggu lama." Kemudian Putra dan Vena melambaikan tangannya.
Putri teringat suaminya yang ada di atas, sendirian. Sedang apa dia?
__ADS_1
Putri melangkahkan kakinya dengan pelan, dan mengintip ke kamar, yang biasanya ia tempati.
"Kenapa dia tertidur dengan membuka baju?" tanya Putri.