CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
36.Malunya nyampe ke tulang


__ADS_3

...🌿🌿Happy Reading🌿🌿...


Jedaaaaarrrrrrrrrrrrrr.....


Seperti petir menyambar dikegelapan malam, Vian terkejut bukan main, bahkan dia ingin pingsan saja rasa-rasanya.


"Mamiiii....?"


Vian menutup matanya sejenak, malunya tidak terkira,meresap kedalam tulang, dia berfikir mami tadi adalah Bening.


"Apa yang udah gue lakuiinn Tuhan! tamatt riwayat gue!"


ucap Vian dalam hati.


"Apa? kenapa?"


tanya mami sambil melengos menahan tawanya.


"Mami maaf"


lutut Vian melemas, dia ngambruk kelantai.


"Bangunnn..!"


"Maafkan aku mi, tadi aku fikir Bening mi, maaf"


ucap Vian memohon.


"Sudahlah, sini bangun, apa mau gantian aku meluk kamu nak Vian?"


ucap ibu Bening meledek.


"Mamiiiiiii...!"


Muka Vian sudah tak terkondisikan ekspresinya, kalau ada sungai mungkin dia udah nyemplung sambil salto dan koprol.😂


"Hahahahahahahaha..."


"Mami udah ngak tahan lagi Vian! hahaahahaha...!"


pecahh tawa mami sampai pegangin perut.


"Mamii jangan bilang siapa-siapa ya mii?"


rengek Vian.


"Emmphhh...Hahhahahaha, aduww..... duhhh sakit perut mami kamu buat! hahaaha..."


ucap mami masih tertawa terpingkal-pingkal.


"Mamiii..aku pamit pulang yaa, salam buat Bening!"


ucap Vian sambil mencium pungung tangan mami Bening.


"Bening lagi dalam masa pingit nak Vian, sebagai orang jawa, kita harus menghormati pesan orang jaman dulu, walaupun kita sudah dijaman modern!nggak ada salahnya juga kan melakukan hal yang baik, toh ini juga demi kebaikan kalian! mengerti nak Vian?"


ucap mami Bening dengan wejangan yang panjang kali lebar.


"Iya mi, Vian minta maaf sekali lagi!"


ucap Vian sambil menunduk menahan malu segunung.


"ingatt.. jangan temui Bening, sampai janji sucimu terucap nanti?"


ujar mami.


"Siapp mami, kalau begitu Vian pamit mami"


ucap Vian membungkuk dan segera ingin masuk mobilnya.


"Heem..Oh yaa..."


ucap mami


"Iya mi, ada apa?"


tanya Vian kembali menoleh.


"Nggak mau peluk mami lagi? tadi katanya kangen banget sama mami?"


ucap mami meledek.


"Hehe..Udah hilang mi, kebawa angin!"


ucap Vian segera menutup pintunya dan membunyikan tlakson mobilnya.


Dia bahkan ingin segera mandi kramas kalau perlu mandi kembang tujuh rupa untuk buang sial, pantesan badannya agak gemuk, gara-gara lampu taman remang-remang pikirnya.


Mami Bening berjalan sampai dalam rumah menemui Bening sambil senyam senyum terus.


"Mami kenapa senyum - senyum terus ?"


tanya Bening terheran.


"Aahhh nggak ada apa-apa! ini sweater sama hpmu!"


ucap mami Bening.

__ADS_1


"Diihhh mami nggak kesambet dari luar tadi kan mi?"


tanya Bening heran.


"Enak aja kamu, minggir! mami mau keatas dulu"


ujar mami karna Bening menghadang jalannya masih penasaran.


"Diiihh mami"


ucap Bening.


"Oohhh yaa, calon mantu mami ternyata so sweett banget yaa, hahahahahha..."


tawa mami Bening pecah kembali.


"Haaaaaaahhh maksud mami apaan?"


Bening makin heran dibuatnya.


"Sudah sana istirahat, awasss! jangan curi-curi waktu untuk bertemu calonmu sebelum hari H, mengertiiiii...!"


perintah mami.


"Waahh... Ada yang nggak beres ini pasti"


ucap Bening sambil berlari masuk kamar dan mulai menghubungi kekasihnya.


Tuttttt....tuuttt....


Vian menarik nafas panjang dulu mengusir shock yang masih melanda sebelum mengangkat telpon dari Bening.


"Hallo sayang!"


ucap Bening.


"E...Iya sayang!"


jawab Vian.


"Sayang apa kamu bertemu dengan mami tadi?"


tanya Bening penasaran.


"E..Iya sayang"


"Kenapa e..e.. mulu daritadi? apa terjadi sesuatu?"


Bening mulai curiga.


"Enggak nggak ada kok yank"


"Maaf sayang, tadi ketauan mami didepan gerbang, apa mami marahin kamu yank?"


tanya Bening ragu.


"E..enggak kok, cuma bilang kalau sebelum ijab qobul nggak boleh ketemu dulu!"


Ucap Vian mengingat wejangan mami tadi.


"Oh..Kirain marah, atau besok siang kamu datang lagi aja yank, ntar aku liat situasi kalau udah aman deh!"


ucap Bening merasa bersalah.


"Engggakk.. Nggak usah yank"


ucap Vian segera, dia masih trauma, malunya masih terasa ampe ke ubun-ubun juga.


"Tumben nggak semangat lagi yank!"


ucap Bening heran.


"E...setelah aku pikir-pikir, apasalahnya kita menghormati orang jaman dulu kan yank, lagian tinggal bentaar lagi kok, aku pasti bisa tahan!"


ucap Vian sok bijak.


"Duhh....Manisnya pacarku!"


rayu Bening.


"Tampan juga kan!"


jawab Vian narsis.


"Diiiihhh ketinggian deh, turun yank entar jatuh sakit tauk! hehe..."


jawab Bening.


"Jatuh kepelukanmu aku mau yank!"


ucap Vian mulai menggombal.


Entah sejak kapan dia jadi pandai menggombal, dulu dia tipe orang yang cuek bebek.


"Mulai deh alaynya, yawda hati-hati nyetirnya, ini masih di jalan kan?"


"Iya sayang, yawda sampai jumpa nanti ya"

__ADS_1


"Loh kok nanti?"


"Nanti di alam mimpi kita yank!"


"Haha..bisa aja kamu ini yank!"


ucap Bening terheran, sambil geleng-geleng, sejak kapan dia jadi pandai merayu gitu pikirnya.


Dan Beningpun mulai memejamkan matanya, dia harus banyak istirahat agar dihari pernikahannya nanti badanya fit, karena pernikahan Bening menggunakan adat jawa pada siang hari dan malam masih berlanjut pesta bertemakan internasional menggunakan gaun yang mekar dan panjang seperti impiannya.


_____________________________________________


_____________________________________________


Dan sang waktu pun terus berputar, siang berganti malam pun berlalu.


Saat ini pagi sudah menjelang, dan hari ini Bening melakukan prosesi siraman yang dilakukan calon pengantin dirumahnya masing-masing dan dilanjutkan acara pengajian.


Dan besok adalah puncak acara ijab qobulnya.


Setelah acara hari ini selesai Vian rebahan sambil menelpon kekasihnya.


"Hai sayang, apa udah selesai acara pengajianya?"


"Udah yank, udah pegel semua nih badan"


ucap Bening.


"Iiihh.. udah ngak sabar nunggu besok pagi lah yank! pengen segera milikin kamu seutuhnya"


ujar Vian sambil memeluk gulingnya.


"Aku juga yank"


"Juga apa?"


"Yaa sama kek kamulah yank"


ucap Bening malu-malu.


"Kirain ngak sabar yang iya-iya, hehe..."


"Apaan sih yang iya-iya?"


"Daripada yang engak-enggak hayo"


"Mulaii deh mesumnya kumat"


"Kangennn yankk"


"Diiihhh kan mulai?"


"Besok pokoknya habis resepsi kita langsung pergi honeymoon yaa?"


"Eggak istirahat dulu yank?"


"Ngapain? setelah menikah kamu ngak bakal bisa istirahat dengan tenang yank"


"Dih..Kok gitu?"


"Lohhh kita kan harus rajin-rajin bikin adonan!"


"Adonan apaan? emang mau buat kue?"


tanya Bening polos.


"Ya adonan dedek bayi lah, hehe..."


"Nggak jelas banget deh kamu yank, udah ahh aku mau tidur, udah merinding aku bayanginya!"


"Ciieeee...Udah pengen, sabar ya yank.. besok aku gempurrr habis-habisan deh, hahah..."


"Diiihh dasar..Mesum akutt, udah aku mau istirahat aja,makin malem makin 'gaje' aja kamu mah!"


ucap Bening.


"Okey sampai jumpa besok pagi calon istriku"


"Yaa..Sampai jumpa besok pagi calon imamku"


"I love u"


ucap Vian


"Love u more"


jawab Bening.


Akhirnya mereka berdua tidur lelap ditempat tidurnya masing-masing untuk mempersiapkan pernikahan besok pagi.


Hayo..udah pada dapet undangannya belom??😉😉


Sampai jumpa dikondanganya Bening dan Vian ya gaess!


Jangan lupa mohon dukunganya klik:


~LIKE

__ADS_1


~VOTE


~COMENT ya gaess😊biar author makin semangat😆


__ADS_2