Cinta Di Atas Kontrak

Cinta Di Atas Kontrak
Jantung Kevin berdegup kencang


__ADS_3

Putri hanya memandang laki-laki yang tertidur itu. Ajin sudah menggantikan pakaiannya.


"Apa dia tidak perlu dibawa ke rumah sakit saja, dok?" tanya putri


"Aku rasa, dia lebih membutuhkanmu, dari pada perawat terbaik sekalipun" canda dokter itu, dan ia berlalu.


"Silahkan di kunci lagi pintunya, nona. Besok pagi saya akan menghubungi nona. Kabari saya kalau terjadi sesuatu"


Putri mengangguk, dan ia segera mengunci ruko itu.


Ia melihat, Kevin duduk di atas tempat tidur Putri. Putri berlari.


"Mau apa bos? Minum ya. Dokter bilang, bos harus banyak minum air putih"


Kevin meminum air itu.


"Aku mau ke kamar mandi. Tolong antarkan aku" pintanya pelan.


Seandainya bos gila itu selalu berkata manis seperti ini, ia akan rela mengerjakan semua tugasnya.


"Aku menunggu di luar saja ya bos" ucap Putri sambil memapah Kevin.

__ADS_1


Tak satu suara pun terdengar dari mulut Kevin. Mukanya sangat pucat. Bajunya sudah basah akibat keringatnya itu. Untung saja, Ajin membawakan banyak baju. Ia sangat tau kalau bosnya sakit, akan mengeluarkan keringat yang berlebihan.


Dengan sangat telaten, Putri merawat Kevin malam itu. Ia menggantikan pakaian, membangunkan Kevin hanya untuk minum dan minum obat yang harus diberikan setiap 4 jam sekali. Matanya sangat mengantuk. Tapi tak sedetikpun ia memejamkan mata. Sampai akhirnya, suhu tubuh Kevin sudah kembali normal, dan Kevin tidak mengerang kesakitan lagi.


"Baguslah. Obat itu sangat manjur" ucap Putri.


Setelah solat subuh, Ia keluar untuk mencuci pakaian Kevin.


"Huaa.. selesai. Aku akan memejamkan mataku sebentar saja. Untung hari ini libur. Kalau tidak. Aku tidak akan kuat" Putri tidur di kursi yang menghadap tempat tidur itu dengan memegang tangan bosnya.


Dering dentingan gitar milik Putri berbunyi. Tapi Putri tidak terbangun. Kevin merasa berisik dengan suara itu, membuka matanya.


*Sekretaris bos gila


"Hm" suara Kevin.


"Bos.. bagaimana keadaanmu" tanya Ajin


"Sudahlah, jangan berisik. Dia masih tidur di sampingku. Jangan mengganggu kami" ucap Kevin dan mematikan panggilan ponsel dari sekretaris pribadinya.


Ajin tersenyum dan seribu pikiran kotor hadir dalam otaknya.

__ADS_1


"Apa yang dilakukan Kevin?" tanyanya.


Sementara Kevin masih berat membuka matanya, ia melihat Putri yang tidur duduk dalam keadaan mengganjal kepalanya dengan sebelah tangannya.


Sinar matahari menerpa wajah mungil yang cantik itu. Kevin menutupi muka yang terkena sinar matahari dengan tubuhnya, untuk membuat nyaman perempuan yang ada di depannya.


Ia bangun, dari tempat tidurnya, dan menggendong Putri ke atas tempat tidurnya.


Ketika Kevin hendak pergi dari kasur itu, tangannya ditarik oleh Putri, dan ia menjadikannya bantal.


Kevin terkejut. Tapi, ia membiarkan kejadian itu, dengan tersenyum bahagia.


"Seandainya kau tau" ucapnya pelan sambil mengelua rambut Putri yang panjang.


"perempuan sederhana ini benar-benar sudah membuat aku jatuh cinta"


Tiba-tiba Putri membalikkan badannya, sehingga sekarang seakan Putri berada di pelakuan Kevin. Jantung Kevin makin berdegup kencang.


Daripada terjadi sesuatu, ia melepaskan pelukan Putri dan turun dari kasur itu.


Putri tampak pulas sekali.

__ADS_1


Kevin mengendap-endap keluar dari kamar itu. Ia merebus air untuknya. Untung saja ia mengambil bubur instan, dan biskuit kesukaannya.


Ia melihat sekelilingnya, yang sudah tampak rapi. Ya, Putri membersihkan rumahnya sebelum akhirnya ia tertidur pagi itu.


__ADS_2