
...๐ค๐ Happy Reading ๐๐ค...
๐บ๐บ๐บ
Doni masih memegang hpnya dan masih ragu untuk menghubungi Alexa sesuai keinginan big boss nya.
" Aaaahh.. aku hubungi saja, daripada jadi kambing congek sendiri mending berjamaah kan ya,lebih banyak pahalanya, ehhh......"
gumam Doni langsung menekan layar hpnya.
Tutttt....
Tutttt....
" Aaahhh.. kemana lah gadis penakut jarum suntik itu!!"
ucap Doni kesal karena tidak diangkat telponnya.
Tuttttt...
Tuttttt...
" Ciihh.. dasar gadis sok jual mahal, telpon dari pria menawan sepertiku tidak digubrisnya, aah.. apa masih bekerja ya? emm.. aku datangin restonya ajalah, sambil makan malam! "
ucap Doni bergegas bersiap-siap.
Sewaktu Doni ingin membelokkan mobilnya kearah parkiran dia melihat ada seorang pria berpakaian hitam bertopeng dan dikejar seorang perempuan juga ada dibelakangnya seorang ibu yang berlari sambil meminta tolong.
Doni pun segera turun dan berlari ikut menolong, tapi saat jarak sudah dekat dia tercengang melihat perempuan yang mengejar tadi telah melawannya dengan sangat lincah, tendangan demi tendangan, tinjuan demi tinjuan Doni perhatikan dengan seksama.
" Wooooowww.. itu bukan cuma pukulan dan tendangan biasa, itu salah satu gerakan terbaik dalam taekwondo! "
ucap Doni yang memang menguasai semua gerakan taekwondo.
Dan akhirnya bogeman perempuan itu berhasil melumpuhkan satu preman tadi yang sudah terkapar dijalan dan pingsan.
Ternyata dari lain arah muncul lima laki-laki yang berbadan besar dan bertato berlari mendekat, dan ternyata mereka adalah komplotan perampok itu.
Doni segera berlari untuk membantu, dan dibawah sinar lampu jalanan Doni bisa dengan jelas melihat wajah perempuan tadi.
" Haaaaaahhhh..... jarum suntikkk!"
ucap Doni, dua kata yang keluar dari mulut Doni saat melihat Alexa disitu.
" Haaaahhhh asisten gesrek? ngapain disini? ".
Mereka masih sempat ngobrol saat mereka mengambil ancang - ancang untuk melawan preman yang sudah mengepung mereka berdua yang sudah merapatkan punggung lawan arah.
" Aku datang untuk membantumu bodoh, apa kau buta? "
ucap Doni kesal.
" Apa kau kesini membawa jarum suntik? "
ucap Alexa yang mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
" Dasar gadis gila, kau pikir aku dokter yang datang kesini kurang kerjaan, haaaaaaiiitttttt........"
ucap Doni sambil memulai perlawanan preman didepannya.
Doni dan Alexa mengeluarkan segala teknik taekwondo yang mereka kuasai, lima preman yang berbadan kuat dan besar kalau dilawan hanya menggunakan tenaga saja pasti mereka berdua sudah langsung kalah, tapi mereka melawan menggunakan teknik yang benar, sehingga dalam waktu yang singkat saja kelima preman itu jatuh tersungkur dan lari kabur meninggalkan tempat itu.
" Sungguh pasangan yang sangat serasi, tampan cantik dan pandai beladiri! "
ucap ibu yang kehilangan tasnya dan jadi penonton tanpa bayaran.
" Haaaaah.. bu, ini tasnya, ibu tidak apa-apa kan? "
ucap Alexa mengatur nafas dan mengembalikan tas itu.
" Nggak papa mbak, makasih ya mbak cantik dan mas ganteng kalian sangat hebat, seperti artis di film laga, aaahhh ini buat kalian! "
ucap ibu tadi sambil memberikan beberapa lembar uang berwarna merah.
__ADS_1
"Aaahhh.. tidak usah bu, kami senang bisa membantu ibu! "
ucap Alexa dan diangguk i oleh Doni yang masih sibuk membetulkan lengan kemejanya yang berantakan karna aksinya tadi.
" Aaahhh.. kalau begitu, kalian terima ini saja! "
ucap ibu itu memberikan dua voucer nonton bioskop gratis plus makan direstoran hotel mewah.
"Aaahhh.. tidak usah bu, kami iklas, yang penting lain kali ibu hati-hati kalau keluar malam sendirian! "
ucap Doni.
" Ibu sedih kalau kalian menolak semua pemberian ibu, terima yaa.. yang ini ibu baru dapet undian dan hadiahnya voucer, daripada dibuang sia-sia kalian terima ya? kalian sepasang kekasih kan? "
tanya ibu itu.
" Tidaakkkk! "
ucap mereka dengan cepat dan kompak.
" Haaiiisss kalian ini, kompak sekali.. berati bukan tidak tapi belum, pokoknya kalian harus terima, selamat berkencannn! "
ucap ibu itu memasukkan kekantong baju Alexa dan berlalu pergi tanpa menoleh kebelakang.
" Haaah.. ibu-ibu jaman sekarang, woooww banget lah!"
ucap Doni menggelengkan kepalanya.
" Yaa sudahlah.. kita bisa pergunakannya lain waktu, masa berlakunya masih lama kok! "
ucap Alexa melihat tulisan voucer itu.
" Ciiihhh.. kamu mengharapkan bisa berkencan denganku?"
ucap Doni meledek.
" Hissss dasar asisten gesrek tambah kepedean lagi! kalau tak mau sudah, biar aku saja yang pergi, lumayan ini makan dihotel berbintang sepuasnya!"
" Heeeehhh... gadis penakut jarum, tunggu...!"
teriak Doni berlari mendekati Alexa.
" Apalagi...! "
ucap Alexa menghentikan jalannya.
" Kenapa kau tak mengangkat telponku! "
ucap Doni menaruh tangannya dipinggang.
" Kamu tinggal ngomong aja, ngapain pakai telpon segala? orangnya disini! "
ucap Alexa malas.
" Diihh dasar gadis oneng, tadiii..! "
ucap Doni sambil menoyor kepala Alexa.
" Haaah.. aku lupa bawa hapeku, tadi masih dicas dikamar! ada apa? tumben..? "
tanya Alexa santai.
" Kamu disuruh ikut ke Korea sama bos Vian! "
ucap Doni malas.
" Haaaahhhhhh... benarkahh? aaah yess.. aku bisa bertemu dengan Song jong ki si duren itu! ahaha...! "
ucap Alexa melompat kegirangan.
" Kamu kenal sama penjual duren disana? "
tanya Doni heran.
__ADS_1
" Huuuuuu... dasar asisten kudet, lupakan, kapan berangkatnya? "
tanya Alexa semangat.
" Nanti aku akan kirim ke hapemu, semua sudah aku siapkan, makanya punya hape dibawa, jangan buat ganjal pintu kamar mandimu."
ucap Doni kembali menoyor kepala Alexa dan berjalan kearah resto.
" Ciiihhh dasar asisten gendheng, eeh..arah jalan pulangmu kesono bukan kesana! "
teriak Alexa mengejar Doni.
" Aku mau makan, lapar tauk! "
ucap Doni tanda menoleh kebelakang.
" Heh.. bisa bisa lapar juga dia, eeh.. diakan juga manusia yakan, bukan asisten robot! hihihi.."
oceh Alexa.
" Restorannya udah mau tutup ini? "
tanya Doni yang melihat mereka sudah mulai beres-beres.
" Iya.. kalau banyak pengunjungnya restoran tutup awal, karena bahan makanan disini fresh dan terbatas, jadi kalau sudah habis ya tutup.
" Heemm.. padahal baru jam sembilan kurang ya?laris banget brati restoran segede gini bisa sampai habis bahannya! "
ucap Doni kagum melihat resto milik mertua bosnya.
" Karena restoran ini mengandalkan rasa dan kualitas, jadi selalu rame dan ludes tiap harinya!"
jawab Alexa.
"Jadi aku mau makan apa nih? mana belom makan dan udah jam segini lagi? "
tanya Doni bingung.
" E... karna tadi kamu sudah membantuku, gimana kalau aku masakin aja! "
tawar Alexa
" Cihh.. kamu bisa masak? dari tampangmu meragukan, jangan - jangan kamu nggak bisa bedain mana lengkuas mana jahe lagi! "
ucap Doni mengejek.
" Heehh.. aku sudah banyak belajar dari koki disini ya, sembarangan, kalau nggak mau ya sudah, nggak usah pake ngehina segala! "
ucap Alexa berlalu.
" Eeehh..sensitif amat kayak kulit bayi, aku lapar ini, buatkanlah! "
ucap Doni mengekori Alexa.
" Tunggu dirumah belakang sana, aku mau berkemas dulu! "
ucap Alexa.
Walaupun rumah dibelakang kecil tapi isi dalamnya komplit, ada dapur mininya dan kulkas yang sering Alexa isi bahan makanan dan cemilan
Dia sudah pandai memasak sekarang, karena dia faham suatu saat nanti ketika sudah menikah, wanita harus bisa memanjakan suaminya diranjang maupun dilidah, itu petuah dari ibu-ibu yang sering curhat pada Alexa dan selalu jadi netizen para pelakor-pelakor yang lagi viral akhir - akhir ini.
Nantikan keuwuwwan dua pasangan beda tujuan itu di next episode ya gaes.
Jangan lupa sentuhan jempol kalian begitu berarti buat author, mohon tinggalkan..
LIKE
VOTE
KOMENT kalian๐๐
Terimakasih๐๐
__ADS_1