CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
49.Jangan tinggalkan aku


__ADS_3

...🌻🌻🌻 Happy Reading 🌻🌻🌻...


Suara tembakan menggema ditelinga.


Doooooooooooooorrrrrrrrrrrrrrr.....


"Aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh...!"


Bening berteriak histeris melihat lengan dan kepala suaminya mengalirkan darah segar bercampur air yang jatuh dari langit.


"Aaaaa..Tolong suami saya!"


"Tolooonggggg!"


Bening teriak meminta tolong dan orang-orang yang berada disekitar kafe membantunya membawa Vian yang sudah tidak sadarkan diri kemobil dan mengantarkannya kerumah sakit terdekat.


Vian tertembak dilengan kirinya, dan saat terjatuh kepalanya terhantuk batu pembatas jalan hingga mengeluarkan darah yang cukup banyak dan langsung pingsan seketika.


"Sayang... Bangun yankk, kamu harus kuat, jangan tinggalkan aku yankk!"


ucap Bening menangis pilu sambil membantu mendorong troli pasien keruang IGD.


"Nona..Silahkan tunggu disini, dan segera daftarkan identitas pasien dan segala administrasinya sekarang!"


ucap salah seorang dokter jaga.


"Baik dokter, tolong suami saya, lakukan apapun yang terbaik untuknya!!"


ucap Bening sambil menangis.


"Pasti nona.. Kami akan melakukannya semaksimal mungkin!"


ucap dokter itu.


Bening merosot ambruk kelantai, dia menangis tersedu-sedu melihat darah yang begitu banyak mengalir dari kepala dan lengan suaminya yang juga membanjiri sebagian bajunya.


"Ya Alloh..Tolong selamatkan suami hambamu!"


Bening berdoa dan menelungkupkan wajahnya dikedua kakinya.


"Aaah..Aku harus ke ruang administrasi, tapi aku nggak mau meninggalkan suamiku sendiri disini aku telp Doni saja, jarak kantor kesini kan tidak begitu jauh!"


ucapnya segera menghubungi Doni dikantor.


"Selamat siang nona? ada yang....."


pertanyaan Doni terputus.


"Donn, mas Vian ditembak oleh seseorang, kamu cepat datang ke rumah sakit Paramedika sekarang juga!"


ucap Bening cepat.


"Astaga, baik nona!"


ucap Doni langsung menyambar kunci mobil dan berlari sekencang-kencangnya mengambil mobil, tidak peduli banyak mata memandang dia segera mengatur kecepatan full mobilnya.


Didalam mobil dia segera menghubungi anak buahnya untuk menyelidiki apa sebenarnya yang terjadi dikafe yang sempat tuan mudanya katakan tadi.


"Nona? bagaimana keadaan tuan muda?"


tanya Doni begitu sampai didepan ruangan IGD.


"Dokter belum selesai menanganinya Donn, kenapa mereka lama sekali! aku takuttt Donn.. aku takuttt!"


ucap Bening sambil menangis terisak.


"Nona..Tenanglah, semoga tuan muda baik-baik saja, aku akan segera menghubungi orang tua anda dan orang tua tuan muda nona.."


ucap Doni mundur selangkah.


"Tolong kamu urus administrasinya sekarang Donn, aku nggak mau meninggalkan suamiku sendiri disini!"


ucap Bening.


"Baik nona, tapi duduklah dikursi nona, jangan dilantai!"


ucap Doni kasihan melihat keadaan miris nona mudanya.


"Aku baik-baik saja! pergilah..!"


ucap Bening.


Doni segera menghubungi orang tua mereka, dan juga Alexa untuk membelikan pakaian ganti Bening, karena disaat urgent seperti ini pasti orang tuanya langsung berangkat tanpa memikirkan yang lain.


Dan disebuah ruangan yang mewah, seorang perempuan duduk dengan anggunnya sambil menelfon anak buahnya.


"Apakah semua berjalan dengan lancar?"


ucapnya dengan wajah liciknya.


"Maaf nona muda, tembakan saya terkena suaminya!"

__ADS_1


ucap pelaku penembakan.


"Haaahhh..Dasar bodohh, aku sudah bilang tembak istrinya, kenapa kamu melukai pria yang kucintai brengsekkk!"


hardik Devina.


Devina lah dalang dibalik semua itu, dia ingin membunuh Bening agar dia bisa mendapatkan Vian kembali kepelukannya.


"Maaf nona muda, laki-laki tersebut tiba-tiba lari memeluk perempuan itu dan membaliknya saat peluru pistol saya melesat!"


jawabnya.


"Dasar bodoh, aku membayarmu mahal, kenapa begitu saja tidak becusss!"


ucap Devina dengan amarahnya.


"Maaf nona, itu diluar kendali saya!"


ucapnya lirih.


"Apakah tembakanya mengenai bagian yang fatal?"


tanya Devina.


"Sepertinya tidak nona, kemungkinan besar hanya terkena bagian lengan saja!"


"Suruh anak buahmu mengecek keadaannya!"


ucap Devina.


"Baik nona!"


"Ciiiiiihhhh.. Segitu cintanya kamu dengan wanita jalang itu sayang? sampai kamu mau mempertaruhkan nyawamu untuk gadis sialan itu!"


ucap Devina meremas hp ditangannya dengan segala amarahnya.


Orang tua Bening segera berlari menuju ruangan IGD setelah menanyakan pada bagian administrasi depan.


"Bening?"


sapa ibunya melihat putri kesayangannya duduk melamun didepan pintu IGD.


"Mamiiiiii!!"


Bening memeluk maminya dan menangis dengan histeris.


"Kamu yang sabar ya nakk? Vian pasti sudah diberikan pelayanan terbaik oleh dokter, kita berdoa saja ya?"


ucap ibu Bening memeluknya.


"Dengan keluarga pasien?"


tanya seorang suster keluar dari ruangan IGD.


"Saya istrinya suster? apakah keadaan suami saya baik-baik saja?"


tanya Bening.


"Pasien mengalami pendarahan otak,dan memerlukan tranfusi darah yang banyak,stok darah golongan AB kami masih kurang, apakah ada dari keluarga yang bergolongan darah AB?"


tanya suster tersebut.


"Hiks..hiks..hiks..Aku O dokter, apa bisa kamu mengambil darahku saja!"


ucap Bening menangis pilu.


"Sayang? apa orang tua Vian sudah dihubungi, golongan darah mereka pasti ada yang sama!"


tanya ayah Bening.


"Mereka sudah dalam perjalanan kesini tuan!"


ucap Doni disebelah.


"Tapi, pasien membutuhkan darah itu segera!"


ucap suster itu lagi.


Hiks..hiks..hiks..


Bening makin terisak dipelukan ibunya.


"A..a..ambil darah saya suster!"


ucap Alexa ragu-ragu.


"Golongan darah kamu AB?"


tanya Doni antusias.


Alexa menanggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa ngak bilang dari tadi!"


tanya Doni emosi.


"A..a..aku takut disuntikk!"


ucap Alexa lirih.


"Alexa..aku mohon, tolong suami kakak?"


ucap Bening memohon.


"I..iya kak, suster silahkan ambil darah saya!"


ucap Alexa.


"Silahkan ikuti saya nona, saya akan mengecek dulu!"


ucap suster itu.


"Tuan..Temani saya, saya takuut jarum!"


ucap Alexa lirih sambil menarik lengan Doni dan memaksanya ikut keruangan donor darah.


"Hissss...Dasar bocah! sama preman aja nggak takut, masak sama jarum takut!"


ucap Doni kesal tapi tetap mengikutinya.


"Nona? tolong sedikit rileks tangannya, jangan kaku begini?"


jawab suster melihat wajah gugup Alexa.


"Suster..Aku takuttt!"


jawab Alexa.


"pejamkan matamu, itu tidak sakit, rasanya lebih sakit patah hati Alexa!"


ucap Doni geregetan melihat Alexa yang ketakutan.


"Tuan, tolong anda bantu memegang nona ini,agar tangannya tidak bergetar terus, jarumnya akan makin sulit masuk nantinya!"


ucap suster.


"Dasarr bocah ingusan, begini saja kamu gemeteran!"


ucap Doni memegang bahu Alexa sambil duduk dihadapannya.


"Aaaaaaaahhhhhh!"


teriak Alexa.


"Heii bocahhh, itu belum disuntik, itu baru ditempelkan alkoholnya!"


ucap Doni geram.


Suster disampingnya hanya tersenyum geli melihat kegugupan Alexa yang sudah mengeluarkan keringat dingin itu.


"Mas..Tolong tenangkan dulu mbaknya yaa? kalau dia tegang seperti ini, susah cari alur darahnya!"


ucap suster yang setia menanti dan siap dengan jarum suntiknya.


"Haaaaaahhhh...Alexa, coba kamu tarik nafas dulu!!"


"Huuuffffttt"


Alexa mempraktekkan ucapan Doni, tapi dia masih terlihat gemetaran.


"Alexa, kenapa masih gemetaran? Tuan muda harus segera mendapatkan transfusi darahnya!"


ucap Doni sambil memikirkan cara lain.


"A..a.. aku.. juga nggak mau gemetaran tapi ini...."


ucapan Alexa terputus.


Greeeeepppp...


Doni memeluk Alexa dengan erat, dan mengelus-elus rambut Alexa dengan lembut dan seketika tubuh Alexa melemas.


Doni segera menoleh kearah suster dan mengedipkan matanya, suster pun tersenyum dan mengerti, segera ia menancapkan jarumnya dan mengalirkan kedalam kantong darah.


"Aawwww..!"


ucap Alexa terkejut.


Doni segera mengeratkan pelukannya, dan tanpa sadar mencium rambut Alexa yang beraroma mint kesukaanya.


Alexa diam tak bergerak merasakan hangatnya pelukan Doni, biasanya dia sudah histeris melihat jarumnya saja, bahkan waktu suntik imunisasi dia bisa kejar-kejaran dengan dokter, tapi sekarang rasa sakitnya hilang tergantikan dengan kenyamanan yang hakiki.


Ciiieee...Yang sama-sama untung.

__ADS_1


Tunggu kelanjutanya ya,jangan lupa tinggalkan LIKE,VOTE,dan COMENT kalian ya😊😊


Terima kasih😘😘


__ADS_2