CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
134. Setitik Rasa


__ADS_3

...❀🧑 HAPPY READING 🧑❀...


...β—‹ Lengah disaat memiliki membuat kehilangan dan orang itu pergi, jangan pernah di sesali karena perlakuanmu tidak menunjukan cintamu saat bersamanya β—‹...


Ditepi Pantai Pink Lombok itu, terdengar suara teriakan bocah dengan hebohnya, bahkan semua mata tertuju kepada mereka berdua.


" Aaaaaaaaaaahh..!"


Teriak Evelin saat menyadarinya.


" Aaahh.. ENAK..!"


Ucap Joe merasakan sisa eskrim yang menempel dibibirnya sambil tersenyum gila.


" Kakak ihh.. nyebelin banget, resek kakak mah.. resekk!"


Jerit Eveline sambil memukul dada bidang Joe yang masih terduduk sambil tersenyum.


" Apa sih? nggak usah teriak - teriak deh, malu dilihatin orang banyak tuh! kenapa? mau lagi kah?"


Ucap Joe yang makin jahil.


" KAKAAAAKKKKK..!"


Teriak Eveline makin keras.


" Es krimnya, kamu mah ngeres aja otaknya, pasti kamu sengaja tadikan, biar bisa cium - cium gue?"


Ledek Joe makin menjadi.


" Diih.. amit - amit, najis deh gue!"


Ucap Eveline bergidik ngeri membayangkan.


" Diihh.. kemakan omongan baru tahu rasa nanti!"


Ucap Joe tersenyum licik.


" Enggak sudi gue! ayok kita pulang, laper nih!"


Ucap Eveline mengalihkan rasa canggung yang tiba - tiba mendera jiwanya.


Joe hanya bisa tersenyum melihat tingkah bocah satu ini, mereka segera kembali ke penginapan yang mereka sewa.


Sesampainya disana, di Taman belakang sudah tersaji berbagai menu buka puasa.


Nay dan Doni pun sudah terlebih dulu menikmati menu buka yang ringan terlebih dahulu.


" Gimana jalan - jalannya dek? apa menyenangkan?"


Tanya Doni melihat Eveline berjalan kearahnya.


" B ajah!"


Ucap Eveline yang masih kesal, entah kesal karena eskrimnya tumpah atau kesal karena ciuman pertamanya diambil oleh Joe.


" Ciihh.. siapa tadi yang teriak kegirangan saat naek boad? wuaaaahhh.. indah sekali pantainya, wuaaahh.. seeruunya naek boad ya?"


Ucap Joe menyangkal.


" Berisik deh kakak..!"


Eveline menyumbat mulut Joe dengan sosis bakar miliknya.


" Kakak? sejak kapan kamu panggil uncle Joe jadi kakak?"


Tanya Doni tersenyum heran.


" Sejak tadi aku diangkat jadi kakak terzeyeng nya!"


Sahut Joe sambil menggoda Eveline yang semakin kesal.


" Diiih.. malas!"


Sahut Eveline.


" Hayoo.. janjinya apa tadi? dosa lho berbohong di bulan puasa! dosanya berganda seribu kali lipat!"


Ucap Joe ceramah dadakan.

__ADS_1


" Diih.. nyebelin! nyebelin juga dosa kali?"


Balas Eveline.


" Yee.. nggak ada ceritanya! mau lagi dong sosisnya, enak tuh!"


Ucap Joe tanpa merasa canggung lagi.


" Tuh.. ambil sendiri, ini udah aku gigit!"


Ucap Eveline.


" Emang kenapa? tadi aja..."


Ucapan Joe terputus.


" Nah.. nah.. habiskan!"


Eveline menyuapkan sosis bekas gigitanya ke mulut Joe, agar tidak melanjutkan ucapannya, kalau sampai kakaknya tahu tadi mereka tidak sengaja berciuman, bisa habis dia diledekin sepanjang hari.


" Haaah.. kalian ini, berantem mulu, Eveline makan yang benar!"


Ucap Doni menengahi dua manusia jahil itu.


Nay yang sedari tadi melihat percakapan mereka merasa ada yang aneh dihatinya, dulu pria itu selalu saja memandang ke arahnya kalau bertemu, selalu ada candaan yang terlontar kepadanya walau kadang tidak dia merespon, tetapi pria itu masih saja selalu tersenyum ke arahnya, kini dia tidak lagi melihatnya, pandangan dan candaannya tertuju kepada wanita lain, apa ini rasanya sebuah penyesalan?


Nay jadi tidak berselera makan.


" E.. saya sudah selesai, saya ada perlu sebentar, kalian silahkan lanjutkan makan!"


Ucap Nay sambil berlalu keluar penginapan.


" Ada apa dengan Nay? makananya pun masih terlihat utuh!"


Ucap Doni terheran.


Joe dan Eveline menaikkan bahu mereka bersamaan.


Malam berlalu Doni dan Eveline sudah tertidur karena kelelahan, besok juga mereka sudah akan kembali pulang meninggalkan Lombok.


Joe yang masih belum tidur ingin mencari udara segar diluar.


Joe membuka pintu dan berjalan mendekat, Nay yang masih asyik dengan lamunannya tidak menyadari akan hal itu.


" Kenapa tidak masuk? nanti kamu masuk angin lho?"


Ucap Joe duduk dihadapan Nay.


" Ehh.. anu.. aku memang lagi cari angin."


Ucap Nay canggung.


" Emang kenyang makan angin saja?"


Senyum manis yang lama tidak terlihat dimata Nay pun terbit dengan indahnya.


Ceeeeesss.. hati Nay seakan disiram oleh air pegunungan yang sejuk dan menentramkan.


" A.. aku juga mau masuk!"


Ucap Nay salah tingkah dan segera berdiri.


Saat akan melangkah tiba - tiba kepala Nay seperti berputar - putar, pandangannya kabur dan...


Bruuukkkk..


Nay jatuh dipelukan Joe, karena dengan sigap Joe langsung menangkap Nay ketika dia mulai oleng.


" Nay.. Nay.. kamu kenapa Nay?"


Joe panik sendiri, saat dia mengecek suhu dikening Nay, ternyata sangat panas.


Joe segera membopong Nay masuk kedalam kamarnya.


Joe segera mengompres kening Nay dengan lembut, serta mengolesi sedikit minyak angin dihidung mancung Nay agar dia cepat sadar.


Setelah beberapa saat, mata Nay mulai terbuka, Joe yang sedari tadi setia duduk disamping tempat tidur Nay tersenyum saat kesadaran Nay kembali.


" Nay? kamu sudah sadar?"

__ADS_1


Ucap Joe dengan senyum cool nya.


" Hemm.. apa aku tadi pingsan? aawww.."


Nay memegang kepalanya yang terasa sakit saat akan duduk.


" Iya.. kamu jangan banyak bergerak, istirahat saja dulu okey?"


Ucap Joe membatu menidurkan Nay kembali, serta merapikan rambut Nay yang berantakan.


( So sweettnya uncle Joe 😍 )


" Maaf susah merepotkanmu?"


Ucap Nay merasa bersalah.


" Tidak.. tidak sama sekali? kamu pasti masuk angin tadi, kamu tidak makan kan tadi?"


Ucap joe sambil merapikan selimut Nay.


" Aku tadi hanya.."


Ucapan Nay terputus.


" Aku udah ambilin makanan buat kamu tadi, perut yang kosong seharian harus diisi, jadi kalau kena angin nggak masuk angin, kamu makan ya? aku suapin aja, kamu masih lemes gitu."


Ucap Joe sambil menyuapi makanan ke mulut Nay.


Apa aku bodoh selama ini, tidak melihat orang yang benar - benar tulus kepadaku, apa aku terlambat menyadarinya? apakah dia masih sama seperti dulu?


Nay mengunyah makanannya dengan seribu tanya di hatinya.


" Kamu pergi kemana tadi?"


Ucap Joe masih tetap dengan aktifitasnya menyuapi Nay dengan telaten.


" Aku.. aku ketepi pantai ujung sana."


Jawab Nay jujur, dia memang pergi ke pantai tadi menenangkan perasaan aneh yang timbul dihatinya sejak kemarin.


" Sendirian?"


Tanya Joe.


" Iya."


" Ngapain?"


" Jalan - jalan aja."


" Kenapa tidak bilang? aku kan bisa menemanimu? bagaimana kalau kamu pingsannya disana tadi, trus nggak ada yang nolongin kamu?"


" Hemm.. aku nggak papa kok."


Ucap Nay tersipu malu.


" Nggak papa kok pingsan? besok kalau udah waktunya buka ya makan, nanti kalau terkena maag bahaya lho!"


Perhatian seorang penakluk wanita sudah terbit dengan sendirinya.


" Hehe.. iya."


Jawab Nay canggung.


" Gitu dong senyum, dari dulu nggak pernah senyum kalau lihat aku, padahal kamu terlihat lebih cantik kalau tersenyum."


Joe tersenyum bahagia melihatnya, sedari dulu dia menginginkan wanita didepannya itu tersenyum tulus kepadanya.


Nay merasa malu sendiri, ada rasa hangat yang timbul dihatinya saat ini, entah mengapa dia merasa bahagia, sangat bahagia.


Benar kata orang..


Terkadang kita baru menyadari perasaan kita kalau orang itu tidak lagi bersama kita, mulai menjauh dari kita dan mulai dekat dengan orang lain, rasa kehilangan itu membuat kita menyadari betapa berartinya dia untuk kita, saat dia sudah berpaling.


Penyesalan selalu saja datang terlambat.


Terkadang Tuhan memberi kita penyesalan saat kita meninggalkan yang baik untuk yang terbaik.


Gimana dong dengan dedek Eveline kita?

__ADS_1


Jangan lupa Vote kalian author tunggu sayang..1😘


__ADS_2