CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
121. Keluarga SABLENG


__ADS_3

...🌿🌿 HAPPY READING 🌿🌿...


" Terkadang menyayangi itu sebagaimana berjalan di atas api, semakin dekat semakin panas bahkan bisa saja  semakin ganas. Tapi tetap saja meskipun begitu aku akan terus selalu menyayangimu, karena aku yakin sesuatu yang berasal dari hati pasti akan sampai ke hati."


Ceklek pintu terbuka..


Doni yang sedang merangkul Alexa terkejut sampai mereka berdua melongo berjamaah melihat aksi gila paman Gendengnya itu.


" Yank? pamanmu salah minum obat kah?"


Ucap Doni masih ikut mematung didepan pintu.


Alexa melepas rangkulan tangan Doni dan berjalan mendekat ke arah Joe yang masih mematung sambil nyengir menahan malu.


" CINTA.. apakah itu Cinta a.. a.. a..bertanya tanpa sengaja, Cinta berkorban jiwa.. a.. a.. a..Indah harum bermakna, he.. e.. e.. ha.. a.. a..


Tarik mangggggggg...!"


Alexa mendekat dan mengajak Joe berdangsa dan memutarkan tubuhnya, sambil menyanyikan lagu " Apakah itu Cinta " yang sesuai dengan kondisi pamannya yang lagi mabuk cinta.


" Dasar keluarga Sableng..!"


Ucap Doni mendekat dan langsung menarik Alexa ke dalam gendongannya.


" Aaaa.. abang, turunkan aku, aku mau ikut joged bareng uncle ini."


Alexa meronta ingin turun dari gendongan Doni.


" Duduk..! duduk yang benar, atau aku c*p*k disini, disini dan disini, biar kita batal sekalian puasanya!"


Ucap Doni menunjuk pipi kanan kiri dan yang terakhir bibir ranum Alexa, sambil melotot ke arah kekasihnya.


" Aaahh.. aku tiba - tiba ingin pergi ke toilet."


Joe mencari ide untuk segera kabur dari pasangan somplak itu.


" UNCLE..! "


Seru mereka kompak saat ini.


" Haisss.. kenapa lagi, aku tiba - tiba jadi mules ini karena liat kalian berdua nongol disini!"


Ucap Joe mencari alasan.


" Enak saja, kami jauh - jauh ngintilin pujaan hati uncle sampai sini, karena ingin tau hasil sandiwara kita sukses apa tidak, malah mau kabur! seat here now..!"


Ucap Alexa mirip seperti big boss.


Joe menghela nafas panjang sambil duduk dikursi berhadapan dengan dua manusia paling horor saat ini.


" Gimana hasilnya tadi? apa sukses?"


Tanya Alexa mulai menginterogasi.


" Atau uncle ditolak lagi?"


Doni ikut memberondong pertanyaan.


Bisa kepo juga asisten dingin itu saat ini, mungkin dia sudah tertular Virus kepo dari Alexa, bahkan sekarang kandungan es didalam dirinya perlahan mencair, menjadi pribadi yang hangat dan menyenangkan.


" Haiss kalian ini..!"


Joe tidak menjawab hanya mengacungkan jempol tangannya kehadapan muka mereka yang sudah condong maju kedepan.


" Benarkah? Horeee... Motor sport kita on the way banggg..!"


Alexa teriak kegirangan sambil memeluk tubuh Doni yang terkejut.


" Motor sport kita?"


Doni berfikir sejenak, emang kapan Alexa meminta motor sport kepadanya? kenapa jadi kita, pikirnya sambil melamun.


" Woiii.. puasa Boneng..! jangan peluk - pelukan disini..!"


Teriak Joe sambil melempar bantal kursi ke arah mereka.

__ADS_1


" Emang kamu pengen motor sport yank?"


Ucap Doni tidak mempedulikan Joe yang panas.


" Iya, uncle mau kasih kita hadiah motor sport limited edition kalau dia berhasil mendapatkan mbak Nay, makannya kita harus tetep dukung uncle bang, biar berhasil.


" Kita?"


Tanya Doni kembali.


" Hehe.. abang kan kemarin bilang, asal naeknya bareng sama abang boleh naek motor kan? berati itu milik kita dong?"


Alexa sudah pasang tampang cengar cengir nggak jelas.


" Jangan senang dulu, sandiwara ini masih panjang, belom kita mulai lagi."


ucap Joe menyahut.


" Tapi jangan pas jam kerja ya uncle, kacau nanti urusannya kalau kerjaan kantor ngadat gara - gara rencana gila uncle!"


Ucap Doni protes, si gila kerja.


" Tenang saja, itu tidak akan terjadi, aku sudah mengatur segalanya dengan cermat."


" Okey, suka hati uncle saja, semoga uncle lulus dari ujian cinta ini dan tidak mendapatkan gelar JONES lagi."


Ucap Doni menekankan kata jones sambil tersenyum mengejek.


" Hahaha.. bener banget tu bang!"


sahut Alexa.


" Sialll.. kalian kompak banget kalau jadi tukang ngledek ya!"


Joe merasa kesal sendiri.


" Bomat ya kan bang, haha.."


" Yawda yank, abang balik ke kantor dulu ya, jam istirahat udah mau habis, nanti kamu pulang mau dijemput apa gimana?"


" Mulai deh drama Korengannya, sepet gue lihatnya!"


Jiwa jomblo Joe meronta setiap melihat mereka bermesraan.


" Syirik aja ya kan bang, emm.. entar aku bareng uncle aja pulangnya, kelamaan kalau nunggu abang jam pulang kantor, lagi juga uncle pasti udah mau pulang, ini kan cuma kantor setingan doang!"


Jelas Alexa.


" Tapi untuk rancangan hotel di Lombok itu beneran lho yank!"


Ucap Doni santai.


" HAAAHH..?"


Joe dan Alexa terkejut mendengarnya.


" Jadi kamu pikir aku hanya bersandiwara soal desain grafis hotel itu? owh No..! uncle sudah taken kontrak kan tadi? kalau uncle tidak menjalankan saya bisa tuntut uncle ke polisi."


Senyum Doni mengembang dengan sempurna.


" Ciiihh.. kenapa kamu tidak bilang dari awal? nambahin kerjaan gue disini aja loe!"


Sebenarnya Joe tidak keberatan, menjadi arsitek adalah hobi dan cita - citanya dulu, tapi karena dia harus meneruskan perusahaan kakeknya, Joe jadi tidak terlalu fokus menjadi arsitek lagi, tapi tetap dia menjalankan bisnis itu juga, walau sering dia wakilkan kepada asistennya.


" Habislah kamu uncle, haha.. tapi uncle masih ingat kan cara mendesain bangunan?"


tanya Alexa tertawa.


" Kamu pikir aku selemah itu kah? ciiih.. meremehkanku kau ya?"


Joe merasa terhina.


" Kalau begitu, buatkan desain rumah sederhana yang indah dan sejuk dipandang mata buat kami nanti? "


Alexa memang memimpikan keluarga kecil, dan punya sebuah rumah sederhana saja, yang dihiasi dengan berbagai tanaman yang asri dan suara teriakan anak - anak mereka nanti, tidak seperti sekarang rumah mewah besar tapi sepi, seperti rumah hantu.

__ADS_1


" Gampanglah itu, asal transferannya cocok ajah!"


Ucap Joe bercanda.


" Yae lah, ama keponakan sendiri itung - itungan deh?"


Gerutu Alexa.


" Cihhh.. kamu juga sama aja, bantuin pamannya sendiri minta imbalan!"


Jawab Joe enteng.


" Aku kembali ke kantor ya yank, daripada pusing denger ocehan kalian."


Ucap Doni sambil mengacak rambut Alexa.


Saat keluar dari parkiran perusahaan Wilson group, Doni mendengar ada yang teriak meminta tolong, dia segera menepikan mobilnya menghadang seorang pria yang ternyata adalah copet.


Dengan sebuah tendangan kaki panjang nan kekar Doni, copet itu jatuh tersungkur, beberapa bogeman mendarat mulus di wajah copet itu.


" Puasa - puasa masih saja nyopet kamu, kayak nggak ada kerjaan lain aja, noh.. jualan online lagi ngetrend sekarang, jangan nambain dosa aja!"


ucap Doni langsung menghubungi polisi.


" Te.. terima kasih sudah membantu saya."


Doni menoleh sambil menyerahkan tas dari genggaman tangan copet itu, yang punggungnya masih Doni pijak agar tidak kabur sebelum polisi datang.


" Nay?"


" Bapak?"


Mereka sama - sama terkejut.


" Kamu masih disini?"


" Hah?"


" E.. maksud saya, ngapain kamu disini?"


Hampir saja dia keceplosan.


" Saya dari perusahaan Wilson group, dan sekarang masih menunggu taksi untuk kembali ke kantor, ternyata malah tadi kecopetan, makasih sekali lagi pak."


Ucap Nay tersenyum dengan manisnya.


" Yawda.. kamu balik bareng aku aja, aku juga mau kembali ke kantor, tunggu sampai polisi datang membawa copet ini."


" Baik pak."


Rasa kagum terhadap sosok seorang Doni makin bertambah saja di diri Nay.


Setelah beberapa saat polisipun meringkus copet itu, Doni dan Nay memasuki mobil dan segera kembali ke kantor, Nay bahagianya makin bertambah lagi dikala tidak melihat kekasih atasannya di dalam mobil.


" Bagaimana kontraknya, apa berhasil?"


Tanya Doni memecah suasana.


" Tentu pak, kita sudah sah menjalin kerja sama dengan perusahaan Wilson group."


" Good.. mulai sekarang kamu sebagai penanggung jawab khusus untuk proyek itu ya?"


" E.. apa harus saya pak? sa.. saya kan masih baru."


Nay beralasan agar dia tidak bertemu dengan Joe terus menerus, sudah jadi sopir pribadinya sebulan, tambah lagi kerja juga liat dia, ingin saja Nay protes, tapi itu hanya di angan - angannya saja.


" Kamu yang terbaik, jadi saya percayakan semua urusannya kepadamu!"


Bermekaran bunga - bunga dihati Nay dipuji oleh seseorang yang dia kagumi, tanpa sadar Nay menyetujui dengan senyum sejuta watt.


Babang Doni memang paling bisa buat orang baper ya kan gaes..


Jangan lupa VOTE.. berbagilah VOTE untuk aithor yang lemah ini.😁


 

__ADS_1


__ADS_2