
...🍂🍂Happy Reading🍃🍃...
Hari Minggu pun telah berlalu,Doni sudah kembali melakukan rutinitasnya kembali ke kantor.
Sedangkan dirumah Vian,dia sedang bersiap untuk pergi kekantor.
"Sayang..sarapan sudah siap,ayok ntar kesiangan nggak jadi kekantor lagi"
"Hmm..pakaikan dulu dasiku"
"Haiiiss..baiklah tuan muda yang manja"
"Nanti siang kamu ke kantor kan yank?"
"Ngapain?"
"Kok ngapain?kamu kan udah janji,setiap hari makan siang denganku?"
"Tapi aku harus cek resto sayang"
"Enggak peduli"
"Ckkk..baiklah"
"Gitu dong!istri harus nurut sama suami"ucap Vian tersenyum."Owh ya..ngomong-ngomong soal restoran,ternyata dalang dibalik semua kejadian itu adalah keluarga Wilson"
"Keluarga Wilson?siapakah itu?"
"Ahh..apakah Romo pernah berhubungan bisnis dengan Rudy Wilson?
"Emm..aku kurang tau yank,aku baru saja terjun dibisnis ayah baru-baru ini,jadi aku kurang tau siapa aja yang berbisnis dengan ayah"
"Emang kenapa sih yank?"
"Dia salah satu pembisnis yang licik,dia bahkan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan tender yang dia inginkan,tapi masalahnya dia bergerak dibidang yang berbeda dengan Romo,tapi kenapa dia mengusik restoranmu yank?"
"Aaaahh..tunggu,tapi Alexa bilang hari itu.."
"Kenapa?apa katanya?"
"Dia bilang kemarin,itu semua ulah asisten ayahnya,aaahhh...brati Alexa.."
"Putri keluarga Wilson"
Ucap mereka berdua bersamaan.
"Aaahh..ini tidak mungkin"
Ucap Bening tidak percaya.
"Pantesan,IQ dia diatas rata-rata"
Ucap Vian yang sudah mulai curiga.
"Tapi Alexa,orang yang sangat baik,aah..aku bahkan tidak percaya ayahnya seperti mafia.
"Dulu..kakek pernah berurusan dengan Rudy wilson"
"Owh ya"
"Dan kamu tahu?"
"Apa?"
"Saat itu,salah satu tender terbesar dimenangkan oleh kakek,dan Wilson yang datang terlambat menginginkannya,akhirnya dia merebutnya dari kakek?"
"Terus apa kakek membiarkannya?"
"Tentu saja tidak,kakek mempertahankan tender itu,tapi..?
"Kenapa?"
"Asisten kepercayaan kakek,tiba-tiba meninggal dengan tidak wajar"
"Apah?apakah itu semua ulah keluarga Wilson?"
"Yaa..benar sekali,akhirnya sejak saat itu kakek tidak mau berurusan lagi dengan Wilson,bukan karena tidak mampu atau tidak berani,tetapi karena kakek tidak ingin hal buruk terjadi lagi pada orang disekeliling kakek"
"Kalau begitu,malang sekali nasib Alexa,kasihan dia yank?"
"Sudahlah,nanti Doni akan menyelesaikan masalah restoran,kamu jangan khawatir ya"
"Tapi Alexa bilang,Ayahnya akan mengembalikan nama baik restoran Romo,asalkan Alexa kembali pulang kerumahnya"
"Baguslah kalau begitu,kita tidak perlu lagi berurusan dengan keluarga Wilson"
__ADS_1
"Tapi yank..kasian Alexa,dia.."
"Sudahlah yank,walau gimanapun juga,Alexa adalah putrinya,semua pasti akan baik-baik saja"
"Hmm..malang sekali nasip gadis itu,ya sudah ayok kita sarapan"
Vian menggelengkan kepalanya,dia malah menyandarkan kepalanya dibahu Bening.
"Ayokk..entar kesiangan,udah jam berapa ini?"
"Suapin?"
"Haaah..?kenapa jadi manja gini?"
"Kalau tak mau sudah!aku berangkat sekarang aja!"
Ucap Vian merengut dan mengambil tas kerjanya.
"Ututtuttuttuu..cayang..cayang..sini..sini"
Vian tersenyum sumringah,akhirnya pagi ini Bening menjadi baby sister bayi gede dadakan.
Sesampainya dikantor,Vian langsung duduk dikursi kebesarannya.
"Selamat pagi tuan muda"
Sapa Doni dengan senyuman yang tidak pernah surut diwajahnya,pagi ini mood dia benar-benar sangat baik.
"Ciiihh..berkacalah kamu kenapa?"
"Hehe..apa tuan muda butuh sesuatu?"
Tanya Doni dengan senyum sejuta wattnya.
"Waahh..lihatlah mukamu?kesambet setan apa kamu?pagi-pagi senyum-senyum tidak jelas"
"Aku sedang bahagia tuan muda"
Ujar Doni duduk dikursi depan meja bossnya.
"Haaah..kenapa?kamu menang lotre?"
"Lebih menyenangkan dari pada itu boss"
"Waah..benar-benar kena sawan ini bocah"
Tanya Vian sambil menopang dagu.
"Ciiihhhh..kamu mau plagiat caraku?"
"Kan bisa jadi option jika terdesak?beri aku saran bos biar hati wanita cepet klepek-klepek gitu"
"Jijik kali aku dengernya!menaklukkan beberapa tender besar kamu bisa,kenapa satu cewek aja kamu nggak becus?"
"Ini kan lain cerita bos?"
"Memang siapa perempuan yang kurang beruntung itu?"
"Aaahh..anda mengejek saya tuan muda?"
"Hahahaha...just kidding brother!siapa?emm..biar aku tebak,pasti bocah....?"
"Tebakan anda tidak pernah meleset tuan muda"
Doni kembali tersenyum mengingat kejadian kemarin dengan Alexa.
"Alexa?"
"Waahh..anda mengingat namanya?saya kira hanya nama nona Bening yang anda ingat"
"Karena aku baru membicarakannya tadi sebelum berangkat"
"Owh ya?Ada apa?kenapa dengannya?apa terjadi sesuatu dengan Alexaku?"
Tanya Doni antusias.
"Apa?Alexaku?Haissss..Aahh..sudahlah,aku kira dia akan baik-baik saja!lanjutkan kerjamu,berikan aku file yang kemarin"
Pinta Vian mengira semua akan selesai dengan sendirinya.
"Baik bos"
Sementara Alexa sudah mengemas semua barang-barangnya,dia membersihkan rumah yang selama ini dia tempati dan segera menitipkan kunci kepada security restoran.
"Aaahh..aku malas sekali masuk istana macan ini lagi"
__ADS_1
Ucap Alexa yang sudah didepan pagar rumah mewahnya.
"Selamat siang nona Alexa,mari saya bawakan barang anda nona".
Sapa security rumahnya.
"Apa Ayah ada dirumah?"
"Tuan besar baru saja pergi nona"
"Aah..baguslah,setidaknya aku bisa bernafas dengan tenang sebentar"
Alexa melangkahkan kakinya dengan gontai menuju kamar yang sudah beberapa bulan dia tinggalkan.
"Ahh..abang lagi ngapain ya?"
Ucap Alexa sambil merebahkan dikasurnya.
"Sebaiknya aku pakai nomor lama saja,aku tidak mau membuat abang celaka gara-gara keluargaku"
Ya Tuhan,kuatkan hati hambamu,abang maafkan aku.
Alexa mulai memejamkan matanya,semalaman dia susah tidur,teringat tentang seharian bersama dengan orang yang sangat dia inginkan untuk selalu bersamanya tapi tidak terkabulkan.
Sedangkan siang hari dikantor,Doni uring-uringan sendiri,dan berjalan mondar-mandir seperti setlikaan baju.
"Kemana sih Alexa?kenapa nomornya tidak aktif dari tadi?"
"Pesanku juga,satupun nggak ada yang dibalas?aaahh..Alexa kamu kemana sayang??"
ucap Doni prustasi menjambak rambutnya sendiri.
Malam menjelang Alexa turun kebawah,disambut oleh ibunya.
"Hai sayang..kamu sudah bangun?sini makan nak"
"Hmm"
Tidak ada kata yang terucap dibibir Alexa,dia makan dengan diam,makanan lezat yang dia makan serasa hambar tak berasa.
"Alexa,lusa adalah hari pertunanganmu denan Kenand,siapkan dirimu"
Alexa diam saja,tidak bersuara,tidak protes,tidak bilang ya atau pun bilang tidak.
"Ayah?kenapa secepat itu?"
Tanya Ibu Alexa terkejut.
"Lebih cepat lebih baik,mumpung anakmu yang satu ini tidak berulah lagi"
Klonteng..
Alexa membanting sendoknya dengan keras dan beranjak pergi ke kamar.
"Lihatlah putrimu,apa dulu kamu lupa mengajarkan sopan santun pada orang tuanya?"
Ayah Alexa menahan amarahnya.
"Sudahlah yah..Alexa butuh waktu,biarkan dia tenang dulu"
"Mau tidak mau,tenang tidak tenang,lusa dia harus tetap bertunangan,titik!"
Perintah ayah Alexa tidak terbantahkan.
Alexa membatingkan tubuhnya dikasur sambil menangis tersedu-sedu.
Ceklek..
"Sayang..are you okay nak?"
Tanya mama Alexa memeluk putrinya.
"Ma..kenapa harus Alexa?"
"Sayang"
"Kenand bukan orang baik-baik ma?apa mama rela Alexa dipermainkan lagi dengannya?"
"Sayang..ini keputusan ayahmu,mama tidak bisa apa-apa nak?"
"Apa mama tega,melihat aku menikah dengan bajingan seperti kenand?dia pernah hampir memperkosaku ma,aku takut melihatnya..aku takut ma"
Tangis Alexa pecah dipelukan mamanya,sedangkan mamanya tidak bisa melawan kehendak suaminya,walau dengan cara apapun.
Bagaimana nasib Alexa dan Doni selanjutnya?tunggu next episode ya😊
__ADS_1
Jangan lupa klik LIKE,VOTE,dan KOMENT kalian gaess😚
Terima kasih atas semua dukungannya.