
...🖤🤍 HAPPY READING 🤍🖤...
🥀🥀🥀🥀🥀
Malam telah larut, angin malam berhembus sepoi - sepoi, seakan ikut merasakan betapa pilunya nasib cinta Doni.
Baru pertama kali merasakan indahnya cinta, ternyata ada tembok besar yang menjadi penghalang perjalanan cintanya.
Ya Tuhan, haruskah aku menyerah dengan semua ini, kalau aku mundur Alexa pasti kecewa, kalau aku maju aku takut dia terluka, tolonglah hambamu Ya Robb, beri hambamu jalan keluar yang terbaik untuk kami semua.
Doni hanya bisa terduduk lunglai di kursi taman dekat rumah Alexa.
Setelah pertemuanya dengan orang tua Alexa dan berujung kandas, Doni keluar dari rumah Alexa, tidak ada alasan lagi untuk berlama - lama disana, apapun yang dia katakan, hanya kata - kata cacian dan makian yang dia dapat, dia masih punya harga diri saat diusir dari keluarga Wilson.
Tring..
Hp Doni berbunyi.
" Iya tuan muda.."
Ucap Doni dengan suara berat.
" Kamu kenapa? apa aku menganggumu, kenapa suaramu jelek sekali? "
Ucap Vian terheran.
" Aah..tidak tuan muda, aku.. aku hanya sedikit lelah dari perjalanan jauh."
Ucap Doni berusaha tegar dan mengusap air mata nya yang sudah lancang menetes tanpa aba - aba.
" Tidak biasanya, saat menemaniku dalam perjalanan bisnis kemanapun kamu biasanya masih tetap bersemangat! "
" Aah.. mungkin saya sudah menua tuan muda, hehe.."
" Ciih..ada apa? katakan? "
ucap Vian tanpa basa basi.
" Hemm.. Rudy Wilson."
Ucap Doni tidak sanggup melanjutkan perkataannya.
" Kamu sudah menemuinya? "
" Ya.."
Ucap Doni sambil memejamkan matanya.
" Datanglah kemari, kita bicara sambil ngopi sebentar !"
" Ini sudah malam tuan muda, kita bicarakan besok saja, sekarang istirahatlah tuan muda, jaga kondisi anda."
ucap Doni tidak enak hati.
" Justru karena sudah malam, jadi kusuruh kau datang kemari !"
" Memangnya kenapa kalau siang tuan muda !"
tanya Doni heran.
" Enak saja, apa kamu mau menggoda istriku dengan parfummu itu? apa kamu sudah bosan hidup lagi ?"
" Haah..Baik tuan muda."
Astaga, dia masih saja mengingatnya, tidak terima istrinya memuji pria lain.
Doni bergegas mengendarai mobil dan menuju ke rumah tuan mudanya.
" Selamat malam tuan muda ."
Sapa Doni melihat Vian yang menunggunya diteras depan rumahnya.
" Haaah.. dari raut wajahmu, pasti hubunganmu tidak mendapatkan restu ?"
Ucap Vian menebak.
" Hmm.. Anda pun sebenarnya pasti sudah menduga sebelumnya kan? "
Ucap Doni perlahan.
" Iya.. aku hanya tidak mau kamu menyesal karena belum mencobanya !"
" Harusnya tuan memberitahu hasil akhirnya lebih awal, supaya saya bisa menyiapkan hati dan mental saya lebih kuat."
__ADS_1
Ucap Doni menunduk lemas.
" Apa kamu sudah menyerah sampai disini? "
Tanya Vian memegang bahu Doni seakan menyalurkan energi ekstra.
" Aku Dilema tuan muda, maju Dia terluka, mundur Dia kecewa."
" Waah, Dilema? kayak judul lagu, haha.."
Vian malah tertawa kecil.
" Tuan muda, aku lagi nggak mood bercanda! "
" Haha.. baiklah, orang patah hati memang penyakitnya sensian! minumlah kopimu nanti dingin !"
Ucap Vian membuat suasana sedikit rileks.
" Biarkan saja dingin! "
Ucap Doni menyandarkan kepalanya di bahu kursi.
" Nanti kamu protes, ingat.. jangan salahkan kopi dingin, karena dia pernah hangat tapi kau diamkan! "
Ucap Vian sok puitis.
" Haaah.. aku bingung tuan muda, mana yang harus ku pilih! maju atau menyerah sampai disini!"
" Don, bukankah dalam kamus kita, tidak ada kata menyerah? "
" Tapi ini bukan soal bisnis tuan muda, ini soal hati! "
" Bagaimana rasanya jadi bucin? apa menyenangkan? apa kamu sudah percaya sekarang? kalau wanita bisa membuatmu lemah seketika? "
" Tuan muda..! "
Doni mulai lelah mendengar ocehan Vian.
" Hehe.. sudahlah, begini saja orang tua Alexa hanya menginginkan harta dan jabatan saja kan? "
Tebak Vian.
" Itu syarat utama. "
Ucap Vian menawarkan idenya, padahal sebenarnya bukan hanya separuh bahkan perusahaan di Jepang itu memang diwariskan untuk Doni.
" Tuan muda, saya pasti akan berusaha untuk memenangkan pelelangan itu, tapi maaf, saya tidak bisa menerima jabatan itu, sudah kewajiban saya sebagai asisten tuan muda untuk mendapatkan tender apapun itu, dan saya akan mendapatkan Alexa dengan hasil jerih payah saya sendiri tuan muda, maaf sekali lagi, terima kasih atas kepedulian anda."
Itu lah yang aku suka darimu Don, kamu pribadi yang baik, jujur dan tidak serakah, pantas saja almarhum kakek dulu mengangkat kamu sebagai cucunya diam - diam, dan memberikan warisan perusahaan di Jepang itu untukmu kelak, ketika kamu sudah menikah.
" Baiklah.. aku menghormati keputusanmu itu, jika kamu berubah pikiran, katakan padaku ! "
" Jika memang Tuhan sudah menggariskan jodoh saya dengan Alexa, Dia pasti sudah mengatur alurnya tuan muda, tapi.."
Ucapan Doni menggantung.
" Tapi kenapa? "
" Jika memang Alexa bukan jodohku, aku hanya tidak rela kalau Kenand yang menjadi suaminya, aku sungguh tidak rela Alexa menikah dengan pria brengsek seperti dia, aku.. aku hanya ingin melihat Alexa bisa bahagia, tidak hidup dalam tekanan batin seperti itu terus menerus tuan muda."
Ucap Doni menggeratkan giginya mengingat sesosok pria bernama Kenand.
" Apa kamu belum menyingkirkannya? "
Tanya Vian heran.
" Dia lolos dari kejaran polisi disana, entah pergi kabur kemana pengecut itu! "
" Apa kamu sudah mengerahkan anak buah tuan Mike disana? "
" Sudah tuan muda, tapi memang Kenand sudah kabur duluan keluar dari negara itu, dia sangat licik sekali!"
" Apa kalian bertemu saat di Amerika? "
" Tidak tuan muda."
" Kamu kerahkan anak buah kita disini untuk melacaknya, aku yakin suatu saat nanti dia pasti kembali ke sini, dia pasti mencari Alexa."
" Baik tuan muda, terima kasih sudah sudi membantu saya dalam hal pribadi tuan muda."
" Kamu ini, seperti dengan siapa saja, kita ini kan udah seperti saudara, kita tumbuh bersama, apa kamu lupa? "
" Owh ya? apa kabar adikmu yang dikampung? kenapa kamu belum memindahkannya kesini? "
__ADS_1
Vian mengingat kembali cerita Doni bahwa dia, mempunyai adik perempuan yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas, dan sekarang dia masih berada dikampung halamannya.
" Aku belum sempat mengunjunginya tuan muda, mungkin nanti setelah kepulangan dari Paris, aku akan menjemputnya dan memindahkannya untuk sekolah disini."
Ucap Doni.
" Sayang.. kamu dimana? "
Teriak Bening dari dalam rumah mencari keberadaan Vian.
" Astaga, dia terbangun mencari guling hidupnya! Don.. cepat kamu pulang sekarang juga! "
Ucap Vian mengusir Doni segera.
" Tapi kenapa tuan muda, masih banyak yang harus kita bicarakan mengenai pelelangan di Paris nanti! "
Ucap Doni heran.
" Kita bisa bicarakan besok dikantor, cepat.. cepat pulang sana! "
Vian mendorong Doni agar segera beranjak dari rumahnya.
" Doni? "
Terlambat, Bening sudah melihat Doni dengan senyuman menawan.
" Don.. kapan kamu kembali kesini? "
Tanya Bening mendekat.
" Yank..ayok kita masuk, diluar sangat dingin, tidak baik untuk kesehatan dedek bayi kita."
Ucap Vian mencegah langkah Bening mendekati Doni.
" Apa nona muda sudah hamil lagi?"
Tanya Doni ikut berbahagia.
" Pulanglah sana, jangan banyak basa - basi! "
Bisik Vian kesal.
" Waah.. selamat ya nona muda, saya turut berbahagia, pantas saja aura kecantikan ibu hamil memancar dengan sempurna."
Ucap Doni sengaja membuat panas bosnya.
" Waah..benarkah? terima kasih Don."
Ucap Bening ikut tersenyum.
" Pulang.. atau ku pecat kau sekarang juga! "
Vian mengerakkan bibirnya tanpa bersuara.
" Baik tuan muda, saya permisi."
Ucap Doni tersenyum puas bisa mengerjai bosnya.
" Kenapa buru - buru Don? masih jam segini? "
Ucap Bening yang tanpa sadar kalau mata suaminya sudah hampir mengeluarkan bara apinya.
" Maaf nona, nyawa saya cuma satu, dan belum pengen mati sia - sia malam ini, permisi nona, tuan muda, selamat malam."
Doni melangkah dengan tersenyum jahat.
" Dia kira cuma dia saja yang nyawanya satu? emang ada yang jual spearpatnya apa? aah.. asistenmu kenapa jadi tambah gila sekarang! "
Ucap Bening berjalan melenggang tanpa mempedulikan raut wajah suaminya.
Vian heran, kenapa mood istrinya berubah - ubah, dia kira tadi Bening akan memaksa mengendus wangi parfum Doni lagi, tapi ternyata dia hanya sekedar menyapa, bahkan sudah kembali memaki asistennya.
Ahh.. lega, ternyata istriku sudah kembali ke habitatnya.
Vian tersenyum sambil mengekori istrinya dari belakang.
Bagaimana nasib Alexa selanjutnya..
Tinggalkan dulu jejak kalian ya gaes..
Tunjukkan jempol kalian😊
Jangan lupa tetep kasih dukungan buat author ya, dan yang sudah berbaik hati memberikan VOTE, author doain lancar terus rejekinya.
__ADS_1
Terima kasih😘