CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
60.Maaf


__ADS_3

...❤🧡Happy Reading🧡❤...


🌸🌸🌸


Vian dan Doni akhirnya sudah kembali dari tempat eksekusi wanita ular yang sangat ganas itu,Vian sedikit merasa lega,karena sudah tidak ada lagi yang menghalangi hubungannya dengan bening.


Devina sudah ditangkap polisi dengan segala bukti yang Doni kumpulkan,mereka singgah ke rumah makan dulu sebelum pulang untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.


"Silahkan makan tuan muda!kenapa anda terlihat kurus sekarang?"


tanya Doni.


"Kau pikir aku kurus karena kurang makan?"


jawab Vian sambil memicingkan matannya.


"Hahaha..pasti karena kurang kasih sayang!hahahaa....Ampun bosskuuh!"


ucap Doni meledek.


"Nanti malam jangan lupa janjimu,kalau sampai tidak perfect dan romantis,aku potong gajimu 100%"


ucap Vian.


"Kalau 100% bukan dipotong namanya,tapi penindasan!!"


ucap Doni menggerutu.


"Hahaha..hemmm..Tapi bagaimana keadaan Bening tadi ya,aku masih kepikiran terus daritadi!"


keluh Vian.


"Kenapa tidak ditelpon saja boss?"


tanya Doni heran.


"Aku mau memberikan kejutan oneng,biar kayak didrama-drama itu,Bening kan suka liat drama korea!!"


ucapnya asal.


"Ciiihhh...Dasar laki bini korban drakor semua!!"


ucap Doni.


Dirumah sakit ditempat Bening dirawat,Alan masih setia duduk disamping Bening menunggu sadar kembali setelah selesai pembersihan dirahimnya.


Perlahan Bening membuka matanya dan melihat sekitar.


"Bening?kamu sudah sadar?"


ucap Alan mengelus rambut Bening.


Penglihatan Bening masih samar,dan sedikit terkejut karena Alan ada bersamannya.


"Kamuu!!"


ucap Bening terkejut.


"Bening..kamu jangan panik,aku tidak melukaimu,aku hanya menolongmu saat kamu terserempet mobil tadi!"


ucap Alan pelan.


"Aku..aku dimana ini?"


tanya Bening.


"Kamu dirumah sakit,aku tidak tahu harus menghubungi siapa?hpmu juga tidak kamu bawa!"


ucap Alan pelan.


"Aaaahh ya..Mungkin tasku ketinggalan dikafe,kalau begitu aku mau pulang saja,aaaaawwwww...!"


Bening merintih kesakitan.


"Bening..kamu harus istirahat dulu,kamu..kamu...".


Alan ragu untuk menjelaskannya.


"Aaah...kenapa perutku terasa kram,aaaahh..apa calon bayiku tidak apa-apa??"


tanya Bening.


"Ee..itu..e...anu Bening!"


Alan takut Bening shock mendengarnya.


"Kenapa?katakan..katakan dia baik-baik saja kan lan!!"


ucap Bening menggoyangkan lengan Alan.


"Bening..tenanglah!!"


ucap Alan menenangkan.


"Hiks..hiks..Kenapa lan,calon bayiku kenapa?"


Bening mulai menangis mengelus perutnya.


"Bening..semua hanya titipan yang maha Kuasa,jika Alloh menghendakinya kembali,kita harus tabah melepaskannya"

__ADS_1


ucap Alan perlahan.


"Aaaaahhhh..hiks..hiks..kenapa?kenapa harus bayiku,kenapa alan?"


teriak Bening histeris.


"Bening..tenanglah,kamu harus kuat,Alloh pasti punya rencana lain yang lebih indah!tenanglah"


ucap Alan memeluk Bening agar tidak banyak bergerak.


Bening terus menangis dipelukan Alan,dengan lembut Alan menenangkan Bening,dia bahan mengingat kenangan sewaktu bersama.


Ketika Bening selalu bertingkah manja dan menggemaskan dengannya,dan sekarang semua itu hanya tinggal kenangan,bahkan hubungannya dengan Dewi tunangannya pun tak jelas,Dewi malah melanjutkan kuliah ke tingkat yang lebih tinggi lagi di Perancis.


"Ini semua gara-gara dia!"


Bening teriak dan melepaskan pelukan Alan.


"Bening..Tenanglah..Bening!!"


ucap Alan panik karena Bening melepas selang infusnya dan ingin beranjak pergi dari tempat tidurnya.


"Dokter..suster tolong!!"


Alan memanggil dokter yang kebetulan lewat.


"Kenapa ini??"


tanya dokter.


"Dia shock dokter karena keguguran bayinya!"


ucap Alan sambil menahan Bening yang berontak.


"Suster..berikan suntikan obat penenang!!"


perintah dokter.


"Baik dok!!"


ucap suster sambil mengambil suntikan.


Perlahan Bening melemah dan mulai menutup matanya.


"Dia harus banyak beristirahat,badannya masih lemah dan lukanya juga belum mengering!"


jelas dokter.


"Baik dok,terimakasih"


Alan kembali menyelimuti Bening dan mencium kening Bening.


ucap Alan membelai rambut Bening.


Vian sudah kembali kekediaman rumahnya.


"Nak..kamu dari mana saja?kenapa dikantor tidak ada?Doni pun tidak ada diruangannya!"


tanya ayah Vian.


"Kami sedang membasmi hama yah,kalau dibiarkan terlalu lama,bisa habis semua tanaman!"


ucap vian duduk disamping ayahnya.


"Hahaha...Apa kalian sudah berhasil memusnahkannya?"


ucap ayah Vian mengetahui maksud perkataan putranya.


"Eemm..sengaja dia tidak aku musnahkan,mengotori tanganku saja,biar dia musnah perlahan dengan sendirinya,melihat wajah dan kelakuan gilanya!!"


ucap Vian santai.


"Jadi kapan rencananya kamu akan menjemput menantu ayah?"


tanya Herlambang.


"Nanti malam yah,doakan putramu ya yah,semoga dia mau memaafkanku!"


ucap Vian mengenggam tanan ayahnya.


"Pasti..Bening gadis yang baik,dia pasti akan mengerti,aaahh..bagaimana keadaannya ya?perutnya mungkin sudah membesar,dan akan segera melahirkan cucu Herlambang!"


ucap ayah Vian tersenyum membayangkan.


"Aku juga sangat merindukannya yah!"


ucap Vian tersenyum.


"Eehh...itu..saat kamu membuat adonan cucuku,apa kamu bukan yang pertama?"


tanya ayah Vian mengingat perkataan putrannya saat itu.


"Diihhh...ayah,tentu aku yang pertama,ayah ini ngomong apa!!"


ucap Vian tidak terima.


"Dasarrrr anak nakal,lalu kenapa kamu dulu meragukannya!!"


ucap ayah Vian sambil menoyor putranya.

__ADS_1


"Saat itu kan aku belum ingat apa-apa yah dan aku termakan hasutan wanita ular itu!!"


ucap Vian mengingat betapa buruknnya perlakuan Vian terhadap istrinya.


"Baiklah..Jangan pernah kamu sakiti dia lagi,jangan membuatnya menangis kembali ya nak!!"


nasehat ayah Vian.


"Pasti yah..Aku akan selalu membahagiakannya!kalau begitu aku akan bersiap-siap menjeput menantu ayah kemari"


ucap Vian bergegas keatas.


"Semoga berhasil nak,keluarkan rayuan mautmu!!"


teriak ayah Vian dan dijawab dengan acungan dua jempol dari Vian.


Vian akhirnya memasuki halaman rumah Bening dengan membawa sebuket coklat berhiaskan bunga,ada rasa gugup saat mulai mengetuk pintunya,dia takut disemprot orang tua Bening.


Tok..tok..


"Ehh den Vian?masuk den?"


ucap simbok.


"Siapa mbok?"


tanya ibu Bening dari arah belakang.


"Ini ada den Vian nyonya"


ucap simbok sambil berlalu kebelakang ingin membuatkan minuman.


"Kamu.."


ucap ibu Bening memasang wajah garang.


"Mami..."


ucap Vian mencium punggung tangan mertuannya.


"Kamu sudah ingat,kalau aku mertuamu!!"


tanya ibu Bening sedikit terkejut.


"Tentu mami,maafkan Vian mi,maaf....."


ucap Vian sambil menjatuhkan lututnya didepan ibu mertuannya.


"Aaaahhhhh..Kau yaa,bangun"


ucap ibu Bening menjewer telinga Vian.


"Awwwwwww...mami!sakit mi"


teriak Vian.


"Ini tidak sesakit kamu memperlakukan putri mami ya,rasa-rasanya aku ingin melempar kamu ke empang biar dimakan lele peliharaan romo Viannn!"


ucap mami masih menjewer telinga menantunya.


"Mamii...,putus telinga menantu kita nanti!"


ucap romo yang berjalan mendekat.


"Romo...tolong aku romo!"


ucap Vian mendekati romonya.


"Pleetaaakkkkkk...iiiiihhhh...bukannya aku sudah berpesan padamu,kalau kamu sudah tidak menyukai putriku bilang padaku,aku akan menjemputnya!kenapa kamu malah membuatnya menangis dan bersedih?pletaaakkkkk!!..."


ucap ayah Bening ikut menyentil kepala Vian.


"Aaaaaa...ayah,itu diluar kendaliku!aku belum ingat apapun saat itu!"


ucap Vian mengaduh kesakitan.


"Lalu kenapa kamu meragukan anak dalam kandungan istrimu!!"


sambar ibu Bening.


"Aku dihasut wanita ular mi,tapi tenang saja mi..aku sudah membereskan dan memberikan pelajaran untuknya!!"


ucap Vian.


"Haaaaahhh...Baguslah kalau begitu!!"


ucap ibu Bening lega.


"Mi..Bening dimana?apa aku boleh menemuinya?"


tanya Vian.


"Nggaaakk bolehh!!"


ucap kedua orang tuannya kompak.


Kasian deh babang Vian..Temuin aku aja bang😂😂


mohon dukungannya ya gaes..Klik like,vote dan koment kalian,terima kasih😘

__ADS_1


__ADS_2