
...🦋💙Happy Reading💙🦋...
Sebelum Doni berangkat dia mampir dulu ke rumah tuan mudanya.
"Selamat pagi tuan muda"
Sapa Doni saat melihat Vian tengah duduk santai ditaman belakang menikmati udara pagi dengan secangkir kopi hitam.
"Heh..kamu Don,sejak kapan kamu datang?"
"Baru saja tuan muda"
"Mau minum kopi bersama?"
"Tidak tuan muda, saya hanya mau pamit pergi ke Amerika sekarang"
"Sepagi ini kah"
"Iya tuan muda"
"Aah..aku sudah mengkonfirmasi siapa itu Kenand,dia cukup berbahaya Don,apa perlu aku menemanimu kesana?"
"Tidak apa-apa Tuan muda,semoga aku bisa menyelesaikannya sendiri dengan tuntas"
"Tidak Don,aku akan menemanimu, aku juga berhutang banyak pada gadismu itu, kalau dia tidak mendonorkan darahnya waktu itu entah apa yang akan terjadi"
Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang.
"Sayang..kamu dimana?"
Ucap Bening lemas sambil berjalan sempoyongan mendekatinya.
"Yank..kamu kenapa, wajahmu pucat sekali? apa kamu sakit?"
Vian mendekati Bening dengan rasa khawatir.
"Hoeekk..hoeekk..kamu pake parfum apa sih yank? kenapa bau sekali?"
Bening menutup hidungnya merasa mual mencium wangi parfum suaminya.
"Ini parfum biasanya sayang"
Vian mencium baunya sendiri dengan rasa heran.
Bening beringsut mundur dan tidak sengaja menabrak Doni yang sedang berdiri menjadi penonton setia drama pagi ini.
"Awas nona, hati-hati"
Ucap Doni menyangga tubuh Bening yang hampir ambruk di pelukannya.
"Heeem..kamu wangi sekali Don, pantesan Alexa jatuh cintrong denganmu"
Ucap Bening mengendus-endus baju Doni.
"Heh..yank, kamu ngapain?"
Vian menarik Bening ke dalam pelukannya"
"Hoeekk..hoeekk..awas yank,jangan dekat-dekat kamu bau"
"Astaga yank, aku udah mandi, mana ada bau?"
Vian prustasi sambil menciumi badannya terus menerus.
"Pffftttt.."
Doni menahan tawanya.
"Awas minggir, aku mau ke kamar aja"
Bening berjalan ke belakang sambil terus menutup hidungnya.
"Dia kenapa?Heh..kamu pake parfum apa? merk apa?"
Vian mendekati Doni dengan intens.
"Ini parfumku yang biasanya tuan muda,kita kan sering beli bersama"
"Aah..apa kamu datang kesini hanya untuk menggoda istriku?"
"Aku mana berani tuan muda"
"Haiiishhh..pergilah sana, jangan datang kesini kalau istriku dirumah, enak aja dia mau nempel- nempel denganmu"
__ADS_1
"Jadi tuan muda tidak jadi menemaniku?"
"Haahh..tidak, aku jadi berubah pikiran, aku sudah menghubungi Mike untuk membantumu, temui dia kalau kamu sampai di sana, aah.. apa aku harus mandi lagi ini?"
Vian masih uring-uringan sendiri.
"Pffttt..baik tuan muda,saya pamit dulu"
Ucap Doni menahan tawa sambil beranjak pergi.
Vian segera berendam di bath up menggunakan sabun aromaterapi, hampir setengah botol dia gunakan, dia kesal, marah ,sekaligus heran dengan istrinya pagi ini.
"Sayang kamu ngapain di dalam kamar mandi? kenapa lama sekali? kamu tidur ya?"
Tanya Bening yang sudah bolak -balik ke kamar untuk mengajak suaminya sarapan, tapi tak kunjung keluar dari kamar mandi.
"Iya, aku udah selesai"
Vian mandi hampir dua jam, tidak lupa dia keramas sampai tiga kali, agar tidak ada bau yang menempel sedikitpun.
"Kamu mandi atau tidur di dalam? kenapa lama betul deh?"
"Aku bertapa yank"
"Ngapain bertapa di dalam kamar mandi? kurang kerjaan banget deh?"
"Cari wangsit"
"Dih.. kamu mah nggak jelas banget"
"Aku udah wangi belom yank?"
Ucap Vian memamerkan dada bidangnya sambil tersenyum sejuta watt.
"B ajah"
"Haah?"
"Ayo buruan kita sarapan, aku sudah laper!"
Di meja makan sudah terhidang banyak makanan, dari ayam goreng, ikan goreng ,tumis kangkung, capcay, sambal goreng ati ampela, gudeg, lele bakar dan pecel.
"Yank..ada acara apa ini? banyak sekali makanannya?"
"Siapa aja yang diundang?"
"Enggak ada, kita aja, ayok kita makan"
Vian melonggo melihat istri kesayangannya makan dengan lahap, dicicipinya semua hidangan di atas meja satu persatu.
Gleek..
Vian sampai kesulitan menelan air ludahnya sendiri melihat selera makan istrinya pagi ini.
Dia istriku atau bukan, kenapa jadi rakus banget makannya,atau jangan-jangan dia kesambet setan lapar? astaga? tapi, memangnya setan doyan makanan manusia? Ya Tuhan jauhkan istriku dari setan-setan terkutuk, amin.
"Yank..kamu nggak makan?"
Ucap Bening tidak jelas karena mulutnya penuh dengan makanan.
"Hemm..tiba-tiba aku kenyang dadakan"
"Kalau gitu, ayamnya buat aku semua ya?"
"Haah..ya, makanlah sayang"
Vian hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Emm..sayang aku langsung berangkat ke kantor aja ya?"
Vian ngeri sendiri dengan perubahan istrinya pagi ini.
"Baiklah.. hati-hati di jalan ya?"
Ucap Bening masih melanjutkan makan dengan enjoynya.
Astaga, itu istriku atau bukan?
Sesampainya di kantor Vian mulai bekerja, tanpa berminat lagi untuk sarapan.
Dan saat jam makan siang Bening teringin sekali makan siang dengan suaminya, jadi dia berinisiatif mengunjungi kantor suaminya.
Tok..tok..
__ADS_1
"Masuk"
"Sayang?"
"Heh..sayang? kamu datang? tumben?"
Vian berjalan mendekat ke arah istrinya.
"Kenapa? apa kamu tidak suka, istrimu datang?"
"Tentu aku suka dong sayang, suka banget malah"
Vian langsung memberikan hadiah kecupan manis dikening istrinya.
"Yank..aku mau makan bakso beranak, anterin yuk?"
"Haah? beranak? anaknya siapa?"
"Anaknya tukang bakso!" ayo buruan, ini kan udah jam istirahat"
"Ngapain nyari anaknya tukang bakso? jangan main-main deh yank?"
"Pokoknya buruan anterin!"
Bening sudah tidak sabar ingin memakan bakso beranak yang jika dibelah keluar cincangan daging, cabai setan dan bakso kecil-kecil.
Dia tidak sengaja tadi melihat iklan di sosial medianya, ada bakso beranak yang lagi viral, namanya bakso beranak mang Dadang.
Vian menuruti saja perintah istrinya hari ini.
"Dimana tempatnya yank?"
"Di area sini kok, kamu cari aja yank yang tulisannya bakso beranak mang Dadang"
Setelah satu jam muter-muter Vian belom menemukan tempat yang dimaksud istrinya.
"Yank..tutup kali warungnya"
"Ahh..enggak kok,tulisannya buka setiap hari"
"Pasti lagi hajatan yank, makanya tutup dadakan, kita cari bakso lainnya aja yah?"
"Masak sih, kok mang Dadang nggak bilang"
"Emang kamu kenal mang Dadang?"
"Ya enggak lah, tapi harusnya kan dikasih info gituh"
"Astaga..eh itu ada warung bakso juga, kesitu aja mau nggak? kayaknya enak juga tuh?"
Ucap Vian merayu,dia sudah lelah muter-muter nggak jelas dari tadi, sudah puluhan warung bakso dia jumpai, tapi tidak ada yang tulisannya mang Dadang.
"Ahh..aku jadi nggak nafsu lagi makan bakso"
"Haah..jadi mau makan apa?"
"Aku pengen bebek goreng sambal rujak aja"
"Astaga..dimana lagi itu yank?"
"Ya kamu cari lah, kemana gituh?"
"Gimana kalau besok aja, sekarang kita makan bakso itu dulu"
"Hiks..hiks..kamu udah nggak sayang aku lagi ya?"
Bening tiba-tiba menangis tersedu-sedu.
"Ehh..kenapa jadi nangis?"
"Aku mau bebek goreng sambal rujak!"
"Okey-okey kita cari ya, tapi jangan nangis dong"
Kepala Vian hampir mengeluarkan asap menghadapi istrinya hari ini.
Awas kamu mang Dadang kalau ketemu nanti kamu yang aku jadiin bumbu rujaknya.
Puyeng-puyeng deh babang Vian😆😆
Jangan lupa dukungan like,vote dan komen kalian ya gaes.
Terima kasih🥰
__ADS_1